LANGIT

LANGIT
Sepuluh


__ADS_3

Saat ini Bintang sedang berada digerbang menunggu angkutan umum lewat, karena Keenan tidak bisa mengantarkan pulang. Saat sedang menunggu tiba-tiba ada mobil yang berhenti didepannya, dan muncullah Langit saat kaca dibuka dan tak lupa Vania yang berada disampingnya.


"Lo kok belum pulang?"


"Iya kak, lagi nungguin angkutan umum."


"Udah bareng gue aja, lagipula searah kok."


"Nggak usah Kak ngerepotin nanti."


"Nggak papa ayo masuk aja."


"Iya ayo biar kita anter sekalian." Sahut Vania.


"Enggak usah Kak makasih."


"Udah ayo nggak papa."


"Oke."


Bintang pun membuka pintu belakang dan duduk disana.


Selama perjalanan Bintang hanya bisa memandangi kelakuan Vania pada Langit yang membuat hatinya sakit. Seperti sekarang ini Vania sedang memeluk tangan Langit sambil terus mengoceh tak memperdulikan Bintang dibelakang.


"Sayang nanti kita jadi jalan-jalan kan?" Ucap Vania.


"Jadi dong, emang kamu mau kemana?" Jawab Langit.


"Kemana aja asalkan sama kamu aku udah seneng kok"


"Bisa aja kamu, yaudah nanti kita keliling Jakarta aja kan kamu udah lama nggak lihat sekitar sini kan"


"Iya sih. Yaudah nanti jangan lupa jemput aku ya"


"Siap oh iya jangan lupa dandan yang cantik."


Bintang yang mendengarkan celotehan mereka berdua pun seketika naik darah. Bagaimana tidak? tadi mereka yang mengajak Bintang untuk nebeng ke mereka eh sekarang dia malah serasa patung yang tak dianggap.

__ADS_1


"Maaf ya kak, tolong kalau mau mesra mesraan jangan sekarang setidaknya hargai orang lain" Ucap Bintang yang sontak membuat Langit terkejut dia benar benar lupa kalau ada Bintang didalam mobilnya.


"Ya terserah kami dong, kalau lo nggak suka ya turun aja." Ucap Vania ketus.


"Eh nggak boleh gitu sayang. Kan tadi yang nawarin Bintang aku, jadi aku harus nganterin dia sampai rumah dengan selamat." Tegur Langit.


"Udah kak nggak papa turunin aja aku disini, lagipula percuma kalau ada disini juga aku berasa jadi patung." Ucap Bintang


"Udah nggak papa gue anterin lo pulang aja."


"Berhenti kak!"


"Nggak gue anterin aja"


"BERHENTI!!" Ucap Bintang dengan suara meninggi dan penuh tekanan.


Akhirnya Langit pun menghentikan mobilnya dan sontak Bintang langsung saja turun dari sana. Langit pun merasa bersalah karena dia yang menawari Bintang tapi dia juga yang mengabaikannya.


"Udahlah sayang nggak usah dipikirin mending kita pulang kan nanti kita mau jalan" Ucap Vania pada Langit.


"Tapi aku nggak enak sama Bintang"


☁☁☁


Setelah turun dari mobil Langit Bintang tidak langsung pulang kerumah melainkan pergi ketaman dulu. Dia ingin melampiaskan kesedihannya disana.


"Ya Tuhan apa aku nggak berhak bahagia? Setelah aku dibuat dekat dengan Kak Langit dan sekarang apa? Bahkan aku dibuat menjauh hanya karena cinta Kak Langit yang sebenarnya telah datang?" Keluh Bintang sesekali terisak.


Namun tiba tiba ada sapu tangan yang disodorkan dihadapannya. Sontak saja Bintang langsung mendongak menghadap orang yang menyodorkan.


"Hapus air mata lo. Karena walaupun lo nangis semua nggak akan berubah." Ucap orang itu.


Bintang tak merespon apapun dia hanya memandangi orang itu.


"Udah ambil aja, nggak usah takut." Ucap orang itu sembari meletakkan sapu tangan tersebut ditangan Bintang dan duduk disampingnya.


"Memang terkadang menangis adalah cara terbaik untuk ngelepas beban yang ada difikiran. Tapi untuk apa menangisi orang yang bahkan nggak peduli sama lo? Hanya buang buang tenaga. Kalau lo suka perjuangin jangan diem aja." Ucap orang itu.

__ADS_1


"Tapi aku nggak berhak untuk itu."


"Lo berhak, bahkan semua orang berhak untuk memperjuangkan apa yang dia mau selagi itu nggak nyalahi aturan."


Bintang hanya diam tak berani untuk merespon lebih lanjut.


"Lakuin aja hal yang menurut lo bener selagi itu bisa bikin lo bahagia." lanjut orang itu.


Bintang hanya menganggukkan kepalanya sambil terus mengusap air matanya.


"Eh gue udah terlalu banyak omong ya? Oke sekarang kenalin nama gue Angga Navendra orang paling ganteng sejagat raya." Ucap orang itu ah tepatnya Angga menacairkan suasana.


Bintang yang mendengar ucapan Angga pun terkekeh "Kalau gitu kenalin aku Bintang Alecia karena kamu orang paling ganteng sejagat raya kalau gitu aku orang paling cantik sejagat raya" Ucap Bintang sambil merentangkan tangannnya seakan menggambarkan seberapa besar kecantikannya dengan tawa yang tak terhenti.


"Eh boleh juga. Nanti gue rajanya dan lo ratunya."


"Kamu mah bisa aja Naven." Ucap Bintang mengganti nama panggilan Angga.


"Naven?" Tanya Angga bingung.


"Iya Naven panggilan istimewa buat orang yang udah mencairkan suasana hatiku." Jawab Bintang dan setelahnya tertawa lepas.


"Uluh uluh terhura gue dapet panggilan spesial dari seorang ratu. Nah gini dong ketawa jangan sedih sedih lagi, kalau lo sedih sedih lagi nanti gue cari ratu lagi loh."


"Eh jangan dong cukup Ratu Bintang aja nggak ada yang lain."


"Ya deh terserah Ratunya Naven. Oh iya lo nggak mau pulamg gitu? Udah sore banget ini."


"Iya sih, yaudah aku pulang dulu ya makasih udah hibur aku." Ucap Bintang dengan senyum manisnya.


"Iya sama sama. Gue anter aja yuk." Ajak Angga.


"Nggak usah nanti ngerepotin."


"Udah ayo" Ucap Angga sembari menarik Bintang menuju keparkiran motornya. Mau tidak mau Bintang pun akhirnya naik keatas motor Angga dan mengarahkan Angga arah rumahnya.


🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌

__ADS_1


TBC


__ADS_2