
Pesawat yang ditumpangi Ravendra sudah akan bersiap terbang. Kursi penumpang yang ia dapatkan terletak di dekat jendela, sehingga ia bisa melihat keadaan diluar sana. Tak lama kemudian terdengar pengumuman dari pramugari bahwa pesawat akan siap terbang dan diharapkan kepada penumpang untuk mematuhi aturan selama penerbangan.
Sesaat kemudian, pesawat telah lepas landas dan mulai melintas awan ditemani langit nan cerah. Perjalanan dari sini ke negara nya memakan waktu sekitar 6 jam, cukup mengurasi waktu dan ia pun bisa bersantai dan beristirahat selama itu. Tak lupa juga, selama penerbangan ia mendokumentasikan perjalanan nya ke setiap negara. Menggunakan kamera nya ia merekam setiap hal yang ia lewati.
Hal itu sudah sering ia lakukan dan termasuk hobinya, terkadang Junior keponakan nya akan menagih video perjalanan nya itu karena tidak mungkin setiap saat Junior pergi keluar negeri karena ia masih kecil.
Biasanya mereka akan menonton rekaman ini bersama sama ya anggap saja seperti rekam jejak. Mengingat hal itu Ravendra sungguh tidak sabar untuk pulang bertemu dengan keluarga nya, bercanda ria dan tentunya merindukan masakan rumah nya.
Baginya Ayah, Kakak dan Kakak iparnya ditambah si kecil junior adalah pelengkap hidupnya. Walaupun ia tidak memiliki ibu lagi karena sang ibu telah meninggal dunia saat umurnya 10 tahun karena penyakit kronis. Karena itu ia terkadang merindukan ibunya, meskipun sang ayah memberikan seluruh kasih sayang untuknya tetap saja ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh figur ayah.
Karena itu semenjak kedatangan kakak iparnya kehidupan keluarganya menjadi lebih berwarna. Kakak iparnya sangat lah sempurna, selain cantik, baik ia juga penyayang karena itu Ravendra berharap suatu saat nanti ia akan mendapatkan istri seperti ibu dan kakak iparnya.
"Selamat tinggal London" Ucapnya sambil melihat awan yang dilintasi nya
Sedangkan disisi lain, terlihat Saras mengobrol dengan adiknya sambil menunggu kedatangan paman dan bibinya.
Mereka mengobrol di teras rumah sambil bercerita keseharian dan sebagainya.
"Oh ya kak, tadi aku bertemu kak Reni" Kata Lala
"Dimana kalian bertemu??" tanya Saras
__ADS_1
"Di dekat toko Jak" balasnya
"Kau pergi ke toko? kenapa??" tanya Saras lagi
"Tadi, aku ingin menemui ibu menanyakan masalah uang SPP kak" Jawab Lala
"Begitu, lalu apa kata kak Reni??" tanya Saras penasaran
"Tidak ada yang penting, karena kami tadi hanya membahas eummmm" ucapnya tergantung
"Membahas???" tanya Saras
"Sebentar Kak ,aku lupa" balas Lala
"Kalau masalah senorita kau tidak lupa kan" ejeknya
"Kakak, jangan ingat kan aku lagi!!" ucapnya kesal
"Hahaha, baiklah sekarang apa kata kak Reni" tanyanya lagi
"Oh, ya Kak Reni bilang kenapa bukan kakak yang menjaga toko" Terang Lala
"Lalu??" tanyanya lagi
__ADS_1
"Lalu ku ceritakan saja yang sebenarnya, dan kak Reni juga bertanya apa kakak mau pergi jalan dengan nya lagi" ucapnya lagi
"Jalan kemana??? apa ketempat itu lagi???" tanyanya beruntun
"Tidak, kak Reni bilang bukan itu, aku rasa ia punya tempat baru yang menyenangkan" balas Lala
"Jadi ku katakan padanya bahwasannya kakak mau dan aku juga akan ikut" balas Lala
"Apa???" tanya Saras kaget
"Kakak mau kan??" tanya Lala
"Ayolah kak, lagipula sebentar lagi aku libur sebelum ujian akhir" Kata Lala membujuk
"Tapi nanti...." ucapnya menggantung
"Kakak tidak perlu khawatir tentang Ibu, aku akan mengatasi nya nanti"
"Jadi Kakak mau kan?" tanya Lala dengan wajah imutnya
Saras pun menghela nafas panjang dan mengatakan "Baiklah"
"Yeyyyy, Kakak yang terbaik" pujinya
__ADS_1
Bersambung.......