LANGIT

LANGIT
#20


__ADS_3

Helow, Selamat membaca yaa🤗


Daripada di buat pusing oleh langit Nessya memilih beristirahat saja dari pada nanti dia benar-benar gak waras gimana? Bisa berakhir di RSJ dong Nessya... dan dipastikan tidak akan pacaran sama Langit.


......................


Mentari pagi yang menyilaukan itu menembus sela-sela gorden yang terbuka, hingga mengenai wajah mulus seorang gadis yang sedang tertidur pulas itu dan tentu saja mau tidak mau gadis tersebut harus bangun dikarenakan mentari pagi yang benar-benar menyilaukan mata.


Gadis itu melihat jam dinding yang ada dikamar nya sekilas, kemudian mengucek matanya dan setelah itu memperhatikan lagi jam dinding kamar nya, kali ini gadis tersebut hampir dibuat serangan jantung mendadak oleh waktu, bagaimana tidak sekarang ternyata sudah pukul 06.30Wib jelas saja ia akan terlambat masuk ke sekolah.


"Mampus gue" ucap Nessya sembari menepuk kening nya dan bergegas mandi.


Setelah selesai dengan mandi dan berpakaian, Nessya lalu bergegas pergi kesekolah, ia bahkan tidak mengindahkan Mak Lampir yang sekarang sedang berteriak meminta uang kepadanya.


"Anak durhaka.... dikasih hati minta nya jantung, awas kamu balik lagi bakalan saya bunuh kamuu anak sialan...." teriak Mak Lampir.


Tentu saja Nessya mendengar nya, dan mendengar nya dengan begitu jelas, hati anak mana yang tidak tersakiti dengan perkataan mama nya yang jahat seperti Mak lampir itu.

__ADS_1


Nessya sampai di sekolah, kali ini ia beruntung karena jam pelajaran pertama ternyata kosong, itu artinya mereka sedang jamkos, Nessya masuk kelas dengan wajah pucat dan nafas yang tersengal-sengal.


"Sya kok tumben terlambat?" tegur Gupi.


"Iya ni Pi, gue tadi bangun telat, oh iya Rini mana ya?" tanya ku.


"Rini dia tadi ke kantin sama Dirga"


"Hah, ngapain mereka berdua"


"mereka disuruh sama bu Lisa buat beli makanan terus diantar ke kantor" jelas Gupi pada ku.


"Eh ada Nessya, tumben sendiri biasanya jalan sama satu temen nya " Ini Cana yang bicara.


Aku membalikan badan dan tersenyum kearah mereka bertiga.


" senyuman mu yang membuat ku ingin muntah" kali ini Hesa yang berbicara.

__ADS_1


Langit tidak peduli dengan apa yang mereka bicarakan, ia lebih memilih berjalan ke dalam kelas, ya dia meninggalkan kedua teman konyol nya itu.


"Sama dong sa.. ngeliat muka Lo gue jadi pengen muntah juga" Jawab Nessya sembari memperlihatkan wajah kesal nya dan pergi begitu saja tanpa mau mendengarkan apa yang Mahesa dan Cana katakan.


sekarang tebak aku sedang bersama siapa, ya tentu saja bersama langit.


"Langit ganteng deh, langit makan apa hari ini kok ganteng nya nambah Lang?" Nessya menggoda langit.


Langit tidak memperdulikan sama sekali godaan Nessya ia hanya sibuk mencari buku yang dicarinya, mereka sekarang sedang di perpustakaan langit harus mencari banyak buku guna menambah pengetahuan nya.


"Langit... kalau orang bicara itu dijawab dong, kan kamu tau aku manusia bukan setan" Nessya mengatakan nya sembari mentoel-toel lengan langit menggunakan jari nya.


"Centil amat sya, hehe maaf author numpang lewat"


"Sya Lo duduk aja ya gue lagi sibuk ni" Langit mengatakan nya dengan lembut kepada Nessya, ya langit sudah lelah dengan wanita ini yang tidak berhenti mengejar nya.


Nessya menurut saja, ia duduk di kursi yang menghadap langsung kearah langit, Nessya terus memperhatikan langit sembari tersenyum entahlah rasa nya sangat nyaman saat berada di dekat pria tersebut.

__ADS_1


Makasih sudah baca


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2