Legenda Darah Phoenix

Legenda Darah Phoenix
Ch. 29 — Pelajaran Dari Alam


__ADS_3

Xing Wang segera mencari tempat yang cocok untuk dijadikan tempat tinggal selama beberapa hari setelah berhasil masuk ke dalam Hutan lapisan ke-tiga.


Bagaimana pun juga, dirinya baru saja mengalami terobosan kultivasi, jadi Qi yang ada di tubuhnya belum sepenuhnya stabil. Karena itu ia membutuhkan tempat yang aman dan tenang untuk bermeditasi selama beberapa hari.


Lagipula, Pangeran Ular yang ikut bersamanya dalam perjalanan ini, masih belum sepenuhnya sembuh dari luka. Cakar Harimau Bayangan telah melukai tubuh Pangeran Ular dengan cukup dalam, jadi proses penyembuhannya juga membutuhkan waktu yang cukup lama.


Mereka berdua terus berjalan menyusuri hutan lapisan ke-tiga ini sambil mencari lokasi yang cocok untuk dijadikan tempat tinggal sementara. Tentu saja, yang mereka cari bukanlah sebuah Goa dari batu karena sekarang mereka berada di tengah hutan, bukan pegunungan.


Mereka berdua mencari sebuah pohon yang cukup besar hingga dapat diubah menjadi sebuah rumah pohon. Dan, kerena Xing Wang berniat untuk bermeditasi, maka dia harus mencari pohon yang tumbuh di tempat dengan energi alam yang sangat melimpah.


Sudah hampir lima kilometer mereka berdua berjalan menyusuri hutan yang luas ini. Tapi, Xing Wang belum juga menemukan pohon yang cocok untuk dijadikan tempat tinggal sementara.


Namun, perjalanannya kali ini bukan sama sekali tanpa hasil. Sebab, selama perjalanan, dia bertemu dengan beberapa Beast tingkat tinggi dan langsung memburunya. Dia mengambil jantung Beast tingkat tinggi itu dan beberapa bagian tubuhnya yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi.


Hampir sebagian besar Beast yang tinggal di dalam hutan yang ada di Benua Awal Mula ini, tergolong sangat langkah karena Benua ini jarang dimasuki oleh manusia. Bahkan ada juga Beast yang merupakan keturunan langsung dari Beast Suci.


Jadi, bisa dibilang kalau Xing Wang juga mendapat panen yang cukup besar karena di tangannya saat ini dia telah mendapatkan sepuluh jantung Beast tingkat tinggi dan beberapa bagian istimewa dari para Beast itu.


“Sepertinya lokasi ini cocok untuk dijadikan tempat tinggal,” seru Xing Wang yang tiba-tiba berhenti untuk merasakan energi alam yang ada di tempat ini.


Xing Wang akhirnya sampai di pusat hutan lapisan ke-tiga. Di tempat ini, energi alam sangat melimpah dan terdapat beberapa pohon yang sangat besar.

__ADS_1


“Melihat ukuran pohon-pohon yang ada di tempat ini, sepertinya usia dari pohon-pohon yang ada di tempat ini telah mencapai ratusan tahun. Sayang sekali jika kita harus merusak pohon-pohon ini untuk dijadikan rumah pohon,” balas Pangeran Ular tak berdaya tampak suram.


Setiap Beast pasti memiliki perasaan tersendiri pada setiap pepohonan yang mereka jumpai kerena selama ini mereka semua mengandalkan pepohonan untuk berlindung dari perubahan cuaca yang tidak menentu.


Kadang cuaca akan sangat terik hingga serasa membakar kulit, kadang juga berubah menjadi sangat dingin hingga menusuk tulang. Belum lagi jika tiba-tiba terjadi sebuah badai. Pada siapa para Beast ini akan berlindung jika tidak pada pepohonan?


Karena itu, beberapa Beast di Klan tertentu kadang membuat peraturan yang sangat keras untuk menjaga kelestarian pepohonan yang hidup di hutan ini. Seperti pesan yang ditinggalkan oleh para Beast Suci sebagai leluhur dari para Beast yang hidup di hutan ini.


...'Jika kalian semua menjaga Alam dengan baik, maka Alam akan melindungi kalian....


...Namun, jika kalian merusak Alam, maka kekuatan Alam akan menghancurkan kalian....


...Mereka yang beruntung, adalah mereka yang selalu menjaga sesuatu dengan baik....


...Dan mereka yang merugi, ada mereka yang selalu merusak segala sesuatu.'...


Sebagai mantan seorang Penyihir Agung yang sangat berkuasa, tentu saja Xing Wang mengetahui hal ini karena dia sudah sering menghabiskan waktu dengan para Beast. Dia juga memiliki seekor Beast tingkat Agung sebagai temannya yang sekarang entah bagaimana keadaannya. Sebab, saat dikalahkan oleh Naga Iblis, Beast itu masih tinggal di Akademi Sihir miliknya untuk menjaga tempat itu.


“Siapa yang bilang bahwa untuk membuat sebuah rumah pohon, kita diharuskan merusak sebuah pohon terlebih dahulu. Masih ada cara untuk membuat sebuah rumah pohon tanpa harus merusak pohon itu,” ucap Xing Wang dengan nada santai sambil menatap langit.


“Apa maksudmu? Bukankah untuk membuat sebuah rumah pohon, kita harus melubangi batang pohon tersebut agar menjadi mirip seperti sebuah Goa. Jika seperti itu, bagaimana sebuah pohon masih bisa bertahan hidup?” balas Pangeran Ular sengit sedikit terkejut.

__ADS_1


Xing Wang mengarahkan tangan kanannya pada sebuah pohon besar yang tepat berada di depannya. Dia menunjuk dengan jari telunjuknya sebuah sarang burung yang ada di salah satu ranting pohon.


Sarang burung itu terbuat dari rumput kering yang disatukan hingga membuat sebuah lingkaran yang mirip dengan sebuah telur dengan sebuah lubang di bagian depan yang dijadikan sebagai pintu.


“Kau lihat baik-baik. Burung itu memiliki sebuah rumah pohon berukuran kecil di atas sebuah ranting pohon. Rumah pohon berukuran kecil itu biasanya disebut dengan sebutan sarang burung. Meskipun berukuran kecil, kau tidak bisa menyangkal bahwa sarang burung itu tetaplah sebuah rumah pohon. Apakah, burung itu merusak sebuah pohon untuk membuat sebuah sarang burung?”


Pangeran Ular menatap sarang burung itu dengan teliti. Sebelumnya, dia sering melihat sarang burung bahkan hampir setiap hari dia melihat benda ini. Namun, baru kali ini dia sadar bahwa sarang burung itu adalah bentuk lain dari sebuah rumah pohon.


Sebelumnya, Pangeran Ular hanya berpikir bahwa sarang burung itu adalah sebuah rumput kering tak berguna yang disusun secara sembarang oleh seekor burung dan hanya digunakan untuk tempat istirahat sejenak sebelum sampai di tempat tinggal mereka yang sebenarnya.


“Aku mengerti sekarang. Terimakasih karena telah memberiku pelajaran yang sangat berharga,” ucap Pangeran Ular tulus.


“Aku hanya membantumu untuk melihat lebih jelas tentang Alam. Kau tidak perlu terlalu sungkan,” balas Xing Wang lalu melanjutkan. “Lagipula kita juga akan mendapatkan sebuah perlindungan ekstra jika membuat sebuah rumah pohon di bagian atas.”


Pangeran Ular menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan ucapan Xing Wang karena jika rumah pohon berada di atas, maka gangguan yang akan mereka dapatkan akan semakin berkurang karena sebagian besar Beast yang hidup di hutan ini adalah Hewan darat yang ditakdirkan berjalan di atas tanah.


“Bisakah kau menunjukkan padaku gambaran dari rumah pohon yang akan kita buat?” lanjut Pangeran Ular bertanya dengan penasaran.


Xing Wang lalu menunjuk beberapa ranting pohon sambil menjelaskan rencananya dengan rinci. Dia juga menunjuk beberapa pohon yang telah tumbang karena sebab tertentu karena Xing Wang melihat bagian barang pohon itu masih sangat baik dan tidak termakan usia. Pohon-pohon inilah yang akan menjadi pondasi rumah pohon yang akan mereka buat.


Mereka berdua lalu segera membuat rumah pohon karena hari sudah mulai siang.

__ADS_1


__ADS_2