
"Gitu ya kak?" Tanya Bintang.
"Iya lagi pula lo juga nggak punya temen kan?" Ucap Langit.
"Iya sih. Tapi emang nggak papa?"
"Nggak papa kok lagi pula lo kan adik Keenan jadi lo adik kita juga," ucap Dimas sembari mengacak rambut Bintang.
Dilain sisi ada beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan marah.
"Awas aja lo, lo akan tau akibatnya!" Ucap seseorang tersebut.
βββ
πDear Langit
Terimakasih karena hari ini kau membuktikan bahwa kau sudah tak membenciku. Menerimaku sebagai salah satu dari temanmu dan sebagai adikmu. Namun tak apa meskipun belum terlalu dekat denganmu setidaknya aku bisa didekatmu.
Kuharap aku bisa selalu bahagia dan selalu berada disampingmu. Atau setidaknyan aku bisa merasakan kebahagiaan untuk beberapa saat.
Setelah menuliskan beberapa kata dibuku diarynya, Bintang pun memejamkan matanya. Tak lama kemudian Keenan pun masuk ke dalam kamar dan menghampiri Bintang sembari duduk di bibir ranjang dan mengelus kepala Bintang.
Keenan pun mengedarkan kepalanya ke seisi kamar Bintang dan melihat ada buku diary Bintang di atas nakas. Keenan yang melihatnya pun merasa penasaran dan membuka buku tersebut.
"Semoga kamu bahagia terus dek. Dan kamu bisa tegar saat dia kembali lagi ke Langit." Ucap Keenan dan kemudian pergi dari kamar Bintang.
Bintang yang tak benar-benar tidur pun terbangun dan bertanya-tanya. "Dia siapa emangnya? Dan ada hubungan apa sama kak Langit?"
βββ
"Pagi Sayang." Ucap Keenan yang baru saja turun ke ruang makan.
"Pagi juga Abang." Balas Bintang sembari mencium kedua pipi Keenan.
"Cepetan gih makan terus kita berangkat." Suruh Keenan pada Bintang.
"Iya Bang siap." Ucap Bintang lalu memakan sarapannya.
Setelahnya pun mereka berdua pergi kesekolah.
"Nanti ke kantin ya, Abang jemput." Ucap Keenan.
Saat ini Keenan sedang mengantarkan Bintang kekelasnya.
"Nggak usah Bang nanti Bintang nggak ke kantin" ucap Bintang.
__ADS_1
"Loh emang kenapa?" Tanya Keenan.
"Nanti Bintang mau ke perpustakaan, lagipula Bintang bawa bekal kok" Jawab Bintang.
Tak terasa mereka pun sampai didepan kelas Bintang.
"Yaudah kalau gitu belajar yang rajin ya, Abang kekelas dulu" Ucap Keenan lalu mencium kening Bintang dan sontak membuat siswa siswi yang melihat menjerit iri.
Setelahnya Bintang pun memasuki kelasnya sedangkan Keenan menuju kelasnya sendiri. Sesampainya Keenan dikelas dia sudah disambut oleh teman-temannya.
"Yoo ma bro baru berangkat?" Tanya Satria pada Keenan.
"Dari tadi cuma nganterin Bintang kekelasnya dulu."
"Kayaknya lo sayang banget sama Bintang Ken?" Tanya Dimas.
"Jelaslah sayang banget, diakan adik gue satu satunya dan lagipula gue kan emang dari kecil pengen banget punya adik cewek." Jawab Keenan.
"Andai aja Bintang itu adek gue kayaknya bakalan ayem banget hidup gue." Ucap Arsen yang membuat tanda tanya besar untuk teman-temannya.
"Lah emang kenapa? Lo kan juga punya adik cewek" Tanya Langit.
"Ya lo kayak nggak tahu adek gue kek apa. Si Acha kan nggak kayak cewek udah tomboy, pecicilan lagi pokonya nggak kayak Bintang yang feminim, cantik, baik, dan yang paling penting dia itu kalem." Ucap Arsen.
"Lah terus lo mau tukeran adik gitu sama Keenan?" Tanya Langit.
Keenan yang mendengar itupun langsung melototkan matanya dan bersiap untuk memaki Arsen namun ia urungkan karenan melihat seseorang di belakang Arsen.
"Nggak gue Bintang aja udah cukup kok." Jawab Keenan ragu.
"Nah maka dari itu, bawaannya gue pingin banget buang tuh anak dirawa rawa." Ucap Arsen yang tak ditanggapi oleh teman-temannya.
"Oh jadi lo pengen buang gue dirawa rawa? Sebelum lo buang gue, gue bakal buang lo duluan." Ucap Acha yang sedari tadi berada dibelakang Arsen sambil menjewer kuping Arsen. Teman temannya yang melihat itupun sontak menahan tawa.
"Eh nggak kok Cha gue cuma bercanda doang, lepasin tangan lo dong sakit nih kuping gue." Ucap Arsen memohon pada Acha.
"Kagak mau."
"Nanti gue turutin apa yang lo mau deh Cha."
"Beneran ya kagak bohong?"
"Iya beneran sekarang lepasin dulu."
Acha pun melepaskan tangannya dari telinga Arsen dan memalingkan wajahnya ke arah teman teman Arsen.
__ADS_1
"Kalian tadi ngomongin Bintang adeknya Bang Ken, emang Bang Ken punya adik?" Tanya Acha.
"Punya dia temen sekelas lo kok." Jawab Keenan.
"Oalah Bintang yang nggak punya temen itu." Ucap Acha sembari mengetuk ngetukkan jarinya pada dagu.
"Ya makanya lo ajak dia temenan." Ucap Arsen.
"Orang dia diem aja dikelas jadinya guenya kan nggak enak, takut ganggu." Ucap Acha.
"Dia sebenarnya nggak gitu kok." Ucap Keenan.
"Yaudah gue kekelas dulu ya nanti gue telat." Ucap Acha sembari ngacir pergi kekelasnya.
"Lah emang tuh anak pernah nggak telat Sen?" Tanya Satria.
βββ
Acha pun mengedarkan penglihatannya begitu sampai dikelas mencari keberadaan Bintang. Begitu menemukan Bintang dia pun langsung menghampirinya.
"Hai lo adeknya Bang Ken kan?" Tanya Acha begitu sampai dibangku Bintang.
"Lo siapa?"
"Ya ampun masa lo nggak tahu gue sih? Padahal kita udah setahun sekelas lo." Kesal Acha.
"Ya maaf, gue emang nggak tahu." Ucap Bintang.
"Oke kalau gitu kenalin nama gue Natasha Salsabila, panggil aja Acha. Dan gue adeknya Arsen temen abang lo." Ucap Acha sembari mengulurkan tangannya.
"Oh gitu, salam kenal." Jawab Bintang singkat.
"Gue boleh kan duduk disamping lo?"
"Duduk aja."
"Oke mulai saat ini lo jadi temen gue." Ucap Acha sambil duduk disebelah Bintang.
"Eh?" Jawab Bintang mengerutkan dahinya.
"Iya mulai saat ini lo jadi temen gue, biar lo ada temennya."
"Serah lo aja deh." Jawab Bintang singkat lalu melanjutkan membaca bukunya.
ππππππππ
__ADS_1
TBC