LANGIT

LANGIT
Mak Lampir lagi


__ADS_3

Haloww


Selamat membaca ya.


Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa-siswi berhamburan keluar dari dalam kelas menuju gerbang sekolahnya untuk pulang.


Tidak sama dengan yang lain Nessya sepulang sekolah langsung bekerja, ia sangat bersyukur bos nya itu mengerti keadaan nya yang masih sebagai seorang pelajar, walaupun gaji nya tak seberapa tapi Nessya tetap bersyukur.


"Nessya langsung pulang ya?" tanya Gupi teman sekelas nya.


"Gak Pi, aku ada kerjaan ni" jawab Nessya


"Semangat ya, aku pulang deluan ya" ucap Gupi


"Okey"


Nessya bekerja seperti biasanya dan pulang juga sudah malam sekitar jam 8 malam ya begitulah kehidupan yang Nessya jalani, melelahkan, seusia Nessya harusnya lebih fokus pada pelajaran, tetapi Nessya tidak dapat merubah takdir, ia harus mencari uang untuk dirinya dan mama nya.


Di rumah📍


Nessya pulang ternyata rumah nya sudah dipenuhi ibu-ibu arisan teman mama nya.

__ADS_1


Mereka asyik berbicara dan terhenti ketika Nessya masuk ke dalam rumah, terdengar mereka semua berbisik ke pada satu yang lain nya, sudah pasti membicarakan Nessya.


"Ini Bu, minuman nya diminum ya, mahal loh itu" ucap Mama Nessya yang berjalan dari arah dapur sembari membawa baki berisikan beberapa minuman dingin.


"Aduh jeng, anak nya tu sudah pulang, kenapa pulang nya malam banget sih jeng." ucap salah satu ibu-ibu.


"Iya ni kok gak di tegur anak nya, gak takut apa jeng, sekarang tu marak tau pergaulan bebas" ucap ibu-ibu yang lain.


Nessya hanya bisa berdiri mematung mendengarkan mereka membicarakan dirinya.


"Hehe, iya nih jeng saya udah tegur kok anak saya emang pada dasar nya dia aja yang bandel" Jawab mama Nessya.


segerombolan ibu-ibu tersebut hanya mengangguk dan kembali berbisik-bisik.


Air mata menetes dari mata Nessya "Gak kuat banget, hikss.. sakit hati gue... mama ni apa-apaan sih kenapa fitnah gue, hiks..."


Malam itu Nessya tidak bisa tidur ia


menangis semalaman akibat ulah Mak Lampir.


Tak terasa ternyata hari sudah pagi dan Nessya hanya tertidur satu jam saja, dengan mata yang sembab dan bengkak Nessya memilih untuk membersihkan badan nya dan keluar kamar untuk sarapan.

__ADS_1


"Kamu cuma bisa bikin malu saya aja ya kayanya" Suara itu begitu keras, ya kalian tau lah itu siapa.


Nessya terdiam dan melihat sumber suara yang ternyata tengah terduduk di kursi makan mereka. Ya, si Mak Lampir sedang minum kopi.


"Jadi patung kah kamu sekarang? Kamu benar-benar bikin saya malu, wanita murahan" kini Mak Lampir sudah berdiri dan ingin menghampiri Nessya.


Tiba-tiba Mak Lampir menarik paksa rambut Nessya dengan keras, Nessya meringis kesakitan "Anak gak berguna, tau nya cuma mempermalukan nama baik saya saja, bisa kah kamu matii Hah..." Ucap Mak Lampir berteriak di depan wajah Nessya.


Nessya terus diam saja ia tidak menjawab sama sekali sungguh lelah, untuk melawan Mak Lampir seperti biasanya saja Nessya sudah tak mampu.


Mak Lampir melepaskan tangan nya dari rambut Nessya dan tiba-tiba melempar kan gelas piring sendok dan apapun yang bisa ia lempar ke arah Nessya.


Melihat mama nya yang tiba-tiba menggila, Nessya bergegas untuk berlari dari rumah, ia harus cepat pergi daripada ia mati sia-sia ditangan Mak Lampir.


"Pergi sanaaaaa.... sekalian jangan balikk lagii.... anak tidak berguna.... bajingan....." Teriak Mak Lampir dengan sangat keras.


Niat ingin sarapan sudah musnah Nessya benar-benar tidak nafsu makan dikarenakan ucapan mak Lampir.


Saat Nessya keluar dari pagar rumah nya, ia terkejut melihat keberadaan Mahesa yang seperti sedang menunggu seseorang di depan pagar rumah nya.


"Loh, Hesa ngapain disini?" tanya Nessya binggung.

__ADS_1


Hesa terdiam sejenak memperhatikan Nessya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2