LANGIT

LANGIT
Delapan


__ADS_3

Bintang memasuki perpustakaan dengan langkah santainya, sesekali matanya melirik kekanan kiri melihat keadaan perpus. Seperti biasa tempat ini selalu sepi karena jarang dikunjungi, yang mengunjunginya mungkin hanya orang-orang pandai atau kutu buku? Juga mungkin beberapa siswa yang hanya numpang ngadem sama minta WiFi gratis.


Bintang melangkahkan kakinya ke rak buku khusus fiksi disana dia mencari novel yang mungkin akan menemani beberapa harinya. Bintang memang merupakan penggila novel bahkan dia juga salah satu pembaca *******.


Setelah menemukan sebuah novel Bintang pun menuju tempat biasanya dia duduk. Namun saat sampai tempatnya dia melihat seseorang yang duduk di kursinya sambil menelungkupkan wajahnya.


"Ini siapa ya? Kok duduk disini biasanya kan nggak pernah ada." Bintang bertanya-tanya.


"Emm.. apa aku bangunin aja ya? Eh jangan deh kayaknya kasihan. Lagipula disini masih ada tempat untuk dirinya duduk, sebelum dirinya beranjak ada sebuah suara yang menginterupsi.


"Lo mau duduk disini? Duduk aja biar gue pindah dikursi sebrang." Sontak suara itu membuat Bintang menoleh ke sumber suara.


"Loh Kak Langit? Nggak papa kok kak kalau kakak masih mau disitu, aku bisa cari tempat lainnya." Ucap Bintang.


"Nggak papa lo duduk disini aja, biar gue pindah kesitu." Ucap Langit sambil menunjuk kursi diseberangnya dengan dagu.


"Emang nggak papa kak?" Tanya Bintang memastikan.


"Nggak papa duduk aja." Ucap Langit sembari beranjak dan pindah ke bangku sebrang.


"Makasih kak. Oh iya kakak kok nggak kekantin sama Bang Ken?" Ucap Bintang sembari duduk di kursinya.


"Nggak papa lagi nenangin pikiran aja." Jawab Langit.


"Lagi banyak pikiran ya kak? Kalau kakak mau cerita, cerita aja nggak papa siapa tahu aku bisa bantu. Emm tapi nggak maksa kok." Ucap Bintang agak ragu.


"Iya gue lagi banyak pikiran. Lo tau kan kemarin gue abis mutusin Angel? Sebenernya Angel itu bukan satu satunya pacar gue saat itu." Ucap Langit yang membuat Bintang kaget bukan main.


"Sebenarnya gue pacaran sama Angel cuma buat pelampiasan karena gue ada masalah sama pacar gue. Tapi lama lama gue ada rasa sama dia ya walaupun nggak terlalu sih, jadi gue nggak susah buat lupain rasa itu. Tapi masalahnya pacar gue cinta pertama gue dia bakalan sekolah disini, kemarin dia baru aja daftar disini." Ucap Langit.


"Ya kan enak kakak bisa deket sama orang yang kakak cintai." Ucap Bintang berusaha tegar walaupun sebenarnya hatinya sakit.


"Masalahnya gue takut kalau dia disakitin sama Angel." Jawab Langit.


"Ya tapi kan ada kak Langit, jadi kakak bisa jagain dia kapan pun." Ucap Bintang.


"Makasih ya udah mau dengerin gue, kalau gitu gue mau kekantin dulu ya laper. Atau lo mau ikut juga?" Ucap Langit.


"Iya sama sama kak, kakak kekantin aja aku mau lanjut baca novel." Tolak Bintang halus.


"Yaudah gue pergi dulu ya." Ucap Langit yang diangguki oleh Bintang.


Bintang pun memperhatikan Langit yang melangkah menjauh dan hilang dibalik rak buku.


"Apa ini yang dimaksud Bang Ken kemarin? Ya Tuhan cepet banget sih kebahagiaan hilang dari hidupku." Keluh Bintang dalam Batin.


☁☁☁


"Gimana bro udah selesai kencan sama bukunya?" Tanya Arsen begitu Langit sampai dimeja mereka.


"Kencan, pala lo. Orang gue tadi disana abis nenangin pikiran." Ucap Langit setelah menjitak kepala Arsen.


"Terus sekarang dah selesai dah selesai Lang?" Tanya Dimas.


"Dah tadi gue dapet pencerahan dari adiknya Ken." Jawab Langit.


"What? Lo tadi sama Dedek Bibin? Wah lo jahat banget Lang nikung gue, emang salah gue ke lo apa?" Teriak Satria heboh sambil memasang raut sedihnya.


"Berisik ****** bikin malu aja." Ucap Arsen sambil menjitak Satria.

__ADS_1


"Bairin abis Langit sukanya nikung temen sendiri." Rengut Satria.


"Otak lo kayaknya udah geser deh Sat." Ucap Dimas.


"Beneran lo dapet pencerahan dari Bintang Lang?" Tanya Keenan.


"Iya tadi dia buat gue lebih tenang." Jawab Langit.


"Kok bisa?" Tanya Dimas.


Langit pun menceritakan semua yang terjadi di perpustakaan tadi.


"Jadi dia udah tau semua." Gumam Keenan.


"Lo bilang apa Ken?" Tanya Satria.


"Eh nggak kok yuk kekelas udah mau bel nih." Jawab Keenan mengalihkan pembicaraan.


"Yaudah yuk nanti kita telat, gue males denger bacotan hari ini." Ajak Langit sembari langsung berjalan meninggalkan teman-temannya.


☁☁☁


Bintang sedang duduk ditepi kolam renang rumahnya sembari sesekali memetik gitar yang dipangkunya. Sebenarnya Bintang tak bisa memainkannya jadi dia memetiknya asal saja.


"Permainan kamu jelek banget dek." Ejek Keenan yang baru saja datang mengejek Bintang.


"Biarin kan Abang tau sendiri kalau aku nggak bisa mainin gitarnya."


"Sini biar Abang mainin gitarnya kamu yang nyanyi." Ucap Keenan sembari mengambil gitar dari pangkuan Bintang.


"Nyanyi lagu apa Bang?" Tanya Bintang.


"Yaudah lagu Pupus aja Bang, Abang bisa kan?" Putus Bintang.


"Bisa dong apa sih yang nggak Abang bisa. Yuk mulai ya." Keenan pun mulai memetik gitarnya.


🎶Aku tak mengerti🎶


Apa yang kurasa


Rindu yang tak pernah


Begitu hebatnya


🎶Aku mencintaimu🎶


Lebih dari yang kau tau


Meski kau takkan pernah tau


Aku persembahkan


Hidupku untukmu


Telah ku relakan


Hatiku padamu


🎶Namun kau masih bisu🎶

__ADS_1


Diam seribu bahasa


Dan hati kecilku bicara


Baru kusadari


Cintaku bertepuk sebelah tangan


Bintang pun menetaskan air matanya sontak saja itu membuat Keenan ikut menjadi sedih.


🎶Kau buat remuk seluruh hatiku🎶


Semoga waktu akan mengilhami


Sisi hatimu yang beku


Semoga akan datang keajaiban


Hingga akhirnya kaupun mau


🎶Aku mencintaimu🎶


Lebih dari yang kau tau


Meski kau takkan pernah tau


Baru kusadari


Cintaku bertepuk sebelah tangan


Kau buat remuk seluruh hatiku


Seluruh hatiku


Setelah menyelesaikan lagunya Langit pun langsung memeluk Bintang erat.


"Uda ya dek jangan sedih, mungkin belum waktunya kamu mengenal cinta. Dan kalaupun kamu jodoh sama Langit pasti kalian akan bersatu." Ucap Keenan sambil mengelus kepala Bintang sayang.


"I..iya Bang, seandainya aja aku dari dulu lupain perasaanku pasti sekarang nggak akan gini" Jawab Bintang.


"Nggak kamu nggak salah kok." Ucap Keenan menenangkan.


"Wah ada apa ini kok kalian pelukan gitu? Terus kok Bintang nangis?" Suara Clara yang tiba-tiba menghampiri mereka berdua.


"Biasa Ma urusan anak muda." Ucap Langit.


"Oh gitu. Kalian masuk gih udah malem nggak baik kelamaan diluar." Ucap Clara.


"Iya Ma, yuk dek masuk." Ajak Keenan.


"Gendong Bang, oh iya Bintang tidur sama Abang ya." Rengek Bintang pada Keenan.


"Iya iya dasar manja." Ucap jangan sambil mencubit hidung adiknya.


"Ihh Abang." Jerit Bintang.


"Udah Bang jangan diganggu adiknya." Lerai Clara.


🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌

__ADS_1


TBC


__ADS_2