LANGIT

LANGIT
Tiga Belas


__ADS_3

"Dapet teror lagi?" ucap seseorang yang mengagetkan Bintang.


"Emmm i..iya Kak."


"Sini biar aku aja yang buka."


"Tapi jangan disini Kak nggak enak kalau ada yang liat."


Dimas pun mengedarkan pandangannya kesekitar, benar saja disini memang masih ramai padahal bel pulang sudah berbunyi 15 menit yang lalu.Ya orang yang menghampiri Bintang tadi adalah Dimas.


Oh ya dan jangan abaikan tentang hubungan mereka kalau kalian lupa. Bahkan sekarang ini semua orang sudah tau kalau mereka resmi berpacaran dan semua itu karena ulah Satria dan Angga. Iya Angga juga resmi bersekolah disini sejak tadi pagi.


Flashback On


"Eh lo berdua ngapain bawa toa ke kantin?" Tanya Keenan pada Satria dan Bintang.


"Udah Bang lo tinggal liat nanti gue sama ******* mau bales dendam sama seseorang." Ucap Angga dengan senyum devilnya.


"Iya Ken lo tinggal liat nanti" tambah Satria.


"Lo berdua kok nggak ajak ajak gue sih" Sewot Arsen.


"Emang lo mau bantu rencana gue sama Angga?" Tanya Satria yang diangguki oleh Arsen. Dan setelah itu Satria membisikkan sesuatu pada Arsen.


"Setuju banget gue lo berdua emang top dah" Ucap Arsen sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Awas aja kalau kalian bikin malu." Ucap Dimas yang sedari tadi diam.


"Yaudah yuk Kak agak cepetan jalannya takut nggak kebagian tempat." Ucap Bintang.


"Yaudah yuk Bintang sama Naven aja." Ucap Angga dengan menarik Bintang agar berjalan bersamanya dan pastinya sontak membuat Dimas mendelik.


"Udah bro lo ngalah dikit sama kita berdua ya, kalau gitu gue mau nyamperin Angga dulu kalian berdua jangan lama lama jalannya." Ucap Satria sembari menepuk pundak Dimas dan setelahnya menarik tangan Arsen untuk menghampiri Angga.


Akhirnya mereka pun sampai dikantin dan duduk ditempat yang kosong. Dan sempat menjadi tontonan para siswa karena toa yang berada ditangan Satria dan Angga.


"Oke gue pesen makanan dulu ya, kali ini gue handle makanan kalian semua." Ucap Satria setelah semuanya duduk dan segera beranjak dari sana.

__ADS_1


Dan tak berapa lama Satria sudah kembali dari tugasnya.


"Oh iya rencana kalian apaan sih?" Tanya Keenan.


"Tunggu makanan kita sampai dulu biar semua rencana kita mulus dan kalian bisa makan dengan tenang." Jawab Angga.


Selang beberapa menit makanan pun sudah sampai dan memenuhi meja mereka.


"Lo kok pesen makanan banyak banget sih Sat? Dan ini semua siapa yang bakal bayat?" Tanya Dimas.


"Ya lo lah" Ucap Satria dengan watadosnya.


"Gila nggak mau gue"


"Lo jangan pelit lah Bang itung itung PJ lo sama Bintang. Oh ya ******* Bang Sen saatnya menjalankan rencana." Ucap Angga yang diangguki oleh Satria dan Arsen.


"Perhatian semua!!!" Ucap Arsen lantang yang membuat para siswa menujukan pandangan padanya.


"Satria sama Angga mau menyampaikan sesuatu jadi mohon perhatiannya."


"Oke jadi teman temanku yang cantik dan ganteng jadi gue sama Angga mau nyampein kalau kalian bisa makan disini sepuasnya."


"Beneran Bang si ******* nggak bohong dan yang bakal bayar semua adalah Babang Dimas yang paling ganteng karena dia udah taken sama ratu gue."


Ucapan Angga sontak saja membuat para siswa memberi selamat dan juga jangan lupakan sorakan mereka karena bisa makan sepuasnya hari ini.


Namun jangan lupakan Dimas yang langsung menjatuhkan kepalanya diatas meja sembari menjambak rambutnya frustasi.


"Gila lo semua." Umpat Dimas.


"Udahlah Dim cuma gitu doang aja lebay." Jawab Satria santai.


"Segitu pala lu, kalau nraktir kalian doang sih nggak masalah tapi ini? Huhh gila bener kalian."


"Udah Kak nggak papa itung itung sedekah nanti aku bantuin bayar ya aku bawa uang lebih kok."


"Eh nggak usah sayang biar aku aja yang bayar ini tanggung jawab aku, kan aku cowok."

__ADS_1


"Udah Kak nggak papa kok kan yang jadian kita jadi aku juga ikut bantu."


"Udah nggak usah ya sayang." Ucap Dimas lembut sembari mengelus kepala Bintang dan diakhiri sebuah kecupan disana.


Keenan yang melihatnya pun sontak terbelalak dan langsung menjitak kepala Dimas.


"Lo mau gue cincang ya Dim? Berani beraninya cium cium adek gue."


"Iya Dim lo cari kesempatan banget." Tambah Arsen


"Tau lu Bang main nyosor aja gue selaku Rajanya Bintang nggak terima ya!!!" Ucap Angga sambil melototkan matanya.


"Awas aja lo Dimas berani beraninya ya lo!!" Ucap Satria dan setelahnya bangkit dan memiting kepala Dimas.


"Eh eh udah Kak kasihan Kak Dimas." Ucap Bintang sembari sedikit menarik Dimas agar mendekat padanya setelahnya Satria pun kembali ketempatnya.


"Kakak nggak papa kan? Yang mana yang sakit? Kita ke UKS sekarang ya biar aku obatin."


"Oke makin potek hati gue." Ucap Satria.


"Sabar ya Bang nasib kita sama." Ucap Angga sambil menepuk nepuk punggung Satria.


Flashback Off


"Sini biar aku aja yang buka."


Bintangpun menyerahkan amplop tersebut kepada Dimas dan Dimas pun segera membuka amplopnya. Dan terpampanglah tulisan yang isinya.


'Jangan pikir dengan lo pacaran dengan Dimas lo bisa ngalihin pemikiran gue tentang lo yang suka Langit!! Kalau lo ingin gue berhenti neror lo, lo harus jauhin Langit mulai sekarang'


"Lah kenapa kok orang itu bisa berfikiran gini ya Kak?"


"Nggak tau Sayang mungkin karena setelah kamu dapet teror terus kamu pacaran sama aku mangkanya dia berfikiran gitu." Ucap Dimas sambil mengelus puncak kepala Bintang.


"Iya kali ya Kak." Ucap Bintang sambil mencari posisi yang nyaman dipelukan Dimas.


"Oke gue yakin kalo dia beneran pacaran sama Dimas." Ucap seseorang yang ada disana

__ADS_1


🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌


TBC


__ADS_2