Legenda Darah Phoenix

Legenda Darah Phoenix
Ch. 50 — Kemunculan Roh Pedang.


__ADS_3

“Akhirnya ada juga yang datang ke tempat ini. Haha ...”


Sebuah suara dengan nada yang sangat menyeramkan tiba-tiba bergema di ruangan ini. Namun, Xing Wang sama sekali tidak melihat ada sosok lain di dalam ruangan ini selain dirinya. Ia bahkan mengira jika suara yang baru saja ia dengar hanyalah sebuah halusinasi karena pikirannya sedang kacau.


Akan tetapi, perubahan yang begitu besar tiba-tiba terjadi di tempat ini setelah kemunculan suara misterius itu.


Kabut berwarna hitam pekat tiba-tiba muncul dan merubah semua buku sihir putih yang ada di setiap rak menjadi buku sihir kegelapan. Dari setiap buku sihir berwarna hitam itu, Xing Wang juga dapat merasakan adanya hawa iblis yang begitu kuat.


Xing Wang yang merasa penasaran, akhirnya mencoba mengambil salah satu buku yang ada di rak tersebut secara acak dan mulai membacanya. Wajahnya terlihat begitu serius saat membalik halaman demi halaman kitab sihir itu.


Dan … Ia menemukan bahwa isi dari buku sihir itu juga telah ikut berubah menjadi tentang sihir kegelapan yang dipenuhi dan dipenuhi dengan berbagai macam ritual yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Ingatnya yang selama ini ingin ia kubur dalam - dalam akhirnya muncul kembali. Sebab, ia pernah mengalami hal yang sama sebelum saat ia menghancurkan perpustakaan milik Klan Penyihir di masa lalu.


Xing Wang lalu melihat sekeliling dan mencari siapa sebenarnya makhluk misterius yang menjadi sumber keanehan di tempat ini. Dan, ia juga penasaran kenapa makhluk itu seakan-akan mengetahui kehidupan masa lalunya.


“Siapa kau? Cepat tunjukkan wujudmu di hadapanku!! Jangan hanya bersembunyi di balik kegelapan. Apakah kau pikir aku tidak dapat menemukanmu jika kau terus bersembunyi dalam kegelapan?” seru Xing Wang tampak geram karena kenangan buruk di masa lalunya kembali terusik.


“Haha … Menarik sekali! Kau adalah manusia pertama yang tidak takut setelah mendengar suaraku. Aku jadi tertarik, apakah keberanianmu itu masih akan tetap ada setelah kau melihat wujudku?”


Aura yang memancar dari tubuh raksasa itu memiliki tekanan yang sangat luar biasa dan seolah-olah mampu mengguncang sebuah gunung. Hingga membuat Xing Wang terdorong beberapa langkah ke belakang.


“Dari Ras mana kau berasal? Aku sering membaca buku tentang jenis-jenis Beast dan iblis tapi aku sama sekali tidak pernah menemukan ada makhluk sepertimu di dalam buku itu. Jangan-jangan kau bukanlah dari kedua jenis itu?” seru Xing Wang bertanya dengan suara lantang. Ia sama sekali tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya.

__ADS_1


“Aku memang bukan Beast ataupun Siluman. Tapi, aku adalah sebuah Roh Senjata. Aku adalah sebuah roh pedang!!”


Raksasa itu kemudian berubah menjadi sebuah pedang pusaka dengan bilah pedang berwarna hitam pekat.


Hanya dengan sekali lihat saja, Xing Wang bisa tahu jika pedang pusaka yang ada di depan matanya terbuat dari bahan yang sangat solit yaitu baja berwarna hitam yang telah berusia ribuan tahun dan matang secara sempurna di bawah kawah gunung berarti.


Dan … Seorang penempa senjata yang dapat menempa bahan sekeras itu hingga menjadi sebuah pedang pusaka pastilah bukan seorang penempa biasa. Sebab, untuk dapat membuat sebuah pedang pusaka dengan bentuk yang begitu sempurna dari bahan sekeras itu dibutuhkan proses yang cukup rumit dan berulang-ulang.


Api yang digunakan selama proses penempaan pun juga pasti bukanlah sebuah api biasa karena suhu api itu harus tetap stabil dalam waktu yang sangat lama dan dalam kondisi apapun.


Xing Wang bertanya-tanya dalam pikirannya siapa penempa senjata yang mampu menempa sebuah pedang pusaka sehebat ini? Sebab, kemampuan semua penempa senjata yang pernah ia jumpai di Planet Arizone sangat mustahil untuk bisa membuat pedang pusaka sehebat ini.

__ADS_1


__ADS_2