LANGIT

LANGIT
Dua


__ADS_3

Kring..


Kring..


Kring..


Suara alarm berbunyi memekak telinga. Namun Langit belum juga bangun dari tidurnya, padahal alarm itu sudah berbunyi untuk kesekian kalinya.


"Kak Langit bangun! Udah pagi tau, nanti kalau kakak nggak bangun dimalahin mama balu tau laca" suara Adel adik Langit yang masih berumur 5 tahun langsung membuat Langit bangun.


Pria itu langsung bangun dan menyubit pipi chubby Adel. Sehingga sang empu pun memekik kesakitan.


"Ihh kak Langit cakit tau! Emang kak Langit mau Adel cubit campe cakit juga!" Ucap Adel yang mulutnya sudah mengerucut.


"Uluh uluh adik kakak yang cantik marah ya? Maafin kakak ya, mulutnya jangan gitu dong" ucap Langit sembari mengelus pipi sang adik.


"Yaudah Adel mau kelual dulu. Kakak mandi ya, nanti kebawah udah ditunggu cama Mama." Ucap Adel kemudian dia keluar dari kamar Langit.


☁☁☁


"Pagi semua." Sapa Langit pada semua anggota keluarganya.


"Pagi sayang cepetan makan, habis itu berangkat nanti kamu bisa telat." Ujar Lena Mama Langit.


Mereka semua pun makan dengan tenang tanpa ada pembicaraan.


"Yaudah Ma, Pa Langit berangkat duluan ya." Ucap Langit berpamitan.


"Iya hati-hati sayang." Ucap Lena.


"Kalau gitu Papa juga berangkat ya Ma." Ucap Adam Papa Langit.


"Iya Pa hati-hati." Jawab Lena sembari mengecup pipi suaminya.


☁☁☁


"Bang. Bintang ke kelas duluan ya!" Ucap Bintang sembari mencium pipi kakaknya.


"Iya. Semangat belajarnya ya dek." Jawab Keenan.


"Iya Abang juga. Bye Bang." Ucap Bintang.


"Bye." Ucap Keenan.


Setelah mengemasi barangnya Keenan pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju kelasnya. Sepanjang perjalanan banyak sekali yang berbicara tentangnya.


"OMG Keenan pacar gue makin hari kok makin cakep sih!"


"Iya bener. Eh tadi dia berangkat sama cewek lo"

__ADS_1


"Eh yang bener lo. Sama siapa?"


"Bener. Kayaknya kelas 11 deh"


"Cantik nggak dia?"


"Cantik imut lagi"


Keenan hanya tersenyum mendengar itu. Memang tak heran, karena ini adalah pertama kalinya Bintang datang bersamanya. Sebenarnya mereka bisa saja berangkat bersama setiap hari. Hanya saja Bintang tidak ingin dia menjadi jalan para fans Keenan untuk mendekati Keenan.


Hari ini mereka datang bersama pun karena paksaan dari Keenan. Keenan bilang kalau dia akan memastikan bahwa semua siswa tidak akan tahu mengenainya terutama sahabatnya sehingga Bintang pun menyetujuinya.


Keenan pun sampai dikelasnya dan segera menyapa para sahabatnya.


"Hai bro! Selamat ya atas kemenangan kalian. Maaf kemarin gue nggak bisa datang karena ada hal yang nggak bisa ditunda." Sapa Keenan.


"Hai ma bro!! Nggak papa kok lagi pula lo kan ada urusan." Jawab Dimas.


"Iya bro kita ngertiin kok." Tambah Arsen.


"Eh Satria sama Langit mana?" Tanya Keenan.


"Si Langit biasalah sama si Angel. Kalau Satria palingan lagi keliling tp tp." Jawab Arsen.


Keenan pun duduk di kursinya lalu membuka HP nya. Dia hanya sekedar membuka akun sosial medianya. Begitupun para sahabatnya mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


"Eh hai bro. Apel mulu lo masih pagi juga." Ucap Keenan.


"Apel apaan orang gue aja baru dateng." Jawab Langit.


"Eh kirain. Biasanya kan lo apel mulu." Ucap Arsen.


"Iya lo kan bucin." Timpal Dimas seketika membuat sahabatnya terkekeh.


"Gue nggak bucin kali. Mau ditaruh mana muka gue." Ucap Langit kesal.


"KEENAN!!!" Suara menggelegar dari pintu kelas pun sontak membuat seisi kelas menoleh.


"Hehehe kok pada liatin gue sih? Gue tau gue ganteng kok tapi nggak gitu juga kali." Ucap Satria cengengesan.


Ucapan Satria seketika membuat para teman temannya mendengus kesal. Satria pun hanya terkekeh sambil menuju kearah sahabatnya.


"Lo ngapain tadi manggil gue kenceng banget?" Tanya Keenan.


"Eh iya ampir lupa. Gue mau marahin lo." Ucap Satria sambil menepuk kepalanya.


"Marahin kenapa?" Tanya Keenan bingung.


"Lo jahat banget tau nggak sama kita. Udah punya pacar tapi nggak bilang bilang, mana pacar lo cantik banget lagi." Cerocos Satria.

__ADS_1


"Beneran Sat?" Tanya Langit.


"Beneran Lang tadi gue liat dengan mata kepala gue sendiri."


"Tadi itu..." Ucap Keenan.


"Udah lo jawab nanti aja. Dan kalian tau nggak siapa pacar Keenan?" Sela Satria.


"Nggak tau lah orang lo nggak ngasih tau." Ucap Arsen.


"Hehehe. Jadi pacar Keenan itu cewek yang kemarin di Cafe itu loh" Ucap Satria.


"Yang beneran lo? Berarti bener dong apa yang gue liat kemarin." Ucap Dimas.


"Lo liat apaan emang?" Tanya Langit.


"Kemarin gue liat tuh cewek masuk ke mobil dan mobil itu persis sama mobilnya Keenan." Jawab Dimas.


"Emm lo salah liat kali Dim." Ucap Keenan.


"Nggak orang gue tuh hapal banget sama selum beluk mobil lo." Bantah Dimas.


"Wah lo jahat Ken. Punya cewek secantik dan seimut gitu nggak bilang bilang." Ucap Arsen.


"Eh btw namanya siapa Ken terus dia kelas apa?" Tanya Dimas.


"Namanya Bintang. Kelas 11 IPA 1." Jawab Keenan.


"Wah akhirnya lo ngaku juga. Emang dari kapan lo pacaran sama dia?" Tanya Satria.


"Gue nggak pacaran sama dia." Jawab Keenan.


"Kalau gitu buat gue aja Ken." Gurau Arsen.


"Nggak papa asalkan lo nggak nyakitin dia." Ucap Keenan serius.


"Eh gue bercanda kok Ken." Ucap Arsen.


"Lo serius juga nggak papa. Pokoknya lo nggak nyakitin dia dan kalau lo nglakuin itu lo akan berhadapan dengan gue. Dan untuk dia siapa gue, kalian akan tau nanti." Ucap Keenan.


"Udahlah bro. Suasananya jadi tegang gini nggak enakkan jadinya." Ucap Dimas.


"Hahaha iya ya. Tapi gue serius kok, kalau kalian mau deketin gue fine fine aja kok." Ucap Keenan yang dibalas dengan anggukan oleh teman-temannya.


Percakapan mereka pun akhirnya berakhir karena Bu Mita sudah memasuki kelas dan memulai pelajaran.


🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌


TBC

__ADS_1


__ADS_2