LANGIT

LANGIT
Sebelas


__ADS_3

Sesampainya dirumah Bintang, Angga pun mengedarkan pandangannya pada rumah tersebut. Karena dia merasa tak asing dengan rumah ini.


"Gue kok kayaknya nggak asing ya Bin sama rumah lo"


"Hah masa sih?"


"Iya beneran rasanya gue udah pernah dateng kesini."


"Cuma perasaan lo kali."


Sedangkan Keenan yang mendengar suara deru motor berhenti pun langsung terburu buru melihatnya. Pasalnya Bintang tadi bilang kalau dia nebeng ke Langit dan yang dia tau Langit tadi berangkat menggunakan mobil lantas kenapa yang terdengar deru motor.


"Loh Bintang kok kamu baru pulang?" Tanya Keenan begitu sampai digerbang.


"Eh iya Bang tadi aku mampir ke taman dulu. Oh iya Bang kenalin temenku Naven namanya."


"Hai Bang Ken" Angga melambaikan tangan kearah Keenan. Dan sontak saja Bintang dan Keenan bingung karena bahkan Keenan belum mengenalkan dirinya tapi Angga sudah tau.


"Lah lo kok tau nama gue?"


"Lah Bang lo lupa gitu sama adik lo yang paling cakep sejagat raya."


"Tunggu kalimat itu nggak asing buat gue."


Angga pun melepaskan helmnya dan turun dari motor seraya berkata "Hai Bang Ken dedek tamvanmu ini sudah come back" dan menaik turunkan alisnya diakhir kata.


"Eh Angga dugong kapan lo balik dari luar?"


"Nanti gue ceritain sekarang lo ajak gue masuk ya" Ucap Angga yang mendapat jitakan dari Keenan.


"Yee kagak tau diri lo yaudah yuk masuk."


"Ehh lo mau kemana rangkul rangkul adek gue? Nih motor lo bawa masuk dulu." Lanjut Keenan


"Bawa motor gue masuk Bang, gue bawa masuk Bintang aja." Ucapnya santai dengan masih berjalan.


"Dasar kurang ajar ya lo." Kesal Keenan namun dia tetap saja membawa motor Angga masuk dia nggak mau ambil resiko kalau motor itu ilang.


Saat Keenan masuk ternyata Angga sedang duduk sambil menikmati minuman yang tersaji sendirian mungkin Bintang sedang ganti baju.


"Wah berasa tuan rumah ya lo"


"Yayadong kan tamu adalah raja jadi tau sendirikan tuan rumah adalah apa."


"What? Jadi lo bilang kalau gue babu gitu?"


"Lah gue nggak bilang orang lo sendiri yang bilang."


"Yadeh serah lo, sekarang lo cerita"


"Bentar nunggu pacar gue dulu."


"Pacar lo? Siapa?"


"Adek lo lah"


"Heran gue secantik itukah adek gue sampek buat lo sama Satria ngaku ngaku pacarnya?"

__ADS_1


"Satria siapa Bang?"


"Satria ******* lo!!"


"What? si ******* ngaku ngaku pacarnya Bintang? Wah nggak bisa dibiarin ini." Ucap Angga sambil mengepalkan tangannya seperti mau meninju seseorang.


"Lah lo mau ngapain? Orang lo juga ngaku ngaku."


"Biarin pokoknya ******* nggak boleh suka Bintang." Ucapnya sambil meninju tangannya keatas.


"Naven kamu ngapain?" Ucap Bintang bingung begitu sampai diruang tamu.


"Eh enggak kok." Jawab Naven kikuk sambil menurunkan tangannya.


"Nggak itu tadi Angga mau...emmm...emmm" Ucap Keenan tidak jelas karena mulutnya dibungkam oleh Angga.


"Udah lo diem aja gue mau cerita sekarang." Sahut Angga.


"Oke jadi gini ceritanya aduh..." Ucapan Angga terhenti karena dia dijitak oleh Keenan dan sontak tangannya terlepas untuk mengelus kepalanya.


"Lo kalau mau cerita lepas dulu **** kan engap gue jadinya." Ucap Keenan ngos ngosan.


"Ya maap, oke kalau gitu gue cerita dulu. Jadi gue tuh pulang dari luar baru tadi pagi dan karena gue gabut akhirnya gue pun pergi ketaman. Niatnya nyari udara seger eh dapet bonus bidadari tapi sayangnya dia lagi nangis jadi gue samperin dong kan lumayan. Dan nggak taunya tuh bidadari adik lo."


Bintang yang mendengar ucapan Angga pun hanya tersipu malu.


"Tunggu bentar lo bilang adik gue nangis? Kamu nangis kenapa dek?" Ucap Keenan penuh selidik.


"Engg..enggak kok kak siapa juga yang nangis aku nggak nangis kok."


"Boong tuh bang." Ucap Angga.


"Kamu kenapa kok bisa nangis?" Tanya Keenan dengan tatapan mengintimidasi.


"Nggak papa kok Bang nggak penting."


"Jujur aja deh Dek."


"Tadi sebenarnya aku bareng Kak Langit tapi aku minta turunin karena kesel sama sikap pacarnya Kak Langit."


"Et et tunggu lo suka Bang Langit?" Sela Angga.


"Eng enggak kok." Bohong Bintang.


"Udah jangan bohong deh. Berarti Langit yang lo sebut ditaman tadi itu Bang Langit kan." Angga menyimpulkan.


"Iya deh aku ngaku tapi jangan bilang siapa siapa ya."


"Kalau gue nggak mau gimana?"


"Ya harus mau kalau kamu nggak mau ya jangan temenan sama aku." Ucap Bintang mencebikkan mulutnya.


"Iya iya gitu aja ngambek. Gue nggak bakal bilang siapa siapa kok." Ucap Angga sambil mengacak rambut Bintang.


"Ihhh Naven jangan diajak berantakan kan jadinya."


"Udah udah Ngga lo jangan ganggu adik gue mulu." Lerai Keenan.

__ADS_1


"Eh Bang suruh temen temen lo kesini deh."


"Punya hak apa lo nyuruh nyuruh gue?"


"Ya terserah gue lah."


"Hem ya serah lo dah."


Keenan pun memberitahu teman temannya untuk segera kemari. Sedangkan Bintang pergi ke kamarnya untuk mengerjakan tugas.


Tak lama kemudian teman temannya pun datang.


"Keenan temen lo yang paling cakep dateng yuhuuuu." Teriak Satria sambil membuka pintu.


"Kagak usah teriak teriak kali emang ini rumah lo?" sewot Keenan.


"Widih udah siap aja nih cemilan, eh tapi kok minumnya ada 6 sih?" Tanya Arsen sambil meraih segelas minuman.


"Iya yang satu buat orang yang nyuruh kalian kesini."


"Emang siapa Ken?" Tanya Dimas.


"Gue" Suara Angga yang menginterupsi Keenan dkk.


"Lo ngapain disini?" Tanya Langit.


"Abis nganterin Bintang."


" Kok bisa? awas aja lo deketin Dedek Bibin gue." Ancam Satria.


"Terserah gue lah, lagipula Bintang tuh lebih suka gue buktinya dia punya panggilan spesial." Cerocos Angga.


"Eh lo jangan ngada ngada ya! emang bener Ken?"


"He'em Bintang manggil dia Naven."


"Yah kok gitu sih? Dedek Bibin jahat deh" Gumam Satria.


"Itu karena lo jelek." Ejek Angga.


"Sekate kate lo." Ucap Satria sambil menonyor Angga.


"Tadi lo turunin Bintang dijalan Lang?" Tanya Keenan dingin.


"Iya Ken maafin gue ya. Tadi gue udah maksa dia biar gue anterin sampai rumah tapi dia nggak mau terlanjur marah." Jelas Langit.


"Nggak papa santai aja yang penting Bintang pulang dengan selamat."


"Ken gue mau ketemu Bintang boleh nggak?" Tanya Dimas.


"Boleh samperin aja keatas."


"Gue ikut ya Dim" Ucap Satria sambil mengedip ngedipkan matanya sok manis.


"Nggak lo disini aja, gue ada urusan penting sama Bintang." Ucap Dimas sambil melenggang pergi sedangkan Satria menggerutu ditempatnya.


🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌

__ADS_1


TBC


__ADS_2