Legenda Darah Phoenix

Legenda Darah Phoenix
Ch. 34 — Tetaplah Diam.


__ADS_3

Feng Lang yang telah berubah ke wujud aslinya menatap Xing Wang dengan penuh niat membunuh. Sebab, dalam dua ratus terakhir ini hanya Xing Wang 'lah yang mampu memaksa dirinya untuk menunjukkan wujud ini dalam sebuah pertarungan.


“Tadinya aku hanya berniat bermain-main dan melepaskanmu setelah aku berhasil membuatmu mengaku kalah. Tapi, kau sepertinya memang berniat mencari kematian. Karena itu, aku akan mengabulkan niatmu itu.”


Suara Feng Lang yang terdengar begitu menyeramkan menggelegar di tempat ini. Tubuhnya yang berukuran raksasa telah sepenuhnya tenggelam dalam aura energi angin dan hawa membunuh yang sangat kuat.


Tekanan Qi yang begitu kuat memancar dari tubuh Feng Lang dan membuat beberapa pilar cahaya yang ada di sekitarnya menjadi bergeser beberapa langkah.


Xing Wang tetap berdiri dengan tenang di tempat sambil mengamati arah pilar-pilar cahaya yang ia buat bergeser. Tekanan Qi yang memancar dari tubuh Feng Lang sama sekali tak dapat mempengaruhi dirinya. Sebab, sebelumnya ia pernah mengalami tekanan Qi yang jauh lebih dahsyat daripada ini.


“Apakah kau pikir aku adalah seorang pemula hingga harus ketakutan dengan ancaman rendahan seperti itu?” Xing Wang menatap tajam ke arah Xing Wang dengan tatapan mata yang juga dipenuhi dengan niat membunuh. “Jika memang itu yang kau inginkan … Maka aku tidak akan sungkan! Sekarang rasakan kekuatan penuhku.”


Aura yang memancar dari tubuh Xing Wang seketika meledak dan membuat warna langit berubah warna menjadi keemasan. Dan … Suhu udara yang ada di tempat ini juga terus meningkat tajam seakan-akan tenggelam dalam lautan api.

__ADS_1


**


“Api Phoenix?! Jangan-jangan dia adalah .... Aku harus pergi menolong Feng Lang sebelum nyawanya melayang.”


Xue Lang yang melihat dari kejauhan ternyata mengenali keberadaan Warisan Phoenix Api yang ada di dalam tubuh Xing Wang saat Xing Wang melepaskan semua kekuatan yang ada di dalam dirinya. Ia pun getaran meletakkan Pengeran Siluman Ular ke tempat yang sedikit lebih aman dan segera berlari mendekati Feng Lang.


Akan tetapi …


Hawa dingin yang sangat dahsyat tiba-tiba menyerang dirinya dari baru berlari sekitar sepuluh meter dan membuatnya berhenti di tempat karena kedua kakinya telah membeku.


“Tetaplah diam di tempat dan jangan sekali-kali mencoba untuk menganggu pertarungan mereka berdua jika kau masih ingin tetap hidup.”


Suara seseorang wanita dengan nada yang sangat dingin tiba-tiba terdengar dari arah belakang dan membuat Xue Lang sedikit bergetar ketakutan. Entah kenapa ia merasakan ancaman yang begitu besar dari suara ini padahal ia tahu betul jika pemilik suara ini adalah seorang manusia karena ia dapat mencium aroma tubuh dari pemilik suara ini.

__ADS_1


“Apa maumu sebenarnya? Aku tidak mungkin diam saja saat melihat nyawa suamiku berada dalam bahaya!” bantah Xue Lang sambil terus menyerang balok es tebal yang menjebak kedua kakinya.


“Aku pun juga sama. Dasar siluman serigala keras kepala! Aku terpaksa harus membuatmu berhenti bergerak,” jawab wanita misterius dingin.


Hawa dingin yang menyerang Xue Lang seketika menjadi lebih kuat dan membuat tubuhnya benar-benar membeku dalam balok es abadi.


**


Scree …


Bayangan Phoenix Api mulai muncul di belakang Xing Wang saat aura yang memancar dari tubuh telah mencapai langit.


Feng Lang yang tadinya sudah sangat senang karena merasa kemenangan sudah berada di tangannya seketika berubah menjadi panik ketika melihat bayangan Phoenix Api yang ada di belakang Xing Wang. Sebab, Phoenix Api adalah salah satu hewan suci yang paling dihormati oleh Bangsa Siluman dan juga Beast.

__ADS_1


Namun, ia juga tidak dapat mundur dari pertarungan ini dan melarikan diri seperti seorang pengecut karena harga diri Bangsa Siluman Serigala Angin berada di pundaknya.


__ADS_2