Legenda Darah Phoenix

Legenda Darah Phoenix
Ch. 46 — Pintu Gerbang.


__ADS_3

Setelah melewati seribu anak tangga yang mengarah ke ruang bawah tanah, Xing Wang dan Shen Yin Ye melihat sebuah pintu gerbang raksasa yang terbuat dari kayu.


Xing Wang dan Shen Yin Ye merasa ada yang saat melihat pintu gerbang itu. Biasanya, pintu gerbang semegah ini akan dibuat seindah mungkin dan bahan yang digunakan juga pasti akan cukup mewah. Sebab, ruang bawah ini masih berada di wilayah istana Kerajaan. Namun, mereka berdua bisa menebak pasti ada alasan khusus kenapa pintu gerbang itu harus dibuat dari bahan yang sangat sederhana yaitu kayu.


Maharaja Jie melihat ekspresi mereka berdua dengan tersenyum lalu berjalan mendekati pintu gerbang. “Di balik pintu gerbang ini terdapat makam Phoenix Guntur. Kalian berdua seharusnya bisa membayangkan seperti apa kekuatan energi petir yang dimiliki oleh Phoenix Guntur itu. Dan, kayu yang berasal dari pohon dunia yang telah berusia ribuan tahun saja yang dapat meredam energi petir itu.”


Pohon Dunia adalah sebuah pohon yang sangat langkah dan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa karena pohon itu mampu memurnikan energi alam yang tidak stabil dan terkesan merusak.


Xing Wang yang merasa penasaran dengan penjelasan Maharaja Jie, akhirnya maju ke depan dan menyentuh pintu gerbang itu dengan tangan kosong dan tanpa perlindungan sedikitpun.

__ADS_1


Dan …


Tekanan kekuatan yang sangat dahsyat tiba-tiba memancarkan dari pintu gerbang dan menyerang masuk ke dalam dantian Xing Wang. Tekanan kekuatan itu seolah-olah membelenggu kekuatan warisan dari Phoenix Api yang ada di dirinya.


Xing Wang tentu saja melakukan perlawanan dan berusaha keras mengeluarkan tekanan energi dari pohon kehidupan itu. Sebab, kekuatan warisan yang ditinggalkan oleh Phoenix Api adalah satu-satunya kekuatan yang bisa membantunya membalas dendam pada Naga Iblis.


Energi dari pohon dunia yang mencoba menerobos dantian Xing Wang, akhirnya dapat dikeluarkan secara paksa dalam waktu yang tidak terlalu. Ia lalu segera menjauhi pintu gerbang itu setelah ia berhasil meloloskan diri.


“Kau harus lebih hati-hati lagi di masa depan! Jangan pernah membiarkan dirimu terjebak dalam rasa penasaran yang begitu besar karena hal seperti itu hanya akan mempercepat jalan menuju akhirat,” tegur Shen Yin Ye sambil membantu melirik dingin ke arah Xing Wang.

__ADS_1


“Aku mengerti.” Xing Wang yang masih bernafas berat, mencoba menstabilkan kembali auranya. Ia sangat bersyukur karena dapat meloloskan diri dengan cepat sebelum dantiannya dihancurkan oleh kekuatan yang dahsyat itu.


“Apakah kau tidak apa-apa?” Maharaja Jie pun juga langsung menghampiri Xing Wang dengan raut wajah sedikit khawatir. Sebab, Roh Phoenix Guntur yang ada di balik pintu gerbang itu pasti akan mengamuk jika mengetahui pemilik warisan kekuatan dari Phoenix Api telah dihancurkan oleh pintu gerbang ini.


“Aku tidak apa-apa. Maharaja Jie tidak perlu khawatir,” jawab Xing Wang setelah berhasil menstabilkan auranya.


“Pintu gerbang ini memiliki cara khusus untuk membukanya dan sama sekali tidak membutuhkan sentuhan. Sebab, siapapun yang berani menyentuh pintu gerbang ini akan mati karena kehabisan Qi,” jelas Maharaja Jie memberi petunjuk.


Xing Wang hanya bisa mengumpat dalam hati setelah mendengar penjelasan dari Maharaja Jie. Ia benar-benar sangat kesal saat ini. Sebab, jika Maharaja Jie memberitahu dirinya sejak awal jika pintu gerbang ini tidak boleh disentuh secara langsung maka hal seperti ini tidak mungkin bisa terjadi.

__ADS_1


__ADS_2