
Semua prajurit Kerajaan Siluman langsung memberi hormat pada Maharaja Jie setelah melihat kedatangan.
Maharaja Jie langsung menghampiri Pangeran Siluman Ular dan menggunakan kekuatan mustika ular yang ia miliki untuk menyembuhkan semua luka yang ada di tubuh putranya itu.
“Bagaimana kau bisa terluka sampai separah ini? Apakah kau sama sekali tidak mengaktifkan kemampuan pertahanan selama bertarung?” tanya Maharaja Jie terlihat sangat cemas. Sebab, ia sudah berkali-kali mengajarkan teknik pertahanan itu ketika sedang berduel dengan musuh yang jauh lebih kuat.
“Aku sudah mengaktifkan teknik pertahanan sebelum memulai pertarungan. Tapi perbedaan kekuatan kami berdua memang terlalu besar. Teknik pertahanan yang aku miliki langsung hancur hanya dalam sekali serangan,” jawab Pangeran Siluman Ular tertunduk malu.
“Kurang ajar!” Maharaja Jie menggertakkan giginya lalu menatap tajam ke arah Penyihir Agung Reymond. “Aku pasti akan membunuhmu dan memberimu luka yang jauh lebih menyakitkan daripada luka yang kau berikan pada putraku.”
“Haha … Aku rasa kau tidak akan mampu melakukan hal itu karena kemampuan yang kau miliki tidak jauh lebih baik dari putramu itu. Silahkan saja datang menyerangku jika kau ingin lebih cepat menemui dewa kematian.” Penyihir Agung Reymond tertawa berbahak-bahak dengan tatapan yang terkesan mengejek.
Maharaja Jie langsung mengeluarkan senjata pusaka miliknya yaitu sebuah pedang pusaka yang tiba-tiba muncul dari mustika ular. Konon, pedang pusaka yang muncul dari sebuah mustika ular akan memiliki kekuatan yang sanggup mengguncang langit dan bumi.
“Ternyata kau memiliki sebuah senjata pusaka yang sangat bagus. Pantas saja kau terlihat begitu percaya diri. Sayangnya aku tidak menggunakan sebuah pedang jadi aku akan langsung menghancurkan pedang pusaka itu setelah aku berhasil membunuhmu.” seru Penyihir Agung Reymond mengancam.
“Mati saja kau!!”
Maharaja Jie yang sudah tak tahan lagi dengan semua ucapan yang keluar dari mulut Penyihir Agung Reymond langsung menebaskan pedang pusaka miliknya dengan sekuat tenaga dan dengan niat membunuh yang meledak-ledak.
Gerakan pedang Maharaja Jie saat menyerang ternyata sangat cepat dan lincah. Hingga berhasil membuat Penyihir Agung Reymond merasa tersudut.
Penyihir Agung Reymond yang terus diserang oleh Maharaja Jie dari segala arah akhirnya mulai menggunakan kekuatan sihirnya untuk melawan. Tentu saja sihir yang ia gunakan kali ini lebih kuat daripada saat ia bertarung melawan Pangeran Siluman Ular.
...“Formasi Sihir Badai Pedang.”...
Sebuah formasi sihir berukuran raksasa tiba-tiba muncul di atas kepala Penyihir Agung Reymond setelah ia membaca sebuah mantera khusus sambil menggerakkan tongkat sihir miliknya dengan arah tertentu.
Puluhan pedang pusaka yang sangat tajam mulai keluar dari formasi sihir itu dan menyerang Maharaja Jie.
__ADS_1
Clang … Clang …
Kecepatan dan ketangkasan seni berpedang yang dimiliki oleh Maharaja Jie ternyata mampu menandingi serangan puluhan pedang pusaka itu seorang diri. Ia sama sekali tak merasa kesulitan ataupun mendapat luka meskipun diserang dari berbagai arah yang sulit untuk ditebak.
“Menyerahlah!! Karena Kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku!” teriak Penyihir Agung Reymond sambil mempercepat gerakan pedang sihir miliknya.
Maharaja Jiu hanya menanggapi ancaman Penyihir Agung Reymond dengan tatapan dingin. Dia lalu mundur ke belakang dan langsung melakukan gerakan berputar.
Gerakan jurus pedang yang dilakukan Maharaja Jie kali ini terlihat sangat lambat namun menyimpan tekanan kekuatan yang begitu luar biasa.
...“Badai Pedang.”...
Hembusan angin yang muncul dari gerakan putaran ketika Maharaja Jie mengayunkan pedang pusaka yang ada di tangannya langsung menyerang ke tempat Penyihir Agung Reymond tanpa ampun.
Puluhan pedang sihir yang sempat digunakan oleh Penyihir Agung Reymond untuk memblokir hembusan angin pedang ini semua hancur terbelah menjadi beberapa bagian.
Akan tetapi, Sebagai seorang penyihir yang pernah menjadi penyihir terkuat di Planet Arizone ini. Tentu saja Penyihir Agung Reymond tidak akan semudah itu dikalahkan hanya dengan serangan seperti ini. Ia pasti memiliki cara untuk menghindari serangan tebasan pedang itu dengan pengalaman bertarung yang telah ia peroleh selama ribuan tahun.
Semua benda yang ada di sekitar tempat ini, langsung berkumpul di depan Penyihir Agung Reymond ketika ia selesai membaca mantera.
Semua benda-benda itu itu membentuk sebuah tembok raksasa dengan tinggi sekitar sepuluh meter dan memiliki kekuatan sekuat baja yang telah ditempa selama ratusan tahun.
Serangan badai pedang yang digunakan oleh Maharaja Jie dapat dihentikan dengan mudah oleh tembok raksasa itu. Namun, Maharaja Jie tak mau menyerah karena ia adalah seorang Raja dan simbol kekuatan bagi seluruh Bangsa Siluman.
Jika ia begitu mudah menyerah dalam sebuah pertarungan maka semua Bangsa Siluman akan kehilangan kehilangan harga dirinya.
Maharaja Jie kembali berputar di udara sambil terus mengayunkan pedangnya ke arah Penyihir Agung Reymond.
Kali ini gerakan tangan Maharaja Jie ketika mengayunkan pedang pusaka miliknya menjadi jauh lebih cepat dan membuat angin yang berhembus dari putaran gerakannya menjadi lebih kuat hingga berkali-kali lipat dari sebelumnya.
__ADS_1
Seketika, pusaran angin itu berubah menjadi sebuah tornado raksasa yang dikelilingi oleh aliran-aliran angin setajam pedang. Ini adalah teknik pedang tertinggi yang pernah diajarkan oleh Phoenix Guntur kepada Bangsa Siluman.
“Aku pertaruhkan semuanya pada serangan terakhirku ini! Jika aku tidak mampu membunuhmu dengan jurus pedangku yang sebelumnya, kali ini aku pasti bisa membawamu mati bersamaku,” seru Maharaja Jie dengan suara lantang.
Seruan Maharaja Jie itu langsung membangkitkan semangat semua Bangsa Siluman yang mendengar seruannya itu.
...“Pusaran Neraka Pedang.”...
Pusaran angin tornado yang dikelilingi oleh ribuan pedang angin secara perlahan mulai bergerak maju dan menyerang Penyihir Agung Reymond.
Boom ...
Suara ledakan yang begitu dahsyat dan kepulan kabut tebal langsung menutupi sekitar tempat pertarungan Maharaja Jie dan Penyihir Agung Reymond.
Tidak ada yang tahu hasil akhir dari pertarungan ini. Sebab, tempat itu masih tertutup kabut yang sangat tebal dan susah ditembus. Sebab, di dalam kabut itu terdapat energi pedang yang sangat kuat dan membuat siapapun enggan untuk mendekatinya.
Semua prajurit siluman terlihat cemas, terutama Pangeran Siluman Ular karena hanya dialah yang paling tahu bahwa jurus terakhir yang digunakan oleh Maharaja Jie adalah jurus untuk bunuh diri bersama dengan musuh. Karena itu Maharaja Jie sampai saat ini belum mengajarkan jurus pusaran neraka pedang pada Pangeran Siluman Ular.
“Pangeran, apakah Maharaja akan baik-baik saja?” beberapa orang prajurit siluman tak dapat menahan diri lagi dan langsung bertanya pada Pangeran Siluman Ular karena mereka semua tidak adalah merasakan pancaran Qi dari tubuh Maharaja Jie.
“Ayahku pasti akan baik-baik saja karena dia adalah Siluman terkuat di seluruh penjuru Planet Arizone.”
Pengeran Siluman Ular berusaha keras meyakinkan pada semua prajurit siluman bahwa Ayahnya dalam keadaan baik-baik saja karena ia tidak ingin melihat semangat yang dimiliki oleh para prajurit menjadi runtuh. Padahal ia sendiri saat ini masih tenggelam dalam rasa kecemasan yang begitu dalam.
Namun, serangan kembali datang dari para siluman komodo yang dibawa oleh Penyihir Agung Reymond saat semua prajurit siluman menurunkan kewaspadaan.
Satu per satu prajurit siluman dibantai oleh siluman komodo dengan racunnya yang sangat mematikan. Bahkan racun siluman ular pun masih jauh lebih lemah jika dibandingkan dengan racun siluman komodo.
Hanya dalam waktu sepuluh nafas saja, puluhan prajurit kerajaan siluman telah terbunuh.
__ADS_1
Raja dari semua Ras Siluman yang ada di Benua Awal Mula juga sudah mulai berdatangan dan membantu menahan serangan dari siluman komodo itu.
Para prajurit siluman yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi langsung membawa Pangeran Siluman Ular ke tempat yang lebih aman. Sebab, jika terjadi sesuatu para Maharaja Jie hanya Pangeran Siluman Ular saja yang dapat mewarisi mustika ular miliknya dan menggantikan dirinya memimpin Kerajaan Siluman.