Legenda Darah Phoenix

Legenda Darah Phoenix
Ch. 7 — Sebuah Petunjuk


__ADS_3

Setelah menyelam sekitar dua puluh menit, Shen Yin Ye akhirnya sampai di pintu keluar pusaran air ini. Dia sama sekali tidak mendapatkan rintangan apa pun saat menyelam ke dalam pusaran air ini, sehingga waktu perjalanan yang ia butuhkan menjadi jauh lebih singkat.


 


Tanpa membuang banyak waktu lagi, dia segera terbang keluar dari danau yang ada di sisi Benua Awal Mula ini dan berdiri sejenak di tepi danau sambil mengingat kembali di mana posisi benda yang dapat menyelamatkan nyawa Wave berada.


 


Sejauh mata memandang, hanya terlihat hamparan hutan yang sangat lebat dengan pepohonan yang menjulang tinggi hampir menyentuh langit.


 


Ya! Sebagian besar wilayah Benua Awal Mula ini memang didominasi oleh hutan yang sangat lebat karena tidak ada tangan-tangan jahil manusia yang biasanya merusak hutan untuk kepentingan mereka sendiri sehingga merusak keseimbangan alam yang dapat menyebabkan berbagai bencana alam.


 


Di bagian tengah Benua ini terdapat hamparan pegunungan yang berwarna hijau dan dua buah gunung yang terlihat cukup aneh karena jarak kedua gunung ini sangat berdekatan walaupun memiliki suhu udara yang berbeda di puncaknya.


 


Gunung yang satu selalu mengeluarkan asap dari puncaknya seperti sebuah tungku yang sedang merebus sebuah pil. Lava di dalam gunung itu selalu bergejolak sehingga sebagian puncaknya selalu tertutup oleh bara api.


 


Sedangkan gunung yang satunya memiliki puncak yang sangat dingin dan selalu tertutup salju, seolah-oleh gunung ini telah tertidur selama ribuan tahun.


 


Shen Yin Ye tidak dapat mengingat dengan baik dimana leluhurnya meletakkan benda itu karena keadaan Benua Awal Mula saat ini sudah berbeda jauh dengan keadaan Benua Awal Mula yang digambarkan oleh leluhurnya ratusan tahun yang lalu.


 


“Di mana sebenarnya letak Goa itu? Aku sama sekali tidak dapat merasakan aura keberadaan benda itu. Jika benda itu benar-benar ada di tempat ini, seharusnya aku bisa merasakan aura keberadaannya.”


 


Shen Yin Ye terus memusatkan konsentrasinya untuk mencari keberadaan benda itu. Dengan tingkat kultivasinya saat ini, seharusnya dia dapat merasakan aura keberadaan benda itu walaupun benda itu terkubur puluhan meter di dalam tanah.


 


Namun, hasil yang dia dapatkan ternyata di luar perkiraannya, ia sama sekali tidak dapat merasakan aura keberadaan benda itu sedikit pun, padahal dia telah mengaktifkan sebagian kekuatan dari Phoenix Salju miliknya.


 


Sepertinya benda itu dilindungi oleh sebuah formasi yang cukup kuat untuk menyembunyikan aura keberadaannya yang mengandung kekuatan Dewa.


 

__ADS_1


Shen Yin Ye merasa sedikit cemas, apakah kedatangannya ke tempat ini akan berakhir sia-sia?! Jika benar seperti itu maka tidak ada gunanya dia membawa Wave datang ke Benua ini.


 


Lalu siapa yang akan menyelamatkan para penyihir dari tangan Naga Iblis itu? Dia tidak memiliki cukup percaya diri untuk menaklukkan para penyihir yang telah menyatakan kesetiaannya pada Naga Iblis itu meskipun tingkat kultivasi yang ia miliki cukup tinggi.


 


Satu-satunya harapan yang ia miliki untuk mengembalikan kedamaian di Planet ini hanyalah Wave. Sebab, dia memiliki wibawa yang cukup tinggi di mata para penyihir di seluruh penjuru Planet Arizone.


 


Dan alasan yang paling utama adalah hubungan antara para kultivator dan para penyihir sudah sejak lama tidak cocok. Jika Shen Yin Ye yang mengambil tindakan, maka akan terjadi pertumpahan darah dan menimbulkan banyak korban jiwa.


 


Pada saat dilanda badai kebingungan di dalam pikirannya, batu giok yang ada di tangan kirinya tiba-tiba menunjukkan keanehan.


 


Lambang burung Phoenix yang ada di dalam batu giok itu seolah-oleh hidup dan membawa giok itu terbang menuju ke tempat Wave yang ada di tangan kanannya.


 


Tes ....


 


 


Scree ....


 


Teriakan burung Phoenix seketika terdengar dari dalam batu giok itu diikuti dengan kobaran api yang membakar batu giok itu hingga menjadi abu.


 


Kobaran api itu lalu berubah menjadi sosok bayangan Phoenix api seukuran kepalan tangan orang dewasa dan terbang menuju ke arah kaki gunung yang puncaknya selalu tertutup bara api.


 


“Di sana ...!!”


 


Shen Yin Ye langsung terbang mengikuti arah bayangan Phoenix api itu sebelum bayangan itu menghilang karena itu adalah satu-satunya harapan yang dia miliki untuk dapat menemukan benda itu yang tidak lain adalah jantung Burung Phoenix Api.

__ADS_1


 


Hanya dengan menggunakan darah yang tersimpan di dalam jantung Burung Phoenix Api inilah nyawa Wave bisa diselamatkan kembali. Dan juga, di dalam darah Phoenix Api terdapat kekuatan dewa yang cukup kuat yang akan menjadi milik Wave jika tubuhnya berhasil menyatu secara sempurna dengan darah Burung Phoenix Api.


 


Akan tetapi, perjalanan untuk mengikuti bayangan Burung Phoenix Api tidaklah mudah karena di dalam Hutan ini terdapat berbagai macam jenis Beast langka yang sangat kuat dan mereka semua berusaha menghadang Shen Yin Ye menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh bayangan Burung Phoenix Api.


 


Ternyata para Beast itu juga mengincar jantung Burung Phoenix Api. Sebab, kekuatan yang ada di dalam darah Phoenix Api itu mampu untuk membuat tubuh mereka berevolusi menjadi seekor hewan suci seperti seekor Burung Phoenix ataupun Naga.


 


Dan kesempatan seperti ini tidak mungkin datang untuk yang ke-dua kalinya, jadi mereka semua saling bersaing antara yang satu dengan yang lain untuk mendapatkan jantung Burung Phoenix Api itu lalu mengekstrak Darah Phoenix yang ada di dalam jantung itu ke dalam tubuh mereka.


 


Shen Yin Ye pun tidak mau kalah. Biar bagaimanapun caranya, dia tetap harus bisa mendapatkan Jantung Burung Phoenix Api itu demi kedamaian seluruh Planet Arizone dan untuk menyelamatkan nyawa Wave.


 


“Kepakan Sayap Phoenix Membekukan Langit.”


 


Shen Yin Ye langsung mengeluarkan salah satu jurus andalannya untuk menghalau para Beast yang mencoba menghalanginya.


 


Scree ...


 


Bayangan Burung Phoenix Salju kembali muncul di tubuh Shen Yin Ye.


 


Suhu suhu di tempat ini langsung turun dengan sangat drastis. Semua benda yang berada dalam radius satu kilometer dari tempat Shen Yin Ye berdiri, semua membeku berubah menjadi patung es. Termasuk para Beast langka yang sejak tadi terus melakukan serangan mematikan untuk menghalangi pergerakannya.


 


“Kalian yang meminta ini semua. Tapi tenang saja, kalian semua tidak akan mati.”


 


Shen Yin Ye lalu terbang melanjutkan perjalanannya dengan bayangan Burung Phoenix Salju yang melindungi tubuhnya. Dia sama sekali tidak berusaha meredam kekuatannya karena masih banyak Beast kuat yang bersembunyi di dalam hutan ini.

__ADS_1


 


Selama melihat bayangan Burung Phoenix Salju ini, tidak akan pernah ada seekor Beast pun yang berani mengganggu perjalanannya karena tidak pernah ada seekor Beast yang berani mengusik keberadaan seekor hewan suci seperti Burung Phoenix Salju.


__ADS_2