LANGIT

LANGIT
Kesal


__ADS_3

Saat Nessya keluar dari pagar rumah nya, ia terkejut melihat keberadaan Mahesa yang seperti sedang menunggu seseorang di depan pagar rumah nya.


"Loh, Hesa ngapain disini?" tanya Nessya binggung.


Hesa terdiam sejenak memperhatikan Nessya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


......................


"Lo sakit ya?" tanya Hesa iya tidak menjawab pertanyaan Nessya tadi.


"Gak kok, Lo buta ya gue sehat gini bisa berdiri bisa jalan" jawab Nessya.


"Asem Lo, kalau gue buta gimana caranya gue bawa motor"


"Udah deh, ngapain sih Lo di depan rumah gue?" tanya Nessya


"Gue sengaja aja mau jemput" ucap Mahesa


"Apaan sih sa, gue gak suka ya sama Lo, jadi jangan berharap" jawab Nessya kepedean.


"Cih... pede banget Lo, ini juga kalau bukan karena kemauan langit gue mah ogah" Jawaban Hesa membuat Nessya tersenyum kegirangan.


"Heh... kesambet Lo, senyam-senyum gue tau kok Lo ngejar-ngejar Mahesa gue tau, tapi Lo jangan kepedean juga kali" ucap Hesa lagi


"Sirik aja Lo sama kehidupan rumah tangga gue, yaudah yuk ke sekolah" ucap Nessya lalu menaiki motor Hesa tanpa ijin.


"Naik-naik aja Lo belum juga gue suruh"

__ADS_1


"Aelah kan emang tujuan nya jemput gue kan, jadi gak masalah gue naik"


tanpa menjawab, Mahesa lalu menjalankan motor nya menuju sekolah.


Di sekolah 📍


Tanpa mengucapkan terima kasih kepada Hesa, Nessya langsung berlari menuju kelas Langit.


"Astaga woii, makasih yaaa makasihhh" teriak Mahesa dari atas motor nya.


"Sama-sama" teriak Nessya.


sedangkan di dalam kelas ipa, kini langit tengah fokus membaca buku biologi, dan kefokusan itu hilang seketika, saat Nessya datang dan berbicara pada langit.


"Haii langit, Lo ternyata perhatian juga yaa" ucap Nessya bahagia lalu duduk di sebelah kursi langit.


"jangan ganggu gue, lagian mana ada orang baca buku bisa stres, mungkin Lo kali yang stres" jawab langit lalu kembali membaca buku.


belum sempat Nessya menjawab tiba-tiba Hesa datang dan menarik kursi agar duduk tepat di depan meja langit.


"Udah ya Lang, berarti selesai kan hukuman taruhan nya" Ucap Hesa.


Langit tak menjawab, ia hanya fokus membaca, berbeda dengan Nessya yang kini sudah berubah menjadi mode kesal, apa kata hesa, ia hanya bahan hukuman taruhan, benar-benar sial banget.


"Tega benget gue Lo jadikan hukuman, bahan taruhan ngeselin Lo Lang" ucap Nessya lalu pergi dari kelas langit.


"Tenang nya dunia" Ini Mahesa yang bicara.

__ADS_1


Langit melihat kepergian Nessya tetapi tidak berniat sama sekali mengejar nya.


"Lang, Lo mau tau gak" Ucap Mahesa membuat penasaran.


langit meletakan bukunya dan menatap Mahesa bersiap mendengar apa yang lelaki itu katakan.


"Gue dengar suara ribut-ribut dari dalam rumah Nessya, dan juga gue liat Nessya mata nya sembab dan bengkak" cerita Hesa.


Langit hanya diam mendengarkan apa yang diceritakan oleh Mahesa.


"Gue rasa dia korban penganiayaan mama nya deh" ucap Hesa menebak.


"Gue gak tau sa, dan gak mau tau urusan orang lain" jawab Langit.


"Iya deh cowok cool emang beda" Ujar Hesa lalu pergi keluar kelas mereka.


Nessya memasuki kelas nya dengan wajah kesal, Rini yang tadinya ingin bercerita tentang sesuatu hal yang penting, malah menunda nya dikarenakan melihat wajah Sabahat nya yang tidak bersahabat.


"Kenapa Lo?" tanya Rini


Nessya duduk di bangku nya dan menaruh tas nya di kursi, "Gue sial banget hari ini" jawab Nessya.


Rini mengangguk saja, ia membiarkan Nessya memiliki waktu untuk menenangkan diri.


jangan lupa vote dan like ya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2