Lentera Cinta Permata Desa

Lentera Cinta Permata Desa
Pilihan


__ADS_3

"Bagaimana ayah??, apa katanya??" tanya sang menantu


"Ia akan segera datang Lavina, tadi ia bilang sekarang dia di lapangan golf bermain bersama temannya" Jawab pria paruh baya itu


"Mungkin ia menghabiskan waktu sebelum akan dibabat habis dirumah ini" Jawab Rayendra


"Apa??, kenapa memandang ku seperti itu??" Tanya Rayendra pada sang istri


"Kenapa berbicara seperti itu???, Benar benar Kakak yang menyebalkan" Balas istrinya


"Aku hanya bercanda sayang, kau tau kan aku sangat merindukan asik kecil ku itu"


"lebih baik aku mengalah saja daripada tidak dapat jatah" Sahutnya dalam hati


"Oh ya, sampai mana persiapan penyambutan nya sayang???" Tanya Rayendra


"Aku sudah mempersiapkan semuanya, aku sudah memasak makanan kesukaan nya juga"


"Sudah cukup lama ia berada diluar negeri, Pasti ia merindukan masakan rumah" Jelas Lavina


"Terimakasih nak" ucap mertuanya


"Tidak perlu berterimakasih Ayah, dia bukan saja adik ipar ku tetapi ia sudah menjadi adik tersayang ku"


"Ayah sudah menganggap ku seperti putri sendiri bukan??" tanyanya


"Iya" balas pria paruh baya itu


"Kalau begitu dalam keluarga tidak ada ucapan terimakasih lagi. Itu seperti apa ucapan orang asing saja" balas Lavina


"Lavina, kau memang putri ku" balas mertuanya sambil memeluk menantunya itu

__ADS_1


Rayendra yang melihat hal itu tersenyum hangat, semenjak kedatangan istrinya itu. Suasana bahkan kehidupan nya menjadi lebih sempurna, ditambah lagi kehadiran sang buah hati mereka.


Ia begitu beruntung mendapatkan istri seperti Lavina, istri yang bisa memahami, menyayangi nya dan mengurus nya dengan baik bukan hanya dirinya tetapi juga ayahnya, tanpa menuntut apapun.


"Apa aku ketinggalan sesuatu???, kenapa kakek memeluk ibu??" Tanya Junior


"Sini, cucu kakek yang tampan ini akan kakek peluk juga" ajaknya


"Happ, tangkap aku kek!!" pintanya


"Cucu kakek semakin berat saja" balasnya


"Kakek, ayo main bola bersama" ajak Junior


"Baiklah, ayo kita main bola bersama"


"Tidak mengajak ayah???" tanya Lavina


"Tidak, hari ini aku ingin bersama Kakek" jawabnya


"Terkadang aku iri sayang!" kata Rayendra


"Iri kenapa??" balas istrinya


"Dia itu dari benih ku tetapi ia lebih sayang pada Kakek nya dibanding Ayah nya sendiri" adu nya.


"Mungkin karena ia tahu ayahnya itu jelek!!"


Setelah mengucapkan itu Lavina berlari menghindari amukan suaminya.


"Lavina!!, awas nanti jika tertangkap akan ku hukum kamu sayang" Rayendra pun segera menyusul istrinya itu untuk memberikan hukuman karena kenakalannya.

__ADS_1


Lavina pun sampai di depan kamarnya, dan segera menutup pintunya, namun tangan kekar langsung menghadang nya dan membuat Lavina kalah kuat.


"Main kejar-kejaran sekarang sudah selesai, sekarang istri nakal nya sudah tertangkap" Jawab Rayendra sambil menutup dan mengunci pintunya.


Melihat raut wajah sumringah suaminya, Lavina mundur perlahan dan akhirnya mentok di dinding kamar mereka.


"Astaga, matilah aku sekarang, kenapa ada dinding disini. Siapa yang memasang nya!" kesalnya dalam hati


"Sekarang hukuman nya, Kau siap sayang??" Tanya Rayendra


"Sayang, hukumannya nanti saja ya, soalnya nanti Junior bisa saja datang dan menganggu kita" jawabnya untuk menghindar


"Oh ya, tapi aku rasa tidak akan karena jika Junior bermain ia akan lupa waktu dan aku rasa ayah tentu paham akan hal itu bukan" jawab nya


"Aku tidak menerima penolakan apapun sayang, tetapi aku bisa memberikan pilihan" kata itu langsung membuat Lavina bernafas lega.


"Apa itu???" tanyanya


"Jika tidak sekarang tidak masalah tetapi, nanti malam aku ingin 5 ronde bagaimana???"


"Itu sama saja, enak baginya kalau begitu lebih baik sekarang saja" batin nya


"Jadi, keputusan nya???" tanya Rayendra


"Sekarang saja" putus Lavina


"Pilihan yang bagus sayang" jawab Rayendra tersenyum senang


Tanpa mengulur waktu, Rayendra langsung melahap bibir kesukaan nya itu sambil melepaskan pakaian yang menempel pada tubuhnya dan istrinya.


Lavina pun tidak menolak, karena ia juga menyukai nya, mereka pun hanyut dalam asmara mereka dan seketika ruangan itu menjadi panas dan hanya terdengar d3s4h4n saja.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan vote ya ❤️❤️❤️


__ADS_2