
"Nah, akhirnya selesai juga kue nya ini, bisa dibawa Paman untuk besok ke kota" ucap Saras
Saras baru saja selesai membuat kue untuk Pamannya yang akan ke kota besok, ia berharap Pamannya akan suka dengan kue buatannya. Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar, Saras pun segera mendekati dan membukakan pintunya. Setelah pintu itu terbuka terlihat, gadis dengan wajah cemberut berdiri dihadapannya
"Ada apa??"
"Kenapa wajahnya cemberut begitu??" tanya Saras pada adiknya
Gadis yang bermuka masam itu adalah Lala, entah apa yang terjadi padanya sehingga saat pulang wajahnya seperti itu.
"Kakak!!, aku kesal pada orang aneh itu!" lapornya pada Saras
"Orang aneh???, siapa maksudnya??" tanyanya
"Itu tadi di sekolah, ada anak aneh yang baru saja datang dari kota. Ia murid pindahan, dia sangat menyebalkan" Ceritanya pada sang kakak
"Apa yang dilakukan padamu??" tanya Saras
"Ia terus saja mengganggu ku, dari awal masuk kelas sampai pulang sekolah" lanjutnya lagi
Saras tidak menyela dan terus mendengar kan cerita adik kecil nya itu.
"Kakak tau apa yang paling membuat ku kesal??" Tanyanya pada Saras
Saras pun menggeleng karena tidak tau "memangnya apa??" katanya
__ADS_1
"Ia terus memanggil ku dengan sebutan Senorita" jawabnya
"Karena ulahnya, semua orang mentertawakan ku"
"Apa dia berasal dari luar negeri???" tanya Saras
Karena setahunya, panggilan Senorita biasanya berasal dari negara barat umumnya.
"Iya kak, rambutnya pirang dan matanya berwarna biru namanya Albert"
"Jadi kau kesal karena itu, lagipula menurut kakak itu tidaklah buruk"
"ia tidak mengejek mu, mungkin ia suka memanggil mu dengan nama itu sebagai tanda pertemanan" jelas Saras
"Dia bilang karena aku....."
"Karena apa??, Kau kenapa??" tanya Saras penasaran
"Aaaaaa, aku tidak mau itu memalukan!!" jawab Lala sambil berlari ke kamarnya.
"Ada apa dengan nya??" Saras kebingungan sekaligus merasa lucu akan sikap adiknya itu
"Ya sudah, habis ini makanlah dulu kakak sudah memasak makanan" Teriak Saras
Setelah memasak, Saras pun bersantai sejenak menikmati danau yang berada di depan rumah.
__ADS_1
Ia mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya. Tak lama datang sekawan angsa yang berenang mengitari danau.
Angsa-angsa itu memang sering berenang dan bermain disekitaran danau, angsa itu ada yang angsa liar maupun angsa milik penduduk sekitar. Saras memperhatikan sekawan angsa itu, dan tak disangka salah satu anak angsa itu berenang mendekat ke arahnya.
"Hai, kau manis sekali begitu kecil dan imut" sapa nya pada anak angsa itu
"Kau lapar???" tanyanya
Seolah mengerti yang dikatakan Saras anak angsa itu mendekat padanya. Saras pun segera memberikan makanan pada anak angsa itu dan juga pada angsa yang lainnya.
Angsa angsa itupun menikmati makanan yang diberikan pada mereka. Saras memperhatikan mereka dengan senyuman manisnya. Saras pun mengedarkan pandangannya melihat danau yang begitu asri dan jernih, hingga pandangan nya terhenti pada sepasang angsa putih yang membentuk love dengan menyatukan kepala mereka.
"Manis sekali, penuh cinta bahkan angsa pun menemukan cinta mereka. Apa aku akan seperti itu juga???" Tanya Saras pada dirinya sendiri.
Tak lama sekilas bayangan percakapan nya dengan Reni waktu itu terngiang kembali di benaknya.
"Pangeran ya??, apakah itu mungkin??"
Bersambung......
Jika suka ceritanya Jangan lupa like komen dan vote ya ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1