
Setelah memakan sarapan, Ahmed segera mengantarkan Lala ke sekolah. Sedangkan Saras membereskan peralatan makan yang telah dipakai, dan Randu bersiap-siap untuk ke toko.
"Jangan lupa bereskan rumah dan memasak makanan nantinya" Perintah Randu
"Baik bi"Jawab Saras
"Dengar Saras, aku harap kau tidak meminta apapun pada Paman mu Mengerti!! kata Randu
"Mengerti Bi" Balasnya
"Baguslah, aku harap kau sadar dan paham apa yang telah kami berikan padamu selama ini " Cetus Randu
Setelah mengatakan itu, Randu segera pergi meninggalkan rumah dan menuju ke toko.
"Hati-hati dijalan Bi" kata Saras
"Hmmm" Randu hanya menjawab dengan deheman.
Ketika Randu telah pergi, Saras pun kembali ke dalam dan masuk ke kamarnya.
Ia telah menyelesaikan pekerjaan jadi, untuk sementara ia bisa beristirahat sebentar.
"Aku sayang kalian semua" Kata Saras sambil memandangi pigura yang terpajang di nakas tempat tidurnya.
Di sebuah lapangan golf nan hijau, lapangan tersebut dikelilingi oleh danau kecil buatan, yang mengelilingi nya ditambah dengan cahaya matahari yang menyinari nya terlihat begitu indah dan memukau.
Terlihat seorang pria tampan nan gagah sedang bersiap mengayunkan tongkat golf nya.
"Baiklah.... satu,dua tiga" pada hitungan ke tiga tongkat itu diayunkan dan mengenai bola bulat putih kecil itu dan menggelinding seketika.
__ADS_1
"Ayo, masuklah!" katanya dengan semangat sambil memandangi bola yang bergelinding itu
Dan "Wow, Ravendra! kau berhasil kawan!!" sahut salah satu pria teman nya.
"Tentu, aku sudah memperhitungkan nya, Terimakasih pujian nya" Balasnya
"Sekarang giliran ku kawan" pinta temannya
"Baiklah" namun saat itu langsung terdengar dering ponsel.
"Ravendra, ponselmu berbunyi" Sahut temannya
"Aku angkat telfon dulu" jawabnya
"Ya, Halo?" Balasnya
"Sudah sampai mana sekarang?, kau tidak lupa bukan??" jawab orang diseberang telfon itu
"Aku akan segera pulang, saat ini aku sedang bermimpi golf bersama temanku*l" balasnya
"Baiklah, ayah akan menunggumu" Jawabnya
"Baik Ayah, aku sayang ayah" Jawab Ravendra sebelum menutup telfonnya
"Ayah ingin bukti bukan kata-kata mu saja" balas sang Ayah
Tut Tut Tut
"Siapa Ravendra??" tanya temannya
"Ayahku, ia meminta ku segera kembali" jawabnya
__ADS_1
"Jadi, akhirnya kau pulang juga ya" balas temannya
"Aku merindukan mereka, apalagi junior" jawabnya
"Aku rasa, lebih baik kau menikah baru kau bisa memproduksi Junior mu sendiri" balas temannya
"Dasar kau ini" balasnya sambil memukul lengan temannya
"Awww, dasar kau pakai kekerasan ya, Sakit sekali" balas temannya
"Heh?? sejak kapan kau jadi lemah begitu" ejeknya
"Kau ini benar-benar menyebalkan, aku berdoa semoga kau dijodohkan saat pulang ke rumah" kata temannya itu
"Tidak apa, aku senang jika ada jodoh ku yang datang, aku akan mencintai nya hingga akhir. Tidak seperti mu mempermainkan para gadis dengan rayuan maut mu itu Aldo"
"Para gadis itu yang mengejar ku, karena aku ini tampan" balasnya dengan bangga
"Iya, terserah kau saja". Ucap Ravendra
"Ayo, kita kembali sebentar lagi akan senja" ucapnya
"Aku harus bersiap untuk pulang" Ucapnya lagi
"Iya iya dasar calon pengantin" ejek Aldo
"Terserah kau saja" balas Ravendra
Mereka pun segera membereskan peralatan mereka dan segera menaiki mobil golf mereka sambil menikmati pemandangan si sore hari dimana matahari mulai terbenam.
Bersambung......
Para Reader tersayang jangan lupa like komen dan vote ya
__ADS_1
Terimakasih ❤️❤️❤️