
Bintang sedang berjalan dikoridor menuju kelasnya setelah melaksanakan upacara yang melelahkan karena harus mendengar ocehan kepala sekolahnya yang membahas hal itu itu saja. Namun langkah Bintang terhenti karena dia dicegat oleh seseorang.
"Oh ini yang kemarin nyari perhatian ke Most Wanted kita dengan pura pura pingsan?" Ucap Angel.
"Iya bener tuh dia yang kemarin"
"Iya berani beraninya caper"
"Ih pasti mau manfaatin doang tuh dia"
Dan masih banyak cacian dari yang lainnya.
"Maaf maksud kalian apa ya?" Tanya Bintang.
'Plak'
"Eh lo jangan sok polos ya!" Bentak Angel setelah menampar Bintang.
"Emangnya aku salah apa?" Tanya Bintang lagi sambil memegang pipinya yang merah.
Angel pun mendorong tubuh Bintang hingga jatuh.
"Lo kemarin pingsan karena cuma pengen dapet perhatian dari mereka kan? Supaya lo bisa digendong sama Keenan dipangku sama Langit. Kalau mau jadi ****** jangan disini deh." Ucap Angel yang membuat Bintang berdiri dan menamparnya dengan keras.
Semua siswa siswi yang ada di sana hanya memperhatikan dengan tatapan kagetnya.
'plak'
"Apa apaan lo nampar cewek gue?" Sentak Langit setelah menampar Bintang dengan keras di pipi yang sama sehingga membuat sudut bibirnya terluka.
"Hiks hiks sayang. Padahal tadi aku cuma nanyain keadaan dia, dan aku bilang kalau ada apa apa dia bisa minta tolong ke aku. Tapi dia malah nganggepnya kalau aku mandang dia lemah." Tangis buaya Angel sembari memeluk Langit.
"A..aku nggak...
"******* lo nggak tau terima kasih. Jangan kira kalau lo adeknya Keenan lo bisa seenaknya ya!" Ucap Langit dan 'plak' sekali lagi tamparan mendarat di pipi Bintang.
Sontak itu membuat siswa siswi disana terkejut bukan hanya karena tamparan Langit akan tetapi juga karena fakta baru yang mereka tau bahwa Bintang adalah adik Keenan.
"Stop jangan lanjutin kelakuan lo *******." Teriak Keenan yang tiba tiba datang dan langsung menghajar Langit.
"Hiks.. hiks.. udah Bang. U.. udah kasihan kak Langit Bang!!!" Ucap Bintang semari menarik Keenan.
"Nggak bisa dek dia udah kasar sama kamu." Bantah Keenan.
"Udah Bang nggak papa aku nggak penting." Ucap Bintang masih dengan menangis akhirnya Keenan pun berhenti dan langsung memeluk Bintang erat.
"Gue peringatin sama kalian semua!! Kalau ada yang berani nyakitin adik gue walau hanya setitik, gue nggak akan segan segan balas kalian. NGERTI!!" Ucap Keenan.
Sontak semua siswa siswi pun menjawab dan langsung membubarkan diri.
☁☁☁
__ADS_1
Sekarang Bintang sedang mengobati Keenan di UKS.
"Awsh.. sakit dek pelan pelan dong." Ringis Keenan.
"Biarin siapa suruh berantem," Dumel Bintang.
"Ya kan Abang nggak terima kalau adik Abang digituin," Bela Keenan.
"Ya tapikan bisa diomongin baik baik nggak usah bertengkar Bang."
"Udah biarin dek kan udah terlanjur."
"Jangan diulangi lagi ya Bang." Peringat Bintang.
"Iya Abang janji."
Disisi lain Langit sedang bersama sahabatnya sedang berada di rooftop.
"Gue merasa bersalah banget karena udah nampar adik Keenan." Ucap Langit.
Ya Langit sudah mengetahui kebenarannya karena dia tadi mengecek cctv yang berada dikoridor. Dan diapun sangat marah kepada Angel karena bisa bisanya dia berbohong.
"Gue juga. Gue salah banget karena tadi malah marah sama dia." Ucap Arsen.
"Gue juga, pantes aja dari awal dia udah ngewanti wanti kita supaya kita nggak nyakitin Bintang." Ucap Dimas.
"Kita harus minta maaf sama Keenan gengs." Ucap Satria.
"Nggak papa Lang nanti kita coba bareng bareng ya." Sahut Arsen.
"Udah mendingan lo obatin luka lo dulu deh Lang." Suruh Dimas.
"Nggak nanti dulu, pasti sekarang Keenan lagi di UKS. Gue nggak mau ganggu dia." Jawab Langit.
"Kalau gitu gue ambilin obat merah aja disana." Satria berinisiatif.
"Nggak lah nggak usah nanti ngerepotin lo." Tolak Langit.
"Nggak papa udah lo disini aja gue ambilin dulu." Ujat Satria sebelum dia meninggalkan Rooftop.
☁☁☁
Kriett...
Suara pintu UKS terbuka. Seketika orang yang berada di dalamnya pun menoleh kearah pintu.
"Eh ada kalian berdua." Ucap Satria.
"Iya kak. Lagi ngobatin Bang Keenan." Jawab Bintang dengan senyum manisnya.
"Aduh dek senyummu manis banget bikin abang meleleh." Goda Satria.
__ADS_1
Keenan yang mendengar ucapan Satria pun melototkan matanya.
"Nggak usah godain adik gue. Mau apa lo kesini?" Ucap Keenan ketus.
"Eh iya maap. Gue kesini mau ngambil obat merah buat si Langit dia nggak mau kesini takut lo marah." Jawab Satria.
"Eh iya ini kak ambil aja aku udah selesai kok." Ucap Bintang.
"Makasih adek manis." Ucap Satria yang langsung ngacir keluar dari UKS karena takut dengan Keenan.
"Temen Abang kenapa?" Tanya Bintang bingung.
"Nggak papa dia emang aneh." Ucap Keenan.
"Yaudah kekelas yuk Bang, kita udah bolos 1 jam pelajaran." Ucap Bintang.
"Iya yuk." Ucap Keenan.
Keenan dan Bintang pun menuju kelasnya masing-masing.
☁☁☁
Sedangkan Satria dan kawan kawan tidak masuk kedalam kelas dan membolos di rooftop sambil mengobati luka Keenan.
"Tadi waktu ngambilin obat ada Keenan diUKS." Ucap Satria.
"Terus dia gimana?" Tanya Dimas.
"Tadi dia ketusin gue," Jawab Satria.
"Lah kenapa?" Tanya Langit bingung.
"Tadi gue godain adiknya." Jawab Satria sambil cengengesan.
"Lo ****** sih orang abangnya lagi marah eh adiknya lo godain," Ucap Dimas.
"Ya nggak papa sapa tau Dedek Bibin mau sama gue." Ucap Satria malu malu.
"**** muka lo bikin gue mau nabok terus apa apaan lo panggil Bintang dengan sebutan itu," Ucap Arsen.
"Biarin suka suka gue lah," Jawab Satria.
"Yuk kekantin bosen gue disini," Seru Langit.
"Tapi kalau ketauan nanti gimana?" Tanya Dimas.
"Nggak akan lagipula habis ini bel kok. Yuk cabut." Ucap Langit seraya berjalan menuju kekantin dengan diikuti teman-temannya.
🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌
TBC
__ADS_1