
Hai semua
selamat membaca
"Kenapa Lo?" tanya Rini
Nessya duduk di bangku nya dan menaruh tas nya di kursi, "Gue sial banget hari ini" jawab Nessya.
Rini mengangguk saja, ia membiarkan Nessya memiliki waktu untuk menenangkan diri.
......................
Bel istirahat berbunyi, membuat semua murid bahagia, setelah tadi pagi Nessya masih saja merasa kesal sudah mamah Lampir ditambah langit dan Hesa membuat nya kesal.
Di taman sekolah 📍
"Wahh kok tumben ya Lo gak dekati langit?" tanya Rini.
"Iya ni bete gue Rin, masa iya gue jadi bahan hukuman kalah taruhan sama mereka" jawab Nessya murung.
"Emang iya kah?" tanya Rini tak percaya.
"iya sih kayanya, udah ya gue mau merenung dulu".
"Eh tapi kalau gue liat, kok mata Lo bengkak ya? Lo habis nangis semalaman ya?" tanya Rini yang sedari tadi pagi memperhatikan Nessya.
__ADS_1
"Gue habis nonton sinetron makanya gue nangis tadi malam, tragis akhir kisah nya" jawab Nessya berbohong.
"emang apa kisah nya?" tanya Rini pemasaran.
"Ehh.. emm.." Nessya tampak berpikir ia jadi binggung semalam kan ia tidak menonton apapun.
"Jangan emm.. aamm... emm...dong sya, gue penasaran ni" desak Rini.
"Ehh... aaa iyaa, akhir kisah nya itu, si cowok di bawa oleh alien ke negeri mereka, lalu si cewek dibawa oleh peri ke negeri peri, dan cinta mereka terpisahkan 2 alam berbeda, alien dan peri" Jawaban Nessya membuat Rini melongo.
"Emang ada ya kisah begituan? Coba deh judul sinetron nya aja apa?" ucap Rini.
"Ada lahh, eeee... mmmm... judulnya, Antara alien dan peri" jawaban Nessya membuat Rini mengangguk mengerti dan segera membuka hp nya, berniat ingin mencari di Internet.
"Tapi sya, gue cari-cari kok gak ada ya?" ucap Rini sambil menunjukkan hp nya kepada Nessya.
"Oh mungkin eror kali jaringan nya, lagian ada kok, nanti deh di rumah Lo cari " jawab Nessya ngasal dan ajaib nya Rini percaya-percaya saja.
Ditengah keasyikan kedua sahabat tersebut berbincang-bincang, tetiba datang lah seorang murid laki-laki dengan membawa baskom kecil dan handuk kecil, ia lalu duduk di samping Nessya.
"Loh langit ngapain?" Ini Rini yang bicara.
"Gue mau kasih ini buat Nessya" ucap langit sambil menunjukkan baskom yang ia bawa.
"Wahhh care banget sihh langit, suka dehh..." Ucap Rini kagum.
__ADS_1
"Gue gak perlu" kali ini Nessya yang berbicara dengan nada ketus pada langit.
"yakin gak perlu?" jawab langit.
"Aduh perut gue mules, kalian bicara aja ya" Rini lalu berlari secepat mungkin, padahal Nessya berteriak memanggil nya.
"aduhh si Rini kenapa sih ninggalin aja" celetuk Nessya.
"Udah biarin aja kan dia kebelet, ni kompres dulu mata Lo" ucap langit lalu menyodorkan baskom berisi air hangat yang entah dari mana ia dapatkan.
"Gue gak mau!"
"Harus mau!" jawab langit dan langsung mengompres paksa mata Nessya, awalnya Nessya ingin memberontak tetapi ketika ia merasakan hangat di matanya membuat Nessya lalu diam, bukan hanya itu langit menjatuhkan kepala Nessya di bahu nya, membuat Nessya semakin nyaman.
Cukup lama mata nya dikompres, sampai tidak terasa bel masuk kembali berbunyi, langit membuka kompres mata Nessya membuat sang empunya mata terbangun, ternyata Nessya sempat tertidur.
"Syukur deh mata Lo udah gak terlalu bengkak lagi" ucap langit.
"Makasih lang"
Langit tak menjawab ia malah pergi begitu saja, Nessya pasrah saja, soalnya ia sudah dikompres secara gratis + dapat bersandar di bahu langit, itu saja sudah rejeki banget buat Nessya.
Makasih sudah baca.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1