Lentera Cinta Permata Desa

Lentera Cinta Permata Desa
Menjaga Toko


__ADS_3

Sesampainya di kamar, Sathi langsung membersihkan tubuhnya yang lengket karena seharian. Setelah membersihkan tubuhnya ia langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur sambil ditemani sinar bulan di malam hari yang bersinar di balik jendela kamarnya.



"Huftt." Terdengar hela nafasnya, ia melihat ke arah keluar yang sudah gelap. Tak lama, ia membaringkan tubuhnya menghadap langit-langit kamar, gadis itu tampak berpikir tak lama ia pun memejamkan matanya dan menuju alam mimpinya.


Keesokan harinya matahari sudah menampakkan dirinya, cahaya yang mulai masuk ke dalam sela kamar nya membuat gadis itu terbangun dari tidurnya.



Suara kicauan burung seolah menyapanya.


"Selamat pagi dunia." Ujarnya dengan senyuman. Sathi pun segera bergegas membersihkan dirinya karena membuka toko milik keluarga Pamannya.


Setelah merasa segar, Sathi pun segera bergegas ke dapur dan segera memasak untuk sarapan pagi. Sathi tampak memotong dan memasak dengan lihainya. Tanpa Sathi sadari Randu telah berada di belakangnya. "Apa yang kau masak hari ini?" Tanya Bibi Randu.


"Aku memasak beberapa makanan seperti biasa Bi, hanya saja aku menambahkan sedikit resep baru yang aku coba." Jelas Sathi.


Sang Bibi hanya melihat masakan itu yang sudah tertata rapi di meja makan. "Baiklah mari kita lihat resep baru mu itu." Setelah mengatakannya Ahmed dan Lala datang.


"Selamat pagi semuanya." Ujar keduanya dengan senyuman.


"Selamat pagi paman, selamat pagi Lala." Ucap Sathi.

__ADS_1


"Wah, kelihatannya ada yang berbeda hari ini bukan begitu Lala?" Ujar Ahmed.


"Iya Ayah, sepertinya begitu bahkan aromanya sangat harum, aku jadi tak sabar ingin memakannya." Ujar Lala.


Mereka duduk bersama dan makan dengan tenang. "Baiklah, aku segera berangkat hari ini. Ada sedikit tambahan perkejaan di kebun tuan Manaf." Terang Ahmed pada semuanya.


" Saras tak apa bukan jika hari ini kau yang menjaga toko sendirian?" Tanya Randu padanya.


Mendengar hal itu, Ahmed mengerutkan keningnya. "Memang kau mau pergi kemana?"


"Aku akan pergi ke hajatan di desa sebelah, membantu disana, lumayan kan untuk menambah pendapatan juga." Jawab Randu pada suaminya.


"Kalau begitu Lala akan menemanimu berjaga di toko." Imbuh sang Paman. Namun tiba-tiba Randu pun menyela perkataan Ahmed.


Melihat perdebatan itu, akhirnya Saras memutuskan biar dia sendiri saja yang menjaga toko.


"Tak apa paman aku bisa sendiri menjaga toko dan yang dikatakan bibi memang benar, lagipula aku sudah biasa kan dan nantinya akan ada Reni dan yang lainnya akan menemani ku nantinya." Ujar Saras.


"Ah, iya itu benar jadi kau tidak perlu khawatir lagipula hanya hari ini saja." Ujar Randu dengan cepat.


"Baiklah, kau harus segera berangkat kan nanti pak Manaf marah jika kau terlambat." Sekarang Randu meminta suaminya segera berangkat.


"Baiklah, kalau begitu Paman akan mengantar mu ke toko sekalian, kita searah kan?" Ujar Ahmed.

__ADS_1


"Iya Paman" balasnya Saras.


"Ya sudah, segeralah kalian berangkat." Ujar Randu sambil membawa piring.


"Dah ayah, dah kakak semangat kerjanya." Lala terlihat melambaikan tangannya.


Melihat hal itu, mereka hanya tersenyum dan melambaikan tangan juga tak lupa dengan senyuman manis. Lala memandang kepergian ayah dan kakaknya terus hingga menghilang dari pandangannya.


"Lala nanti jangan lupa bereskan rumah dan antar makan siang ayahmu nanti." Jelas Ibunya.


"Baik ibu" Balasnya.


Ibunya pun menuju kamarnya untuk segera bersiap Lala, hanya memperhatikannya sambil melambaikan tangannya.


"Dah Ibu, hati-hati di jalan".


Pintu segera Lala tutup dan entah apa yang ada dipikirannya. Sebuah senyum terbit di wajah hitam manisnya.


"Aku punya ide yang bagus!"


Bersambung......


jangan lupa like, vote dan komen ya. terimakasih sudah mampir ❤️

__ADS_1


__ADS_2