Lentera Cinta Permata Desa

Lentera Cinta Permata Desa
Izin


__ADS_3

Di sebuah Padang bunga yang luas terlihat seorang gadis cantik yang tengah berlari-lari kecil sambil menenteng makanan ditangannya.



"Kakak tunggu aku sebentar!l!" Sahut gadis lain disebelahnya.


"Ayo Lala cepat sedikit, nanti Paman keburu lapar!" Ucapnya dengan sedikit teriak.


Sepanjang perjalanan mereka menikmati pemandangan yang indah, tempat yang mereka tuju dipenuhi oleh padang yang ditumbuhi oleh bunga-bunga yang indah nan memanjakan mata.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai ditempat tujuan. Disana terlihat seorang pria paruh baya yang tengah beristirahat dibawah pohon rindang setelah lelah bekerja.


"Paman!" panggilnya


"Ayah!" sahut gadis disebelahnya yang membuat pria paruh baya itu menoleh pada mereka.


"Akhirnya kalian datang juga cacing di perutku sudah minta diberi asupan." Sahutnya dengan terkekeh.


"Maaf Paman, kami sedikit terlambat." Ucap gadis itu sambil meletakkan makanan yang dibawanya.


"Iya ayah, karena tadi Ibu terus saja mengoceh dan membuat kami datang terlambat." Ucap Lala sambil memanyunkan bibirnya.


"Ayah tau kakak yang memasak ini semua, dan ayah tau semua ini masakan kesukaan ayah."


"Oh ya? jika kakakmu yang memasak nya lalu kau melakukan apa?" Tanya pria paruh baya itu.


"Tentu saja aku membantu kakak." Ujar Lala

__ADS_1


"Serta membantu memakan nya juga!" sambung sang ayah sambil tertawa, membuat Lala cemberut seketika.


"Tidak paman, dia membantu ku tadi memotong bahan untuk masakan dan juga yang lainnya." Celetuk gadis cantik disampingnya.


"Iya ayah, aku juga ikut membantu kakak. Tetapi, ayah berpikir yang bukan-bukan."


"Baiklah ayo makan, cacing nya sudah sangat lapar jika terus mendengarkan celotehan putriku ini". Ujarnya sambil memainkan rambut Lala.


"Ayah!! jangan dirusak aku susah payah mengepang rambut ku tadi". Ujar lala dengan wajah sedikit kesal pada ayahnya.


Mereka pun makan sambil menikmati pemandangan yang ada, sesekali bersenda gurau, sungguh pemandangan yang menyejukkan.


Tak lama kemudian.......


"Wah, makannya benar-benar sangat lezat.! lihat perutku menjadi besar seperti ini! Ujarnya sambil menunjuk perutnya.


"Sudah tidak papa, lagian dirumah masih ada kan. Kakak bisa membuatkannya lagi kalau kau mau, hmm". Jawab gadis cantik itu sambil membereskan peralatan makan tadi.


"Kakak, jadikan menemaniku ke pasar nanti untuk membeli beberapa barang?" Tanya Lala dengan berbinar-binar, membuat gadis cantik itu menghentikan pekerjaannya seketika.


"Hmmm, kita harus meminta izin dulu kan?" Jawabnya.


" Baiklah, ayah kami ingin pergi ke pasar sebentar boleh kan?"Tanya Lala sambil mendekat pada ayahnya.


Pria paruh baya itu melihat ke arah putrinya sejenak.


"Apa kakak mu bersedia ikut denganmu?".

__ADS_1


"Tentu saja bersedia benarkan kak?" Ujar Lala sambil memandangi kakaknya.


"Paman setuju, lalu bagaimana dengan bibi nanti, kami belum minta izin padanya." Sahut gadis itu.


"Tak apa, biar paman nanti yang bicara padanya lagipula kalian hanya sebentar kesana kan."


"Iya Ayah, aku hanya beli beberapa barang saja lagipula kami jarang keluar rumah apalagi kakak yang hanya seharian dirumah itu membosankan sekali." Ujar Lala bersungut-sungut.


"Baiklah ayo kita pergi, tetapi hanya sebentar saja hmm?"


"Iya-iya hanya sebentar ayo!" Lala terlihat senang atas persetujuan kakaknya itu.


"Kakak ayo cepat kita pergi nanti keburu tutup tokonya". Sahut Lala sambil menarik tangan Kakak nya.


"Paman kami pergi sebentar!"


"Iya hati-hati, jangan telat pulangnya. Dan lala jangan membuat masalah nanti." Nasehatnya pada putrinya.


"Iya, ayah tenang saja aku hanya membeli beberapa barang saja, tidak akan lama kok!"


"Baiklah. Dah Ayah!" Teriak Lala dengan senang.


"Paman kami jalan dulu". Ujar gadis itu dengan sopan, dan pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya sambil memandangi kedua gadis itu hingga menghilang.


Bersambung......


Hai, semuanya jika suka dengan cerita nya jangan lupa like, komen dan vote ya dan terimakasih sudah mampir 😊

__ADS_1


__ADS_2