
Di halaman kediaman ketua akademi Qing, terlihat Xin Yuan sedang berusaha menyempurnakan teknik tinju alam yang ia pelajari.
" Ah...." sudah seminggu aku belum bisa menggunakan teknik ini dengan baik.....?" kata Xin Yuan kesal, karena ia belum juga bisa menyempurnakan teknik tinju alam.
" Kamu hanya perlu fokus, fokus dan fokus...." karena dalam mempelajari suatu hal, salah satu kunci nya tekun dan memerlukan fokus, juga percaya diri....." kata li Cen duduk di bangku diepan kediaman nya, sembari menatap Xin Yuan.
" Baiklah guru......" Xin Yuan segera menutup matanya, dan mengalirkan energi spiritual nya ke kepalan tangannya.
Lalu ia membuka matanya menatap tajam ke arah depan, Xin Yuan melangkahkan kaki kirinya, dan kaki kanan di letakkan dibelakang, sedangkan tangan kanan Xin Yuan siap untuk memukul, setelah beberapa saat Xin Yuan langsung melesat cepat ke arah depan.
" Tinju alam tahap pertama......." Xin Yuan dengan melayangkan pukulannya ke arah depan.
Xin Yuan langsung meninju sebuah batu besar di depan nya, pukulan Xin Yuan yang dilapisi energi spiritual api, mendekat ke arah batu, saat jarak antara kepalan tangan Xin Yuan dan batu berjarak dekat.
* BAMM......."
Batu besar langsung hancur berkeping-keping tanpa tersisa, yang membuat li Cen tersenyum, karena akhirnya Xin Yuan berhasil menyempurnakan teknik tinju alam.
Xin Yuan langsung tertawa kegirangan, karena sebelum nya ia hanya bisa memecahkan batu hanya beberapa bagian saja, tapi sekarang ia bisa menghancurkan semua tanpa tersisa menjadi serpihan-serpihan kecil.
" Haha...." akhirnya aku bisa menghancurkan batu jelek itu....." kata Xin Yuan menunjuk batu yang telah menjadi serpihan-serpihan kecil.
Li Cen hanya menggelengkan kepalanya, karena ia telah tahu gimana sifat dan perilaku Xin Yuan.
Xin Yuan segera melatih teknik nya lagi, dan li Cen juga langsung memberikan arahan dan masukan untuk menyempurnakan teknik tinju alam sampai tahap sempurna.
Setelah berlatih selama seminggu, Xin Yuan telah menguasai teknik tinju alam dengan sempurna yang membuat nya percaya diri.
" guru aku ingin beristirahat dulu....." Xin Yuan dengan membungkukkan badannya.
." baiklah...." tapi ' kamu harus fokus juga untuk meningkatkan kekuatan mu ke tahap akhir....." kata li Cen sembari tersenyum.
" Aman itu mah....." kata Xin Yuan ingin pergi, tapi telinga nya langsung di tarik oleh li Cen.
" begitu kah cara berbicara dengan guru mu....?" Kata li Cen kesal, karena Xin Yuan berbicara seperti saat bersama temannya.
" Eh ' aduh-duh-duh...." maaf guru...." kata Xin Yuan dengan nada kesakitan.
" lain kali jangan ulangi bocah nakal....." kata li Cen langsung menghilang dari pandangan Xin Yuan.
" Hah....." Xin Yuan hanya menghela nafas, lalu melesat ke arah kekediaman nya.
__ADS_1
Xin Yuan setiba di kamarnya, ia langsung untuk melakukan kultivasi sebelum tidur, karena ia juga ingin menjadi kuat.
" Oh iya...." lebih baik aku membeli Pill ke aula pil dulu....." kata Xin Yuan keluar dari kamar nya, dan menuju ke aula pil.
sesampai di aula pil, Xin Yuan langsung menuju ke repsionis, untuk memesan sebuah pil yang baik untuk meningkatkan kekuatan nya.
" salam senior....." kata Xin Yuan dengan hormat.
" oh kamu Yuan....." mau beli apa kamu....?" kata tetua yang pernah bertemu dengan Xin Yuan di kantin tempo hari.
" hehehe....jangan cemberut begitu dong tetua......" aku hanya ingin membeli Pill saja kok....." kata Xin Yuan menggaruk kepalanya, karena ia pernah membuat tetua itu kesal pada nya saat di kantin tempo hari.
" katakan Pill apa yang kau butuhkan.....?. Sahut tetua itu.
" aku hanya ingin membeli Pill penempa 1000 butir....." kata Xin Yuan santai.
tetua dan semua murid yang mendengar perkataan Xin Yuan langsung terkejut, karena harga satu pill penempa adalah 10 koin emas.
" ya-yang benar saja bocah....." kata tetua itu kesal, karena menganggap Xin Yuan mempermainkan nya.
" siapa yang tidak benar?, sudah aku katakan aku ingin pil penempa 1000 butir....." kata Xin Yuan sembari menjentikkan jarinya, dari dalam cincin Xin Yuan keluar 10.000 koim emas.
Tetua dan para murid langsung terbelalak melihat apa yang mereka lihat, karena mereka hanya berasal dari klan kecil dan keluarga kecil saja, berbeda dengan Xin Yuan Seorang pengeran.
Semua orang sekali lagi dikejutkan dengan apa yang mereka dengar, karena kerajaan Yuan adalah kerajaan terkuat yang disegani oleh seluruh benua Hia.
" Pantesan bocah ini memiliki banyak uang...." kata tetua itu sembari mengambil koin emas didepan nya itu.
Setelah itu, Xin Yuan mendapatkan pil penempa sebanyak 1.000 butir yang langsung disimpan di dalam cincin dimensi yang ia miliki.
Sesampai di kamar, Xin Yuan langsung duduk bersila seperti bunga lotus, lalu Xin Yuan mengeluarkan 2 butir pill penempa dari dalam cincin dimensi nya.
Xin Yuan langsung menelan nya, dan segera memejamkan matanya untuk menyerap esensi dari pill penempa yang bermanfaat untuk kultivasi nya.
setelah beberapa saat kemudian, rendaman ledakan terjadi dari tubuh Xin Yuan, yang menandakan Xin Yuan berhasil mencapai ranah pendekar bumi tahap akhir, lalu Xin Yuan segera memperkuat pondasi energi spiritual nya, setelah selesai Xin Yuan membuka matanya dan langsung tersenyum.
" hehehe....." siapakah pria kuat Xin yuan....?" tentu lah dirimu Xin Yuan! pria tampan jagat raya ini....." kata Xin Yuan berbicara sendiri, seperti orang gila.
Xin Yuan pun tidur setelah lelah berlatih selama seminggu, Xin Yuan hanyut dalam tidur nya yang sedang di alam mimpi bertemu Bidadari surga.
keesokan harinya.............
__ADS_1
seperti biasa, Suasana pagi begitu menyejukkan hati, dan murid yang disibukan oleh kegiatan mereka masing-masing.
" Yuan....." Yuan......" teriak mang su dan teman-teman di halaman kediaman Xin Yuan.
setelah beberapa saat, pintu kamar Xin Yuan terbuka dengan menampilkan sosok pria tampan yang sedang tersenyum kepada ketiga temannya, tapi saat menatap lo Yun wajah wanita itu langsung memerah, yang membuat Xin Yuan terkejut. " ada apa dengan nya?, apakah ia menyukai ku....?" kata Xin Yuan bergumam dalam hati.
" Sudah seminggu ini kau tak kelihatan saudara Yuan....." kata su bimbing menatap Xin Yuan.
" ya...." aku hanya fokus berlatih teknik baru ku...." oh ya kalian ingin ikut dengan aku tidak....?" kata Xin Yuan menatap mereka.
" emang nya kemana?, tanya mang su.
" tolong antarkan babang tampan kalian ini ke arena Aligator....." kata Xin Yuan menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
" dasar pengeran angkuh...." gumam mang su, Karena gaya Xin Yuan yang menyilangkan tangannya.
" baiklah...." kata su bimbing dan lo Yun serentak.
" ada apa dengan kalian....?" kata mang su bingung melihat mereka yang berlomba-lomba untuk mendekati Xin Yuan.
Tapi mereka hanya diam, dan segera menuntun Xin Yuan ke arena Aligator.
" Dasar wanita....." kata mang su ikut dari belakang mereka.
Xin Yuan pun digiring menuju sebuah ruangan Tengah akademi, Xin Yuan tak menyangka ruangan Tengah akademi Qing ini sangat besar, lebih besar dari sebuah stadion lapangan bola.
" salam tetua....." kata su bimbing ke arah seorang tetua yang sedang duduk di sebuah bangku.
" Ada apa dengan kalian....?" tanya tetua itu.
Su bimbing ingin berbicara, tapi Xin Yuan langsung menyerobot ke depan, dan berkata. " aku Xin Yuan murid ketua akademi...." ingin bertarung melawan 100 murid arena Aligator...." kata Xin Yuan menyilangkan kedua tangannya.
Tetua itu langsung mengerutkan keningnya, karena melihat sikap Xin Yuan yang begitu sombong arogan tersebut, tapi ia langsung memaklumi nya, karena saat di aula para tetua, ia sering mendengar rumor tentang Xin Yuan.
" ah baiklah...." kata tetua itu segera berdiri, dan mengumumkan bahwa Xin Yuan murid ketua akademi menentang semua murid arena Aligator, dari 100 besar, hingga 10 besar.
Sontak mendengar pengumuman itu, para murid langsung terkejut dan berbondong-bondong ke arena Aligator, karena ia ingin melihat penentang arena Aligator tersebut.
Sedangkan di aula para tetua, mereka sedang membicarakan tentang Xin Yuan yang cukup berani itu, karena baru 2 bulan di akademi Qing ini Xin Yuan telah berani ikut dalam arena Aligator tersebut.
Sedangkan li Cen hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum, karena ia sudah tahu siapa Xin Yuan yang begitu berambisi menjadi kuat.
__ADS_1
" Ah...." bocah itu memang sebleng dikit....!!" kata li Cen sembari menyeruput teh hijau ditangan nya.
Thank you 😁