Legenda Darah Phoenix

Legenda Darah Phoenix
Ch. 28 — Jurus Pedang Api


__ADS_3

...“Semburan Api.”...


Dengan tubuh yang masih diselimuti ledakan aura energi api, Xing Wang kembali mengeluarkan jurus semburan api. Ia ingin memaafkan momen saat kekuatan sedang meluap-luap tak terkendali ini untuk melakukan serangan terakhir.


Akan tetapi, arah serangannya kali ini bukanlah ke tempat Harimau Bayangan, melainkan ke arah langit. Apa yang sebenarnya sedang direncanakan Xing Wang?


Semburan api berwarna emas, seketika menjulang tinggi ke langit bak obor raksasa yang menerangi seisi hutan.


Xing Wang memusatkan konsentrasinya sambil membayangkan api yang ada di tangan kanannya itu berubah menjadi sebuah pedang.


“Padatkan!”


Semburan api yang ada di tangan kanannya seperti memiliki kecerdasan. Semburan api itu seketika memadat dan berubah menjadi sebuah pedang raksasa dengan panjang sekitar empat meter setelah mendengar teriakan Xing Wang.


“Pe — Pedang Api Phoenix ... !?” seru Harimau Bayangan bergetar ketakutan dengan keringat dingin yang mulai menetes.


Setelah berhasil menerobos ke Tingkat Bintang Biru, Jiwa Phoenix Api ternyata segera memberikan Xing Wang pengetahuan tentang jurus Pedang Api Phoenix.


Jurus ini sebenarnya ada di bab ke-dua Kitab Rahasia Klan Phoenix Api, tapi Xing Wang sama sekali tidak pernah membuka bab ke-dua itu karena larangan keras dari Shen Yin Ye. Dan, di tengah pertarungan seperti ini, bagaimana mungkin dia memiliki waktu untuk membaca sebuah kitab beladiri?


Xing Wang mendengarkan setiap kalimat yang diucapkan oleh Jiwa Phoenix Api dengan penuh konsentrasi lalu segera mempraktekkannya. Dan, hasilnya sangat mengejutkan.

__ADS_1


“Akhirnya aku berhasil menguasai jurus pedang api.” Xing Wang terlihat senang karena ia berhasil menguasai jurus ini hanya dengan sekali percobaan saja. Jika ia gagal dan harus mengulang untuk ke-dua, Harimau Bayangan mungkin akan memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri.


“Sekarang adalah giliranku menyerang. Kau sudah terlalu sering melakukan kejahatan. Jadi aku tidak akan sungkan untuk memberimu hukuman mati!!” niat membunuh yang cukup kuat bisa terlihat dari mata Xing Wang saat ini. Harimau Bayangan ini sebelumnya telah berniat untuk membunuhnya, jadi dia tidak akan pernah melepaskan Harimau Bayangan ini.


Xing Wang lalu menggerakkan tangan kanannya ke arah bawah, menebas tubuh Harimau Bayangan yang bergetar ketakutan di depannya.


“Ti—Tidak …!!” Harimau Bayangan secara reflek menggunakan ke-dua cakar depannya untuk menahan serangan Pedang Api Phoenix karena ke-dua bagian ini adalah bagian terkuat dari tubuhnya. Selain sebagai senjata, Harimau Bayangan juga sering menjadikan ke-dua cakarnya sebagai pertahanan terakhir.


Namun, kekuatan Api Phoenix yang dimiliki Xing Wang saat ini telah meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat kultivasi miliknya. Kekuatan yang ia miliki saat ini sudah setara dengan kekuatan Penyihir / Beast tingkat Master kelas rendah.


Semua kuku Cakar Harimau Bayangan, terpotong dengan mudah di hadapan Pedang Api Phoenix. Harimau Bayangan tidak memiliki apapun lagi untuk digunakan sebagai pertahanan, ia juga tidak bisa melarikan diri dari tempat ini karena semua jalan telah di blokir dengan Api Phoenix.


Pedang Api Phoenix akhirnya menebas Tubuh Harimau Bayangan dan membelahnya menjadi dua bagian yang sama persis lalu merubahnya menjadi abu.


Pangeran Ular akhirnya menunjukkan wujudnya dan berlari menghampiri Xing Wang dengan wajah yang terlihat sedikit kesal. “Kenapa kau membakar Harimau Bayangan itu hingga menjadi abu? Padahal jika tubuhnya masih utuh, kau bisa menggunakan Cakar dan Taringnya sebagai bahan untuk membuat senjata. Selain itu, jantung Beast tingkat Master seperti dia, sangat berguna untuk meningkatkan kultivasi.”


“Aku tidak punya pilihan lain. Aku harus menghilangkan jejak karena setiap bagian Beast yang tersisa, bisa digunakan untuk melihat kejadian sebelum Beast itu mati dengan menggunakan sebuah teknik sihir khusus,” jawab Xing Wang sambil menenangkan kembali aura yang memancar dari tubuhnya.


Xing Wang dulunya adalah seorang Penyihir Agung. Jadi dia tahu setiap teknik sihir yang ada di Planet Arizone ini. Termasuk, sebuah teknik sihir tingkat tinggi yang dapat melihat kejadian sebelum para Beast mati.


“Aku paham. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?” balas Pangeran Ular balik bertanya.

__ADS_1


Tadinya, Pangeran Ular berniat untuk membeli jantung Harimau Bayangan dari Xing Wang jika dia berhasil menang. Tapi, siapa yang tahu jika Xing Wang ternyata sama sekali tidak menyisakan sedikit pun bagian tubuh dari Harimau Bayangan. Padahal, Qi yang tersimpan di jantung para Beast akan memiliki efek dua kali lipat jika diserap oleh Beast. Mestinya hal itu, akan sangat membantu dalam peningkatan kultivasi Pangeran Ular.


“Aku hanya akan menyusuri setiap bagian hutan ini sambil berburu dan berlatih,” jawab Xing Wang santai karena ini memang rencana awalnya masuk ke dalam hutan ini sampai akhirnya dia bertemu dengan Pangeran Ular.


“Kalau begitu aku akan ikut denganmu,” balas Pangeran Ular terlihat semangat.


“Kau sebaiknya kembali ke Kerajaanmu. Kematian Harimau Bayangan ini seharusnya sudah diketahui oleh Raja Harimau Bayangan. Dia pasti akan mengirimkan Beast yang lebih kuat untuk membunuhmu.”


Xing Wang tidak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk melindungi Pangeran Ular yang baru saja dia kenal. Akan lebih baik jika Pangeran Ular ini segera meninggalkan dirinya jadi dia bisa kembali fokus berkultivasi dan mempelajari jurus-jurus yang ada di Kitab Rahasia Klan Phoenix Api.


“Aku tidak ingin kembali ke Kerajaan sebelum berhasil merubah wujudku menjadi manusia setengah ular. Aku selalu dihina oleh para pangeran yang lain karena hanya akulah satu-satunya Pangeran yang belum memiliki kemampuan untuk berubah wujud menjadi manusia setengah ular,” jawab Pangeran Ular terlihat murung.


Xing Wang merasa iba saat mendengar jawaban dari Pangeran Ular. Jawaban itu mengingatkan kembali pada kehidupan masa kecilnya. Saat itu dia selalu dibully oleh teman sekelasnya di akademi sihir karena dianggap paling lemah, tapi Xing Wang berhasil bangkit setelah bertemu dengan Shen Yin Ye dan berhasil menjadi seorang Penyihir Agung.


“Baiklah, kau boleh ikut denganku. Tapi kau harus berjanji jangan pernah mengeluh karena aku sendiri juga tidak tahu tempat seperti apa yang sedang menanti kita di depan,” ucap Xing Wang dengan wajah serius.


Raut wajah Pangeran Ular kembali berseri saat mendengar ucapan Xing Wang, semangatnya kembali bangkit. “Aku setuju. Lagipula tidak akan ada yang bisa membunuhku selama aku berada di dekat pewaris kekuatan Phoenix Api.”


“Jika kau ingin ikut denganku, kau juga harus menyembunyikan tentang warisan Phoenix Api yang ada pada diriku,” lanjut Xing Wang.


“Baiklah, aku mengerti.” jawab Pangeran Ular tanpa menanyakan alasan.

__ADS_1


Xing Wang dan Pangeran Ular akhirnya melanjutkan perjalanan memasuki lapisan ke-tiga karena Xing Wang sudah tidak tertarik lagi untuk berada di lapisan ke-dua setelah tingkat kultivasinya meningkat.


__ADS_2