LANGIT

LANGIT
Enam


__ADS_3

Langit sedang duduk diatas motornya sembari menunggu teman temannya. Diapun memainkan Handphonenya untuk mengobati rasa bosannya namun tiba tiba ada yang menghampirinya.


"Hai Sayang! Kok kamu nggak kekelas sih?" Ucap Angel yang baru saja datang bersama kedua temannya.


"Ngapain lo kesini?" Ucap Langit datar.


"Ihh kamu kok gitu sih?" Ucap Angel dengan bergelayut ditangan Langit.


"Udahlah mendingan lo pergi dari sini gue udah muak," Ucap Langit.


Brum.. Brum.. Brum..


Suara beberapa motor pun terdengar memekak telinga dan muncullah sahabat Langit dengan tambahan Bintang diboncengan Keenan. Setelah memarkirkan motornya mereka pun menghampiri Langit.


Keenan yang melihat Angel disana pun langsung menarik tangan Bintang untuk pergi.


"Eh Ken lu mau kemana?" Tanya Dimas.


"Mau pergi, males disitu ada siluman monyet." Jawab Keenan yang membuat teman temannya bingung.


"Hah siluman monyet, mana? Biar gue foto biar viral." Satria pun mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi kamera dan mengarahkan kesana kemari.


"Mana sih Ken nggak ada." Ucap Satria masih tolah toleh nggak jelas.


"Tuh ada disamping Langit lagi gelayutan." Ucapan Keenan pun sontak membuat Arsen, Dimas, Satria tertawa terbahak bahak sedangkan Bintang hanya menunduk sembari menahan tawanya.


"Eh lo jangan ngawur ya! Dan lo nggak usah sok nahan ketawa gitu deh." Ucap Angel sambil menunjuk Keenan dan setelahnya mendorong Bintang.


"Eh santai dong lo nggak usah dorong dorong adik gue nggak salah ya!" Ucap Keenan sembari memegang pundak sang adik.


"Udahlah Ngel gue udah muak sama lo. Pergi sekarang." Ucap Langit tiba tiba.


"Kok kamu muak sama aku sih? Aku kan pacar kamu."


"Yaudah Putus." Ucap Langit tanpa beban sedikit pun.


"Eh nggak bisa gitu dong sayang, kita kan saling mencintai," Rengek Angel.

__ADS_1


"Udahlah itu nggak usah dipikirin lama kelamaan juga nanti lupa, dan gue tegaskan bahwa kita udah nggak ada hubungan apa-apa jadi nggak usah ganggu gue lagi," Ucap Langit.


"Ini semua tuh gara gara lo ya, coba aja lo nggak muncul di kehidupan gue!" Angel mendorong Bintang sekali lagi dan langsung pergi meninggalkan parkiran diikuti teman-temannya.


"Lo yakin mutusin dia beneran?" Tanya Arsen.


"Yakin. Gue udah muak banget sama sikap dia," Jawab Langit.


"Terserah lo bro mungkin itu yang terbaik." Ucap Dimas sembari merangkul Langit.


Setelahnya mereka pun pergi dari parkiran menuju kelas mereka masing-masing.


☁☁☁


Sekarang jam istirahat dan Bintang sedang duduk dibangkunya sambil membaca novel namun tiba-tiba ada beberapa teman sekelasnya menghampiri.


"Hai Bintang!" Sapa mereka.


Bintang yang mendapat sapaan itu pun hanya mengerutkan dahinya bibgung. Ada apa dengan teman sekelasnya?


"Lo pasti bingungkan kenapa kita kesini?" Ucap Lisa salah satu dari mereka yang hanya diangguk i kepala oleh Bintang.


"Maaf, tapi bukannya sampek sekarang gue cuek sama sekitar ya?" Tanya Bintang.


"Ihh Lisa Neta udahlah bilang aja kalau kita mau temenan sama Bintang itu karena dia adiknya kak Keenan dan supaya kita jadi lebih deket sama kak Keenan dan temen-temennya." Ucap Lala dengan begitu polosnya.


"****! Kenapa lo bilang begitu rencana kita jadi gagal tau nggak." Kesal Lisa pada Lala.


"Maaf kan Lala keceplosan." Jawab Lala sambil menundukkan kepalanya.


"Oh jadi gitu. Kalau niat kalian gitu mendingan nggak usah jadi temen gue deh. Lagipula gue bisa kok hidup tanpa kalian dari pada harus dimanfaatin." Ucap Bintang yang kemudian pergi meninggalkan kelasnya.


"Emang sombong ya tuh anak mentang mentang adik cogan, nggak mau temenan sama kita," Dumel Neta.


☁☁☁


Keenan sedang berada dikantin bersama teman temannya mereka makan dan sembari sesekali bergurau. Keenan yang melihat Bintang menghampirinya pun menghentikan kegiatan makannya.

__ADS_1


"Ada apa dek kok mukanya kesel gitu?" Tanya Keenan begitu Bintang menghampirinya.


"Iya dedek Bibin kenapa?" Ikut Satria.


"Bang apa yang Bintang hindari terjadi sekarang." Ucap Bintang sambil bergelayut ditangan Keenan.


"Emang lo ngehindari apa selama ini?" Tanya Arsen bingung.


"Selama ini dia ngehindari temen temennya." Jawab Keenan karena Bintang enggan menjawab.


"Lah ngapain dihindari emang mereka semua Zombie yang ngegigit terus kita ikutan jadi zombie gitu?" Bingung Dimas.


"Dia itu ngindarin temen temennya karena dia nggak mau dapet temen fake yang cuma manfaatin dia supaya bisa deket sama kita." Jelas Langit.


"Emang bener ya kayaknya temen gue yang paling pinter tuh cuma Langit kalian semua mah di bawah rata-rata." Ucap Keenan.


"Lah kok gitu?" Tanya Satria bingung.


"Karena yang ngerti cuma Langit doang kalian semua emang nggak peka."


"Jadi aku harus gimana Bang, Apa aku pindah aja ya?" Tanya Bintang.


"Eh jangan dong, kalau Dedek Bibin pindah Bang Satria sama siapa?" Ucap Satria.


"Emang hubungan Bintang sama Bang Sat apa?" Tanya Bintang.


"Anjer ******* katanya," Ucap Arsen lalu tertawa terbahak-bahak karena ucapan Bintang.


"Hahaha **** lo panggilnya Bintang eh dianya panggil *******."


Satria yang diejek pun hanya diam dan menggerutu didalam hati karena tawa teman temannya tak kunjung berhenti.


"Sebaiknya lo nggak usah pindah deh, kalau lo nggak mau diganggu nggak usah diurusin. Kalau dibilang sombong diemin aja dan kalau lo nggak punya temen, temenan aja sama kita." Celetuk Langit tiba tiba.


Bintang senang sekali mendengar penuturan Langit, karena dengan begitu dia bisa lebih dekat dengan Langit. Jika dia sendiri pasti akan memekik kegirangan.


"Gitu ya kak?" Tanya Bintang setelah meredam kesenangannya.

__ADS_1


🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌


TBC


__ADS_2