
Reni membawa Saras pergi ke suatu tempat, sepanjang perjalanan mereka sangat menikmati nya apalagi ditambah kehadiran Lala.
Lala mendatangi mereka tiba-tiba saat makan siang, ia berniat mengantarkan makanan untuk kakaknya tetapi mereka ternyata sudah bersiap pulang.
Flashback
"Kakak, mau pergi kemana?"
"lihat aku membawakan makan siang untukmu, wah ternyata ada Kakak Reni juga. Kalau begitu kita bisa makan bersama" ajaknya
"Wah, Lala kau sangat pengertian sekali, kau tau saja kami sedang lapar. Apa kau tahu hari ini banyak wisatawan yang datang kami benar-benar kewalahan, apalagi kakak mu itu."
Mendengar ucapan Reni, lala melihat keadaan toko dan benar saja banyak bunga yang sudah terjual.
"Kak Reni benar, pasti Kakak kelelahan sendirian" ucapnya sedih
"Tidak apa-apa Lala, lagipula Kakak bisa mengatasi nya. Kakak senang kau datang dan membawakan makanan, terimakasih adik"
"Ayo kita segera makan, kalau tidak nanti tidak jadi berangkat" ucap Reni
"pergi kemana???" tanya Lala
"Kau bisa ikut Lala, dan itu rahasia. Karena itu ayo segera makan dan kita berangkat, kau akan menyukainya nanti" balas Reni
"Baiklah, ayo "
Mereka pun makan dengan tenang dan lahap, sungguh mereka sangat menikmatinya.
Setelah menempuh perjalanan kaki selama 15 menit, akhirnya mereka pun sampai ditempat tujuan.
Pemandangan air terjun di depan mereka, sungguh menyejukkan mata dikelilingi oleh pepohonan lebat dan rumput nan hijau menambah suasana yang begitu asri dan memukau.
"Wah, bagus sekali!!!" ucap Lala
"Indah sekali!!" balas Saras takjub
"Aku benar kan, lihat kalian sangat terkejut dan terpesona. Aku tidak pernah salah dalam memilih tempat" Balas Reni bangga
" Kak Reni hebat, bagaimana kakak bisa menemukan tempat ini???" tanya Lala
"Tidak sengaja, saat itu aku menemani ayahku ke ladang, dan karena bosan aku pergi jalan-jalan sebentar. dan ternyata aku menemukan tempat ini." jelas Reni
"Tempatnya cukup tersembunyi antara pepohonan karena itu, tidak banyak yang tahu" balas Saras
"Disini kita bisa menyegarkan pikiran dan juga tubuh kita. Ayo, kita bermain air" ajak Reni
"Iya, kak Reni benar, kita bisa mandi pasti sangat menyegarkan dan menyenangkan" seru Lala
__ADS_1
"Benar, tetapi jangan terlalu jauh ya dekat pinggiran saja" kata Saras
"Baik kak" balas Lala
Lala pun bergegas menuju ke hamparan rumput yang berbentuk lingkaran di tepi air terjun, dan duduk disana sambil bermain air.
Yang tak lama disusul oleh Reni dan Saras.
Mereka menikmati dengan tawa dan canda riang dibawah air terjun itu, seolah segala penat dan masalah hari ini hilang dan tergantikan dengan semangat yang baru.
Sedangkan di sebuah mansion mewah, terlihat seorang pria gagah tengah duduk menikmati kopinya sambil membaca koran.
Tak lama kemudian ia dihampiri oleh seorang anak lelaki sambil berlari kearahnya.
"Junior!!! " teriak seseorang
"Ayah tangkap aku!!!! " teriaknya
"selamatkan aku!!!!"
Melihat hal itu pria itu langsung meletakkan korannya dan tak lama ia langsung menangkap anak itu.
"Happ!!, tertangkap!!" serunya
"Junior jangan lari-lari begitu" tegur nya
"Ada apa??" tanyanya
"Ayah, aku tidak mau minum obat. Tetapi Ibu terus memaksaku!". Adu anak itu.
"Junior ayo segera minum obatnya sayang, supaya cepat sembuh!" Ajak seorang wanita.
Tampak wanita tersebut kelelahan berlarian mengejar putra nya yang berlari kesana-kemari.
"Tidak mau Bu, aku tidak mau!!. obatnya pahit, rasanya tidak enak" jawabnya sambil memeluk erat sang ayah.
"Tapi kalau tidak minum obat, bagaimana akan sembuh??" balas seseorang.
Seketika pasangan suami istri itu melihat ke arah tangga. Yang terlihat seorang pria paru baya baru saja turun dan menuju ke arah mereka.
"Kakek!!!" seru Junior seketika turun dari pangkuan ayah nya dan berlari menuju sang kakek.
"Oh, cucuku yang tampan" ucapnya sambil memeluk sang cucu.
"Kakek, aku tidak mau minum obat. Katakan pada ayah dan ibu supaya tidak memaksaku".
"Tapi kalau tidak minum obat, maka Kakek tidak jadi memberikan kejutan"
__ADS_1
"Kejutan???" tanyanya dengan polos
"Iya, kejutan kakek sudah mempersiapkan sesuatu untukmu. Kalau tidak sembuh maka Kakek batalkan".
Bocah itu tampak menggeleng dan berfikir ia tak mau minum obat. Tetapi ia juga penasaran dengan kejutan yang dimaksud Kakek nya, ia berfikir tak mungkin kakek nya akan menipunya bukan???.
"Kakek tidak bohong kan???" tanyanya
"Tidak, kakek tidak bohong" balas sang kakek.
"Kalau begitu katakan dulu kejutannya baru aku akan minum obat. Aku tidak mau dibohongi lagi kali ini". Balasnya
"Baiklah, akan kakek bisikan". Sambil mendekatkan ke telinga sang cucu.
Tak lama kemudian seketika Junior mendekati ibunya dan bicara.
"Ayo, ibu mana obatnya, aku ingin minum, aku harus segera sembuh" katanya
Mendengar hal itu seketika wanita itu bingung, namun ia tak ingin membiarkan kesempatan langka ini. Langsung saja ia memberikan obat pada putranya.
Setelah minum obat, Junior langsung pergi ke kamar nya beristirahat. Sambil menaiki tangga ia berteriak pada Kakeknya.
"Kakek aku sudah minum obat dan akan istirahat yang cukup. Jangan lupa janji kakek membawakan Brownies "
Mendengar ucapannya putra nya seketika pasangan suami istri itu mengerti apa yang membuat putra nya menjadi patuh.
"Ayah, apa itu benar??" tanya pria gagah itu mendekati ayahnya.
"Apa kau berpikir aku berbohong???" tanyanya balik pada sang putra.
"Aku tidak mengatakan begitu, kalau memang benar aku sangat senang" balas sang putra.
"Ayah, jika memang benar aku akan menyiapkan semuanya. kapan ia akan datang???" tanya wanita itu.
"Lusa, ia akan datang Lavina" jawabnya.
"Aku penasaran apa yang ayah katakan padanya sehingga ia akan pulang setelah 3 tahun lamanya" tanya pria itu
"Kau akan tahu nanti Rayen" jawab lelaki itu.
" Ya, sudah aku akan mempersiapkan semuanya" balas Lavina
"Sayang, kau begitu bahagia sekali menyambut nya. Seolah suamimu yang akan kembali dari perang" balas Rayen pada istrinya
"Sudahlah aku malas berdebat denganmu. Aku pergi dulu ayah" balasnya.
Melihat interaksi putra dan menantunya membuat pria itu tersenyum dan geleng kepala.
Bersambung.........
__ADS_1