
Sekarang Bintang sedang makan bakso dikantin sendirian. Iya sendirian karena tidak ada yang berteman dengannya, mungkin karena Bintang yang tidak mudah bergaul atau entahlah.
Kantin seketika heboh karena kedatangan The Most Wanted Boy mereka. Ya mereka adalah Langit and the geng.
"OMG jodoh gue dateng"
"Aduh, udah cantik belum gue"
"Ya ampun Keenan cute banget sih"
"Cowok gue semua itu udah"
Dan masih banyak lagi.
"Eh Ken itu Bintang bukan sih?" Tanya Arsen.
Keenan pun langsung mengalihkan pandangannya.
"Iya itu dia. Emang kenapa?" Ucap Keenan.
"Kok dia sendirian aja sih Ken?" Tanya Dimas.
"Dia kagak punya temen." Jawab Keenan cuek.
"Kalau gitu kita aja yang temenin yok!" Ucap Satria sambil berjalan mendekati meja Bintang. Mau tak mau teman temannya pun mengikuti dibelakang.
Sontak semua siswa siswi yang ada dikantin pun mulai bisik bisik tidak suka pada Bintang.
Dan saat itu Bintang yang sedang makan telur puyuhnya pun sontak kaget.
"Hai adik manis." Sapa Satria yang sudah diikuti oleh yang lainnya.
"Ha..hai kak." Jawab Bintang ragu.
"Jangan takut dek kita nggak jahat kok." Ucap Satria.
"Iya kak." Jawab Bintang dengan senyum manisnya.
"Ihh manis banget sihh." Ucap Satria dengan menyubit pipi Bintang. Sedangkan semua temannya pun hanya memperhatikan Satria sambil menunggu Dimas yang pesan makanan.
Saat sedang memperhatikan Bintang mata Keenan pun jatuh pada Bakso Bintang. Dan seketika dia pun melebarkan matanya.
"Dek tadi lo pesen Bakso isi telur puyuh?" Tanya Keenan.
"Iya Bang emang kenapa?" Jawab Bintang polos.
"Dan telurnya lo makan dek?" Tanya Keenan lagi dan dijawab anggukan oleh Bintang.
"OMG dek lo kan alergi sama telur puyuh kenapa dimakan?" Ucap Keenan panik dan benar saja Bintang pun langsung merasakan kulitnya yang gatal gatal dan Bintang pun juga merasakan pusing pada kepalanya.
"Sakit Bang." Ucap Bintang lemah.
__ADS_1
Sontak Keenan pun langsung mengangkat tubuh Bintang dan langsung berlari menuju ke parkiran serta diikuti oleh teman-temannya termasuk Dimas yang telah meninggalkan makanannya diatas meja.
"Tolong angkat dia. Biar gue yang nyupir " Ucap Keenan pada Langit.
Dengan kecepatan diatas rata rata Keenan pun langsung melesat menuju rumah sakit tak lupa dia menghubungi orang tuanya. Bintang yang berada dibelakang dan dipangku oleh Langit pun terus merintih kesakitan.
"Ba.. bang sa.. sakit" rintih Bintang.
"Iya dek tunggu ya bentar lagi sampek." Jawab Keenan.
Langit yang memangku Bintang pun sesekali menghapus air mata Bintang. Sambil sesekali mengelus kepala Bintang menenangkannya.
Sesampainya di rumah sakit Bintang pun langsung ditangani oleh dokter tak lama kemudian kedua orang tuanya datang.
"Gimana keadaan Bintang Bang?" Tanya Clara sang Mama.
"Masih ditangani dokter Ma." Jawab Keenan.
"Udah Ma. Bintang pasti nggak papa kok." Ucap Varo Papanya sambil mengelus pundak Clara.
Tak lama kemudian dokter pun keluar.
"Bagaimana keadaan Bintang dok?" Tanya Clara begitu dokter keluar.
"Bintang tidak apa-apa bu dan dia bisa langsung dibawa pulang." Jawab sang Dokter.
"Syukurlah Pa." Ucap Clara sembari memeluk Varo.
"Kalau begitu saya permisi, Bintang sudah bisa ditemui." Pamit sang Dokter.
"Eh bro lo sebenarnya dia siapa lo sih?." Ucap Arsen.
"Dia Bintang adik gue." Ucap Keenan.
"Kok lo nggak cerita sih?" Tanya Satria.
"Besok gue ceritain di sekolah." Jawab Keenan.
"Eh tapi besokkan libur. Jadi lo baru bisa jelasin senin dong?" Ucap Dimas.
"Ya mau gimana lagi. Btw makasih ya udah mau bantuin gue bawa Bintang kesini." Ucap Keenan.
"Iya bro santai aja. Kalau gitu kita pamit dulu ya. Sekalian salamin buat nyokap bokap lo." Pamit Langit.
"Eh iya bro hati hati ya." Ucap Keenan yang diangguki oleh teman-temannya.
Keenan pun masuk kedalam ruangan Bintang dan menghampirinya adiknya.
"Lain kali jangan gini lagi ya dek." Ucap Keenan sambil mengelus kepala Bintang.
"Iya Bang." Jawab Bintang.
__ADS_1
"Kamu juga Bang jagain adiknya." Ucap Varo.
"Iya Pa."
"Oh iya dimana teman teman kamu Keenan?" Tanya Clara.
"Mereka udah pulang Ma. Oh iya mereka tadi nitip salam." Jawab Keenan.
"Waalaikumsalam." Jawab kedua orang tuanya.
"Yaudah kalau gitu sekarang kita beres beres ya sayang abis itu pulang." Ucap Clara.
"Iya Ma."
☁☁☁
"Eh kalian nggak kepo gitu kenapa Keenan nggak cerita soal adiknya?" Tanya Satria.
"Iya ya kenapa? Padahal kan adiknya cantik banget sapa tau bisa gue gebet." Ucap Arsen.
"Itu mah mau lo!" Ucap Dimas sembari menonyor kepala Arsen.
"Udahlah lagi pula Keenan kan bakalan jelasin nanti." Ucap Langit.
"Iya sih tapi gue kepikiran aja gitu." Ucap Satria.
"Udah mendingan lo pesen makanan gih, kan tadi kita belum sempet makan." Suruh Langit.
"Eh iya lo pesen gih Dim." Titah Satria.
"Eh kok gue lagi sih kan tadi udah gue." Bantah Dimas.
"Yaudah kalau gitu gue aja." Ucap Arsen.
Mereka tidak kembali ke sekolah melainkan pergi ke Cafe biasa mereka nongkrong. Dan lagi pula mereka sudah meminta izin kepada pihak sekolah. Untuk urusan tas mereka bisa meminta tolong kepada Angel dkk.
☁☁☁
"Kamu istirahat gih dek supaya tenaga kamu pulih." Ucap Keenan.
"Tapi temenin ya Bang." Rengek Bintang.
"Ihh kayak anak kecil aja sih." Goda Keenan sembari mencubit pipi Bintang.
"Huaa Abang jangan cubit cubit dong pokoknya nggak mau tau Abang harus nemenin Bintang." Ucap Bintang.
"Iya iya Abang temenin ayo sini bayi besarnya Abang biar Abang peluk."
Bintang pun mendekat pada Keenan dan menelusupkan wajahnya ke dada bidang Keenan. Dia mengeratkan pelukannya yang juga dibalas oleh Keenan.
"Tidur yang nyenyak sayang." Ucap Keenan sembari mengecup kepala Bintang. Hingga akhirnya Keenan pun ikut terlelap bersama Bintang.
__ADS_1
🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌
TBC