LANGIT

LANGIT
Satu


__ADS_3

Bola Basket terlihat melambung kesana-kemari, bergantian dari tangan satu ke tangan lain. Memantul dilantai mendominasi langkah kaki para pemainnya. Tak tertinggal suara teriakan para suporter yang menggema dalam stadion.


Suara peluit terdengar nyaring menandakan pertandingan telah usai.


"Selamat ya Lang"


"Iya makasih" ucap Langit.


"Kita harus ngerayain ini bro. Gimana kalau kita kecafe aja buat rayainnya" usul Arsen sahabat Langit.


"Oke bilangin kesemuanya, terus kita langsung pergi kecafe."


"Siap. Lo tunggu sini dulu ya."


Langit mengangguk. Tak lama kemudian Arsen pun pergi untuk memberitahu temannya yang lain. Dengan cepat Langit pun memakai jaket untuk menutupi baju basketnya.


"Yuk Lang kita pergi sekarang, semuanya udah pada siap." Seru Arsen


"Yaudah yuk, gue juga udah."


Langit serta teman-temannya pun pamit pada temannya yang lain dan segera menuju ke Cafe dan merayakan kemenangan mereka dengan senda gurau.


☁☁☁


Ditempat yang sama, namun dimeja yang lain. Bintang sedang memperhatikan salah seorang dari mereka. Sambil sesekali dia menuliskan sesuatu dalam bukunya, buku yang menjadi temannya sejak beberapa tahun terakhir.


Bintang menutup bukunya, lalu menyimpannya di tas. Mengambil Handphone dan memainkannya sembari sesekali menyesap minumannya. Setelah minumannya habis ia pun keluar dari Cafe.


"Eh Lang lihat deh cewek yang jalan itu." Ucap Satria.


Langit pun menatap Bintang kemudian menaikkan satu alisnya bermaksud bertanya pada Satria.


"Dari tadi tuh cewek lihatin lo mulu Lang terus dia sambil nulis sesuatu gitu di bukunya. Kayaknya tuh cewek suka deh sama lo." Jelas Satria.


Langit hanya diam tak menjawab. Hingga akhirnya Dimas pun nyeletuk.


"Emang ada ya cewek yang nggak suka sama dia?"


"Eh iya ya. Kok gue ***** banget ya?" Ucap Satria cengengesan.


"Dari dulu" Jawab Arsen,Dimas dan Langit bersama lalu mereka tertawa terbahak-bahak sedangkan Satria hanya mendengus kesal.


"Eh tapi tuh cewek cantik juga ya." Ucap Arsen setelah menghentikan tawanya.


"Iya dia cantik terus dia juga imut. Eh tunggu tapi wajahnya kayak nggak asing gitu deh." Ucap Dimas.


"Apa dia satu sekolah sama kita ya?" Tanya Satria.


"Eh iya bener, gue juga kayak pernah liat." Ucap Arsen.


"Udah nggak usah dipikir. Cepetan habisin makanannya habis itu kita pulang. Gue udah gerah baget." Ucap Langit.


Namun saat sedang makan ada beberapa cewek yang datang menghampiri mereka. Dan duduk dikursi yang masih kosong.

__ADS_1


"Hai sayang. Selamat ya atas kemenangan kamu, maaf aku tadi nggak bisa lihat pertandingannya karena disuruh Mama." Ucap Angel pacar Langit.


"Iya makasih. Nggak papa kok, mama kamu lebih penting. Oh iya kamu kok tahu aku ada disini?" Ucap Langit.


"Tadi aku sempet ke stadion disana aku ketemu anak anak lain, katanya kamu kesini." Jelas Angel.


"Oh iya kamu nggak mau pesen?" Tanya Langit.


"Nggak usah deh." Jawab Angel.


"Kalian nggak mau pesen?" Pertanyaan Langit yang ditujukan kepada Tasya dan Jihan, sahabat Angel.


"Nggak deh." Jawab mereka berdua.


Setelah menyelesaikan makannya mereka pun akhirnya pulang. Namun Langit harus mengantarkan Angel pulang terlebih dahulu karena cewek itu tadi berangkat nebeng teman temannya.


Bintang yang masih belum pulang karena menunggu jemputan dari kakaknya pun melihat kearah mereka. Lebih tepatnya pada Langit dan Angel yang mulai menjauh, seketika itu wajahnya pun muram.


"Apa aku harus mundur ya? Aku nggak lebih dari pengagum rahasianya." Gumamnya.


Namun pikirannya pun teralihkan karena mendengar klakson mobil. Ketika ia lihat ternyata itu adalah mobil kakaknya Keenan.


"Yuk dek pulang. Maaf ya tadi Bang Ken lama." Ujar Keenan.


"Iya Bang nggak papa kok."


Setelah itu Bintang pun masuk kedalam mobil. Didalam mobil hanya ada keheningan sebelum Bintang bersuara.


"Bang nanti Abang sibuk nggak?" Tanya Bintang.


"Umm aku mau curhat sama Abang. Boleh nggak?" Tanya Bintang ragu.


"Nggak papa kok kalau mau curhat sama Abang. Lagi pula kita juga jarang banget ngobrol beberapa hari ini." Jawab Keenan.


"Kalau gitu nanti Bintang kekamar Abang ya." Ucap Bintang.


"Iya nanti Abang tunggu." Jawab Keenan


☁☁☁


Setibanya dirumah Bintang pun segera membersihkan badannya dan segera menuju ke kamar kakaknya. Mereka hanya berdua dirumah karena kedua orang tua mereka sedang ada acara diluar.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk aja dek pintunya nggak dikunci kok." Suara Keenan dari dalam kamarnya.


"Bang." Ucap Bintang.


"Sini dek." Ucap Keenan yang duduk bersandar diatas kasur.


Bintang pun berjalan menuju kearah kasur dan ikut duduk ditepinya.


"Bang boleh nggak Bintang tidur dipaha Abang sambil cerita." Tanya Bintang

__ADS_1


"Boleh kok dek sini." Jawab Keenan terkekeh sambil menepuk pahanya.


Kemudian Bintang naik keatas kasur dan menidurkan kepalanya dengan Keenan yang bersandar dikasur sembari mengelus kepala adiknya.


"Kamu mau curhat apa hem?" Tanya Keenan.


"Emm Bang. Boleh nggak sih kalau aku jatuh cinta?" Tanya Bintang.


"Boleh dong. Semua orang kan berhak jatuh cinta." Jawab Keenan.


"Tapi kalau aku jatuh cinta keseseorang yang udah punya pacar boleh nggak Bang?" Tanya Bintang lagi.


"Emm. Boleh asalkan kamu nggak mengganggu hubungan mereka. Emangnya kamu jatuh cinta sama siapa sih?" Ucap Keenan.


"Rahasia Bang." Jawab Bintang sambil cengengesan.


"Ohh udah mulai rahasia rahasiaan ya?" Ucap Keenan.


"Biarin wlee." Jawab Bintang sembari nenjulurkan lidahnya.


Keenan hanya diam sejenak sebelum akhirnya...


"Hahaha berhenti Bang. Bang geli tahu. Ampun Bang iya Bintang ngaku." Pekik Bintang kegelian karena Keenan menggelitikinya.


"Beneran?" Tanya Keenan dengan masih terus menggelitiki Bintang.


"Hahaha.. Iya beneran Bang tapi berhenti dulu hahaha.."


"Hah hah hah akhirnya Abang berhenti juga." Ucap Bintang masih terengah-engah karena selepas tertawa.


"Jadi siapa dia huh?" Tanya Keenan.


"Tapi Abang janji ya jangan bilang siapa-siapa." Ucap Bintang sembari menunjukkan jari kelingkingnya.


"Iya Abang janji." Jawab Keenan yang kemudian menautkan kelingking mereka berdua.


"Dia teman Abang sendiri." Ucap Bintang.


"Siapa? Yang jelas dong dek." Ucap Keenan bertanya tanya.


"Langit Anggasta." Ucap Bintang lalu dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Wahh hahaha lo kok nggak cerita dari dulu sih dek." Ucap Keenan sambil tertawa terbahak bahak.


"Ihh Abang jangan ketawa terus dong." Ucap Bintang sambil memukuli Keenan dan sudah bangkit dari tidurnya.


"Iya iya Abang berhenti. Asal kamu tahu dek, Abang akan selalu dukung apa saja yang kamu lakuin asal itu nggak menyimpang. Kamu bebas mencintai siapapun, Abang nggak akan larang kamu kok." Jelas Keenan panjang lebar.


"Ihh sayang deh sama Abang." Ucap Bintang sembari memeluk Keenan.


"Abang juga sayang kamu." Jawab Keenan dengan mengelus rambut Bintang.


🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌

__ADS_1


TBC


__ADS_2