
sejak kelahiran Xin Yuan, menambah suasana bahagia di dalam kerajaan, ia menjalani hidup yang penuh kasih sayang dan juga harta yang begitu banyak.
hari-hari telah berlalu, tak terasa Xin Yuan telah tumbuh menjadi seorang pemuda tampan yang menginjak usia 18 tahun.
" Sayang mana adik mu ?" ibu Xin nian menanyakan kemana Xin Yuan.
" seperti biasa ibu...." ia sedang berkeliling di ibukota Kerajaan....." Xin nian berkata sembari menikmati pemandangan dari kamarnya.
" Oh... Kalo gitu kamu cari dulu adik mu itu...." ayah mau membicarakan sesuatu kepada nya...."
" Males... Aku lagi mager ibu....." Xin nian menolak untuk memanggil dan mencari Xin Yuan yang susah dibawa pulang jika belum waktunya.
" Xin huan....." kamu aja yang manggil adik mu cepat....." kakak mu males katanya......" Xin xu segera menyuruh anak keduanya seorang laki-laki.
" baiklah Bu......" dengan cepat tanpa membantah, ia segera pergi keluar untuk mencari adik bungsunya.
***********
" woi mana uang keamanan....?" atau tidak dagangan mu akan aku hancurkan.....!!"
Sekelompok orang yang seperti nya tak berakhlak mencoba memalak pedagang yang ada di ibukota Kerajaan.
" mohon maaf tuan....." kami tak memiliki uang ' karena dagangan kami belum ada yang membelinya......" kata penjual itu dengan ketakutan.
" ooo gitu....." ketua kelompok itu langsung menjentikkan jarinya, lalu salah satu anak buahnya berjalan menuju nya dan memberikan sekantong koin emas.
" kalo kami tak bisa mendapatkan uang dari kalian dengan alasan dagangan yang belum laku....." maka biarlah kami yang membelinya....." ketua kelompok itu langsung memberikan sekantong koin emas.
Penjual itu terkejut apa yang ia saksikan hari ini, kenapa ia yang diberikan uang?. tapi ia tetap menerima nya dengan bersyukur karena ia tahu mungkin ini rezeki dari dewa.
" kalian cukup memberikan dagangan kalian kepada anak-anak dan keluarga yang tak mampu Oke. ?" ketua itu dengan tetap nada yang sangar.
" baiklah tuan....." sahut pemilik itu.
*********
__ADS_1
" dimana sih dia....?" udah dari tadi aku putar-putar tapi belum ketemu dia.....!" xin huan kesal karena belum menemui adik bungsunya yang terkenal nakal tapi memiliki hati yang baik.
para pengunjung dan warga ibu kota langsung menunduk saat melihat Xin huan yang menggunakan kuda melintas mereka ' selaku pangeran kedua.
Xin huan hanya tersenyum, karena ia juga merasa tersanjung dengan mereka yang menghormati nya, walaupun karena ia adalah putra raja Yuan.
setelah beberapa saat mencari ia melihat sekelompok anak muda yang tertawa.
" haha......" kau memang baik pengeran...."
" kau juga jago akting menjadi preman pasar untuk memalak pedagang....."
mendengar itu, xin huan langsung marah dan melompat dari kudanya menuju tempat mereka yang juga ada adik nya yaitu Xin Yuan.
" yuan' er.....!"
Xin Yuan yang sedang duduk bersama temannya, ia mendengar suara kakaknya dan mencari sumber suara itu.
" kakak....." Xin Yuan langsung ingin mendekati kakaknya. " kenapa kakak terlihat marah....?" sambung nya..
" kakak tak menyangka kamu memalak pedagang...." apakah kamu tidak puas apa yang diberikan ayahanda selama ini....?" Xin huan dengan rasa tak percaya.
" kakak salah faham.... Aku tak pernah melakukan hal itu kakak....." Xin Yuan mencoba menjelaskan.
" salah faham....?" kakak telah mendengar nya tadi dari...." jawab Xin huan.
melihat pertengkaran antara pengeran itu, salah satu teman Xin Yuan berdiri dan mendekati kakaknya xin Yuan, setelah sampai ia langsung menunjukkan rasa hormat dengan membungkuk.
" maaf pengeran huan....." benar apa yang dikatakan pengeran Yuan...." bahwa pengeran salah faham.....!" teman Xin Yuan dengan ramah.
" salah faham...?' coba jelaskan lebih detail...." Xin huan penasaran, karena jelas-jelas ia telah mendengar nya.
" begini pengeran....."
Temannya Xin Yuan menjelaskan dengan detail, bahwa Xin Yuan dan para temennya melihat dagangan seseorang tak laku-laku, melihat itu ia merasa iba, karena itu Xin Yuan dan teman-teman memberikan uang tapi penjual itu menolak nya.
__ADS_1
Karena masih kasihan, Xin Yuan memiliki ide bahwa mereka akan menyamar menjadi preman untuk memalak dan memberi uang tanpa ditolak, dan itu lah ide brilian dari Xin Yuan.
Mendengar penjelasan nya, membuat Xin huan merasa bersalah kepada adik bungsunya yang sebenarnya ia sayangi, ia langsung memeluk adiknya.
" maafkan kakak yuan'er....."
" tak apa-apa kak...." dan itu wajar terjadi karena seseorang kakak tak mungkin ingin melihat adiknya menjadi seseorang yang tak diinginkan....." jawab Xin Yuan membalas pelukan hangat dari kakaknya.
Singkat cerita mereka pulang sesuai apa yang diperintahkan oleh ibunya ke Xin huan untuk membawa adiknya pulang.
Xin huan menceritakan tentang Xin Yuan yang menyamar menjadi preman demi memberikan uang untuk seseorang.
Mendengar itu kakak-kakak Xin Yuan tertawa dan juga bangga memiliki adik seperti Xin Yuan, dan termasuk ibunya juga tambah menyayangi anak bungsu nya.
*******
" salam ayah....." Xin Yuan masuk ke ruangan raja Yuan untuk menemui nya.
" yuan'er sini duduk....." raja Yuan segera mengajak Xin Yuan duduk disampingnya.
" tujuan ayah memanggil mu untuk memasukkan kamu ke sekte surgawi...."
" jadi ?"
" jadi ayah ingin mengetahui apa kamu menyetujui nya ?" tanya raja Yuan.
" jika itu keinginan ayah maka aku mau...." karena aku tahu apa yang ayah lakukan adalah terbaik untuk ku....." jawab Xin Yuan tak menolak.
" hmmmm....." kamu tak sendirian yuan'er...." kamu juga pergi bersama kakak-kakak laki-laki dan perempuan mu...."
" oh iya sekte apa namanya tadi ayah....?"
" sekte surgawi.....!!"
" ooo baiklah...." yeee aku ingin memberi tahu kakak dulu....." Xin Yuan segera berlari seperti anak kecil saja.
__ADS_1
Melihat kepergian anak nya ia hanya tersenyum, karena Xin Yuan telah tumbuh dewasa saja walaupun jika dirumah ia seperti anak kecil.
Thank you 😁