Lahir Nya Master Pedang

Lahir Nya Master Pedang
Bab 18 : Murid terkuat di arena Aligator


__ADS_3

Sekali lagi burung berkicau di pagi hari, ditambah dengan suasana pagi yang cerah dengan kemunculan matahari dari ufuk timur menerangi seluruh alam.


Akademi Qing terlihat para murid dan tetua di sibukkan dengan aktivitas mereka masing-masing, karena mereka lebih berambisi untuk menjadi kuat, karena kunci dari dunia kultivator adalah kuat.


" Hmmm....." pagi yang indah...." Xin Yuan telah berada di luar kamarnya, sembari melatih otot-otot nya, karena ia berfikir karena suatu saat memilki fisik yang kuat pasti akan berguna.


Di halaman kamar Xin Yuan, terlihat tiga orang yang terdiri dari dua wanita dan satu laki-laki.


" Saudara Yuan ayok kita sarapan....." kata mang su dengan memegang perut nya yang lapar.


" Kalian tak sabaran....." kalian lihat aku masih meregang kan otot ku ni....." kata Xin Yuan dengan memperlihatkan otot ditangan nya.


lo Yun melihat gumpalan daging di pangkal lengan Xin Yuan seperti bola yang besar. " bukan kah itu tak diperlukan.....?" kata lo Yun, karena kultivator hanya mengandalkan kekuatan spiritual nya saja, bukan adu jotos mengandalkan fisik.


" benar...." kata su bimbing menambahkan.


Xin Yuan hanya tersenyum sembari terus melakukan gerakan yang membuat otot-otot nya merasa lebih baik, setelah beberapa saat Xin Yuan melangkah ke arah mereka.


" kalian akan tahu suatu saat nanti kenapa aku melakukan ini di setiap pagi....." kata Xin Yuan melangkah melewati mereka. " tunggu apa lagi....?" apakah kalian tak akan sarapan?" sambung nya.


Mereka yang memikirkan perkataan Xin Yuan tadi, langsung tersadar setelah mendengar suara Xin Yuan yang mengajak nya ke kantin akademi.


" eh'tunggu......" mereka pun langsung berlari mengejar Xin Yuan yang telah duluan.


Mereka melewati aula alkemis yang berada di dekat aula persenjataan, yang ada di akademi Qing ini.


Xin Yuan memandangi aula alkemis yang cukup banyak dikunjungi murid untuk belajar alkemis untuk meramu sebuah pil.


" apakah kamu tertarik untuk menjadi seorang alkemis.....?" tanya mang su ke Xin Yuan.


" Bukannya tidak tertarik...." tapi aku belum siap untuk melakukan nya....." karena aku harus fokus untuk menjadi kuat...." jika itu tercapai maka untuk membuat pil suatu yang mudah....." kata Xin Yuan menjelaskan.


" alkemis bukan lah hal yang mudah yuan...." alkemis ini memerlukan ketekunan dan konsentrasi yang tinggi dalam meramu pil...." kata lo Yun lembut.


" ah kalian berisik saja......" kata su bimbing yang tak sama sekali tak tertarik dalam bidang alkemis.


Melihat itu membuat Xin Yuan bingung dengan menaikkan satu alisnya, karena tanpa alkemis mungkin para kultivator susah menjadi yang kuat, karena para kultivator membutuhkan sumber daya seperti pil yang dapat menaikkan kekuatan mereka dengan instan.


Lo Yun mendekati Xin Yuan yang sedang memandangi punggung su bimbing yang berjalan duluan.


" orang tuanya meninggal karena tak berhasil membuat pill untuk keluarga Ma yang berkuasa di kota canglan....." dan mereka pun membunuh kedua orang tuanya tepat di depan mata nya....." dan hal itu membuat nya tak ingin menjadi alkemis...." kata lo Yun menjelaskan kenapa su bimbing bersikap sedemikian.


Xin Yuan pun terkejut, karena seorang alkemis pasti memiliki bekingan kuat atau kenalan, karena untuk seorang alkemis mudah berteman kepada siapapun, dan kenapa itu terjadi kepada orang tua su bimbing, ia pun ingin menanyakan nya ' tapi ia langsung urungkan takut su bimbing teringat dengan masa kelam itu.

__ADS_1


Setelah melewati aula alkemis dan aula persenjataan, mereka pun sampai di kantin yang telah ramai dikunjungi oleh para murid.


Xin Yuan dan kawan-kawan memesan menu makanan yang biasa mereka makan di sana, yaitu daging siluman kambing tanduk seribu.


Sembari menunggu pesanan mereka, seperti biasa mereka akan berbincang-bincang untuk meramaikan suasana.


Xin Yuan memandangi wajah lo Yun, sekilas ia melihat sosok li ruxu yang ada di Sekte surgawi, dan membuat nya tersenyum melihat lo Yun.


Lo Yun yang tak sengaja menatap mata Xin Yuan dengan waktu yang lama, membuat wajahnya memerah ' karena Xin Yuan tersenyum sembari menatap nya tanpa berkedip.


Mang su dan su bimbing yang melihat itu, langsung mengerutkan keningnya ' karena mereka malah tatap - tatapan.


" hey bisakah kalian menghargai para jomblo ini.....?" kata mang su kesal.


Xin Yuan langsung tersadar dan langsung tersenyum masam melihat ke arah mang su. " oh saudara mang su...." jangan salah faham begitu dong....." kata Xin Yuan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Lo Yun hanya diam tanpa berkata satu katapun, ia hanya tersenyum sembari menundukkan kepalanya, dan menyangka Xin Yuan menyukai nya.


" ini pesanan kalian....." kata seorang pelayan yang menata rapi makanan di atas meja makan mereka.


Setelah itu, pelayan pergi setelah selesai menghantarkan pesanan Xin Yuan dan kawan-kawan.


Xin Yuan tanpa menunggu kawan-kawan nya, ia langsung menyantap makanan nya dengan lahap.


" hey begini kah cara makan seorang pengeran....?" kata mang su sembari mengambil makanan nya juga.


Su bimbing segera mengambil pesanan nya juga, terlihat lo Yun hanya tersenyum dan tak biasanya ia yang paling aktif di antara mereka.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka telah selesai makan dengan perut yang kenyang. " Ah....." ini baru kenikmatan...." kata Xin Yuan sembari menyandarkan tubuhnya.


Tapi sesaat kemudian.........


Seorang wanita datang ke kantin dengan senyuman khasnya, ia segera duduk setelah memesan makanan nya untuk menu sarapan pagi nya, ia di dampingi oleh dua sahabat nya yaitu, Tang Yu dan Tang Zu.


" hei kalian kosongkan meja ini...." karena kami akan sarapan di sini...." kata Tang Zu mengusir para murid yang sedang duduk di meja makan mereka setelah selesai makan beberapa saat tadi.


tanpa banyak bicara, para murid pun langsung berdiri dan pergi meninggalkan kantin, melihat itu membuat Xin Yuan bingung, karena yang mereka usir adalah murid elit akademi Qing yang terlihat dari pakaian yang mereka gunakan.


" Siapa 3 wanita itu....?" tanya Xin Yuan bertanya ke mang su.


" oh mereka....?" kata mang su ' seolah dia telah tahu siapa mereka dan bagaimana kelakuan mereka.


" seperti nya kau mengenal mereka....?" emang nya mereka siapa....?" kata Xin Yuan, karena selama 2 bulan ini, ia tak pernah bertemu dengan 3 wanita itu.

__ADS_1


" Mereka itu dijuluki trio medusa...." karena wajah mereka yang cantik dan memiliki sikap yang arogan...." maka itu sudah cukup seperti seorang medusa....." kata mang su memberikan penjelasan dengan simpel.


Xin Yuan terdiam sejenak, ia memikirkan perkataan mang su, apakah yang dimaksud mang su, lalu ia mengangguk mengerti ' bahwa mereka sama seperti ratu medusa dari bangsa ular, ratu medusa yang memiliki paras yang cantik, tapi hati yang begitu licik.


" Nama mereka adalah, Tang Zu , Tang Yu dan Tang Sa....." Tang Sa adalah murid nomor satu terkuat di akademi Qing kita ini, Tang Zu murid terkuat Kedua dan, Tang Yu murid terkuat ke-tiga....." Kata mang su menjelaskan.


Xin Yuan setelah mendengar kata mereka pun semakin Bingung, kenapa bisa mereka dianggap sebagai murid terkuat?., lalu Xin Yuan menatap mang su. " kenapa bisa begitu? Apakah ada kompetisi yang membuat kita di juluki murid terkuat....?" tanya Xin Yuan.


Mang su menyeduh teh di tangan nya, setelah meminum dan menelannya, ia memandangi Xin Yuan yang masih dipenuhi tanda tanya.


" Itu karena Ada arena Aligator...." tempat yang di buat oleh ketua akademi...." itu adalah tempat untuk para murid menyelesaikan permasalahan diantara mereka...." karena ketua akademi takut mereka akan menyelesaikan dengan jalan kekerasan...." maka dibuatlah arena Aligator...." dan kebetulan beberapa tahun sebelumnya...." arena Aligator di jadikan tempat untuk menjadi terkuat oleh trio medusa itu...." Kata mang su panjang lebar.


Trio medusa adalah murid yang tak pernah kalah di arena Aligator, mereka menjadi momok menakutkan bagi para murid elit dan murid platinum.


" kalo begitu aku akan menantang nya berduel....." kata Xin Yuan dengan semangat.


Su bimbing dan mang su terkejut mendengar perkataan Xin Yuan. " kamu tak bisa melakukan nya secara langsung untuk menantang mereka...." karena Kamu harus memulai nya dari bawah...." ada 100 orang terkuat di arena Aligator...." kata mang su menjelaskan lagi dan lagi.


" Kalian kenapa sih membahas itu? lebih baik kita berlatih! apakah kalian tak takut dimarahi oleh guru kalian.....?" kata su bimbing berdiri dan meninggalkan mereka.


Xin Yuan, mang su dan lo Yun langsung terkejut karena mereka terlalu lama di kantin, sehingga mereka langsung pergi meninggalkan kantin untuk menemui guru mereka masing-masing.


Setelah kepergian mereka, di meja makan Tang bersaudara terlihat hanya tersenyum.


" hoo jadi itu murid ketua akademi....?" kata Tang Sa sembari menyeruput teh di tangan nya.


" aku tak menyangka dia seorang praktisi pendekar bumi tahap menengah...." kata Tang Yu setelah selesai makan.


" Seorang pria yang berusia 19 tahun telah mencapai ranah pendekar bumi tahap menengah?" cukup mengagumkan..." Sahut Tang Zu tersenyum, seperti tersirat suatu makna di senyuman nya itu.


****************


Di lapangan atau di depan halaman kediaman ketua akademi, terlihat Xin Yuan yang membungkukkan badannya.


" Maafkan aku yang terlambat guru...." kata Xin Yuan penuh hormat.


" Yuan'er..." sekarang kamu pelajari lah teknik ini untuk saat ini....." kata li Cen melemparkan sebuah gulungan kertas ke Xin Yuan.


Dengan sigap, Xin Yuan langsung menangkap gulungan kertas itu, Xin Yuan merasakan aura yang begitu kuat dari gulungan itu, karena penasaran Xin Yuan langsung membuka nya.


* Teknik Tinju alam!!


Xin Yuan melihat nama teknik yang tertera paling atas, tanpa berlama-lama ia langsung membaca, langkah-langkah dan memahami teknik itu dengan serius.

__ADS_1


Li Cen hanya tersenyum melihat Xin Yuan, karena ia yakin Xin Yuan akan mudah memahami ' walaupun itu termasuk golongan teknik tingkat Menengah yang susah di pahami dengan sempurna, tapi ia sangat yakin dengan Xin Yuan.


Thank you 😁


__ADS_2