
Di tangan kiri Xing Wang saat ini telah terbentuk sebuah bola api sebesar buah kelapa. Sedangkan tangan kanannya masih terfokus menyerang artefak pelindung milik Harimau Bayangan dengan menggunakan jurus semburan api.
Perisai yang yang ada di tangan Harimau Bayangan saat ini telah mengalami kerusakan sekitar delapan puluh persen. Hanya butuh sekali benturan kekuatan yang cukup besar, maka perisai pelindung itu akan benar-benar hancur.
Xing Wang segera melemparkan bola api yang ada di tangan kirinya untuk menambah daya serang jurus semburan api.
Akan tetapi …
Aura yang memancar dari tubuh Harimau Bayangan tiba-tiba meledak membumbung ke langit dan mengeluarkan tekanan yang sangat menakutkan. Tekanan aura ini bahkan mampu menghentikan laju bola api yang hanya kurang setengah meter saja akan menghantam perisai pelindung.
Tekanan Aura tingkat Master!!
Dengan menggunakan tekanan aura ini, Harimau Bayangan berhasil melukai Pangeran Ular beberapa hari yang lalu. Namun, Pangeran Ular berhasil meloloskan diri sebelum dia berhasil menangkapnya.
“Tekanan aura ini sama seperti tekanan yang memancar dari tubuh para penyihir tingkat Master. Sepertinya Harimau Bayangan itu sudah mulai serius.” Xing Wang mengerutkan kening karena ia telah kehilangan momen terbaik untuk mengalahkan Harimau Bayangan dengan mudah.
Biar bagaimana pun juga Harimau Bayangan itu tetaplah seekor Beast tingkat Master meskipun ia belum lama berada di tingkat ini. Jadi, Harimau Bayangan ini masih tetap memiliki keunggulan saat bertarung melawan Xing Wang yang memiliki tingkat kultivasi dua alam lebih rendah.
Tekanan aura yang memancar dari tubuh Harimau Bayangan ini mampu membuat serangan Bola Api yang baru saja dilemparkan Xing Wang berhenti di udara.
Tubuh Xing Wang juga merasakan sedikit keanehan saat aura itu menghampiri tubuhnya, tubuhnya terasa sangat berat dan sulit sekali untuk digerakkan. Ia seperti menahan besi seberat ratusan ton saat mencoba menggerakkan anggota tubuhnya. Jurus semburan api yang dia gunakan juga ikut berhenti karena jurus ini masih melekat pada tubuhnya, berbeda dengan jurus api yang sudah melepaskan diri sepenuhnya dari tubuhnya.
__ADS_1
Namun, tekanan aura ini ternyata sama sekali tidak mampu mempengaruhi nyala dari bola api. Bola Api terus membara meskipun berhenti di tempatnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan padam. Ini adalah keistimewaan dari Api Phoenix.
Api seekor Phoenix tidak akan pernah bisa padam sebelum berhasil menghancurkan targetnya hingga menjadi abu.
“Aku bertanya sekali lagi padamu. Apakah kau mau berkerjasama denganku? Ini adalah terakhir kalinya aku berbelas kasih.”
Harimau Bayangan masih sangat menginginkan Xing Wang menjadi anak buahnya. Sebab, kekuatan dan keberanian yang dimiliki Xing Wang sangat sulit untuk dijumpai. Selama dia hidup, hanya Xing Wang 'lah satu-satunya manusia yang tidak gentar sedikitpun saat bertarung melawan musuh yang lebih kuat dua tingkat alam besar dari tingkat kultivasinya. Bahkan dia sanggup melukai musuhnya dan membuat musuhnya merasa gentar hanya dengan mengandalkan kekuatannya yang sangat minim.
“Dalam mimpimu,” jawab Xing Wang mencibir.
Xing Wang bukanlah orang yang mudah menyerah ataupun tunduk pada siapapun. Apalagi di dalam tubuhnya saat ini tersimpan kekuatan dari salah satu Beast Suci. Dia akan sangat berdosa jika menggunakan kekuatan ini untuk kejahatan.
“Kau terlalu keras kepala dan tidak tahu mana yang baik untukmu.” seru Harimau Bayangan geram.
...“Raksasa Penguasa Malam.”...
Tubuh Harimau Bayangan seketika berubah menjadi manusia harimau raksasa dengan tinggi sekitar sepuluh meter. Dengan ukuran tubuh sebesar ini, genggaman tangannya saja akan mampu meremas tubuh Xing Wang hingga menjadi bubuk. Setiap kuku yang ada di cakarnya juga ikut memanjang menjadi dua meter dan hampir menyerupai bilang pedang panjang yang sangat tajam.
Di lain sisi, Xing Wang masih berusaha keras untuk melepaskan diri dari pengaruh tekanan aura tingkat Master yang membuat tubuhnya membeku.
“Tubuh kita berdua telah benar-benar menyatu, bagaimana kau bisa melupakanku saat kau berada di dalam bahaya.”
__ADS_1
Sebuah suara yang sangat misterius tiba-tiba muncul dari dalam Dantiannya. Xing Wang menjadi terkejut karena di dalam Dantian seharusnya hanya ada Qi yang merupakan sebuah bentuk energi. Lalu bagaimana sebuah energi bisa mengeluarkan sebuah suara dan berbicara layaknya manusia?
“Siapa kau?” tanya Xing Wang bingung.
Aliran waktu yang ada di tempat ini seakan-akan berhenti saat Xing Wang mengobrol dengan suara misterius ini, ia baru menyadari hal ini saat melihat Harimau Bayangan yang secara tiba-tiba mematung. Bahkan angin juga berhenti berhembus di tempat ini.
“Aku adalah seutas jiwa Phoenix Api yang kau temui di dalam Makam Phoenix Api. Setelah proses penyatuan tubuh kita, aku sebenarnya tidak pergi. Tapi, aku masuk ke dalam Dantianmu dan menciptakan sebuah dunia kecil.”
Tanpa sepengetahuan Xing Wang, ternyata seutas jiwa Phoenix yang memberinya berbagai pengetahuan tentang Phoenix Api saat berada di dalam Makam Phoenix Api, bersembunyi di dalam tubuhnya.
“Apakah kau berniat merebut tubuhku karena tubuh ini dibangkitkan kembali dengan kerangka dan darah milikmu?” lanjut Xing Wang bertanya. Tapi nada bicaranya kali ini berubah menjadi dingin.
“Itu tidak akan pernah terjadi. Aku hanyalah seutas jiwa yang tidak memiliki kemampuan untuk menggerakkan sebuah tubuh,” jawab jiwa Phoenix Api.
“Lalu apa yang kau lakukan dengan menyelinap di dalam Dantianku?” balas Xing Wang memburu.
“Di dalam diriku tersimpan kehendak dari Phoenix Api. Tanpa bantuanku, sangat mustahil kekuatan api yang telah diwariskan padamu akan mampu mencapai puncaknya. Kau harus benar-benar menyatu dengan kehendak Phoenix Api yang ada di dalam diriku agar Api Phoenix yang kau dapatkan itu berubah menjadi api surgawi.”
Jiwa Phoenix Api ini berbicara dengan suara yang sangat agung layaknya seorang Dewa. Dan setiap kata yang terucap dari mulutnya, akan mempengaruhi energi api energi api yang tersimpan di dalam Dantian Xing Wang.
Dantian Xing Wang serasa terbakar karena energi api yang ada di dalam tubuhnya bergolak tak terkendali bagaikan sebuah gunung yang akan meletus. Jika tubuhnya tidak dibentuk ulang dengan kerangka dan darah Phoenix Api, maka Dantiannya itu pasti sudah hangus terbakar hingga menjadi abu.
__ADS_1
Xing Wang berpikir sejenak meresapi setiap kata yang diucapkan jiwa Phoenix Api. Ternyata Api Phoenix yang dia gunakan saat ini belum mencapai puncak kesempurnaan, padahal api berwarna emas ini telah mengeluarkan hawa panas yang sangat kuat dan tidak bisa dipadamkan kecuali targetnya telah berubah menjadi abu.
Xing Wang mengingat kembali kejadian saat berada di dalam Makam Phoenix. Saat itu, api yang digunakan jiwa Phoenix Api bukanlah berwarna emas, melainkan berwarna putih yang mirip dengan cahaya matahari. Apakah mungkin api yang berwarna putih itu adalah api surgawi yang merupakan bentuk sempurna dari Api Phoenix?