
Perjalanan ke kota memakan waktu cukup lama sekitar 20 jam, hal itu bisa dimanfaatkan para pekerja beserta Ahmed menikmati perjalanan sambil bersenda gurau.
"Wah, aku tidak menyangka masakan keponakan mu sangat lezat Ahmed". Puji salah satu temannya
"Aku rasa, ia bisa membuka sebuah restoran dengan masakan selezat ini" sahut temannya yang lain sambil memasukkan makanan itu ke mulutnya.
Sesuai janjinya tadi, ahmed membagikan makanan itu kepada teman temannya, bahkan tampak mereka semua sangat menyukainya.
Ahmed tidak memungkiri bahwa masakan Saras selalu enak, setiap menu baru yang ia ciptakan selalu berhasil, seolah ada keajaiban ditangannya itu.
"Kalian benar, sathi ku memang seorang chef terbaik" kata Ahmed
"Aku rasa, jika ia menikah nanti pasti keluarga suaminya akan menyukainya" sahut temannya
"Iya, apalagi dengan wajah cantik, sikap yang baik dan lembut ditambah dengan kepandaian nya siapa yang akan menolak nya nanti" Sahut temannya lagi.
"Bagaimana menurut mu Ahmad???" tanya temannya
"Lagi pula, aku rasa Saras mu sudah cukup umur untuk menikah, apalagi rata rata di desa kita umur segitu sudah menikah"
"Apa kau sudah punya calonnya???" goda teman
"Ahmed menghentikan kunyahan nya mendengar ucapan temannya itu, memang benar saat ini usia keponakannya nya itu sudah memasuki 23 tahun, umur yang sudah bisa menikah dalam tradisi desa mereka.
__ADS_1
Namun sungguh, Ahmed belum memikirkan sampai sejauh itu, bahkan baginya Sathi nya masih tetap kecil yang selalu merengek memanggil nya Paman.
"Kau mendengar kami kan Ahmed??" tanya temannya karena tidak mendapat jawaban
"Iya, aku mendengar nya" jawabnya
"Jadi, bagaimana??" tanya temannya lagi
"Jujur saja, aku belum memikirkan nya sejauh itu, memang usianya sudah bisa menikah tapi aku belum menemukan calon yang tepat untuknya lagipula aku tidak ingin sampai salah memilih kan jodoh untuknya.
"Biarkan nanti, aku akan bertanya padanya mungkin saja ia memiliki keinginan lain dan aku tidak ingin memaksa nya dan membawanya ke lingkaran pernikahan tanpa keinginan nya sendiri". Ahmed berkata dengan memandang ke arah jendela.
"Kau, memang Paman yang baik, bahkan sangat seperti seorang Ayah baginya" puji temannya
""Lagipula aku yakin, nanti kau akan memilihkan pasangan yang tepat untuknya" sahut temannya lagi.
"Dan siapa yang tau, mungkin saja perjalanan ke kota ini, kau akan bertemu dengan jodoh Saras" Sahut temannya yang lain.
"Siapapun nantinya, aku harap ia akan bisa menjaga dan menyayangi Sathi ku melebihi aku" Jawab Ahmed
Dan tanpa mereka sadari terkadang kata yang diucapkan adalah sebuah do'a.
__ADS_1
Sedangkan disebuah kamar, terlihat anak berusia 5 tahun melompat di ranjang mewah sambil berteriak-teriak membangunkan Pria yang tengah terlelap itu.
"Brownies ayo bangun!!!!" teriaknya dengan suara cempreng
"Junior, hentikan! aku sangat mengantuk! Jawab pria itu
Ia adalah Ravendra yang tengah terlelap beberapa jam lalu, sungguh ia sangat mengantuk setelah perjalanan jauh dan memakan masakan yang membuat ia mengantuk.
Namun baru saja rasanya ia memejamkan matanya, junior keponakan nya itu bersorak ria dan melompat di kasurnya yang membuat nya terganggu.
"Ayo, bangun!! katanya ingin memberikan ku kejutan, mana kejutannya aku sudah menunggu sejak tadi tapi ternyata brownies tertidur" Rengek nya tiba tiba .
"Astaga!!!, baiklah jangan merengek, aku akan bangun" katanya sambil beranjak dari tempat tidur
"Lihat??" katanya sambil memandangi keponakan itu.
"Ayo, brownies bersiap, aku tunggu dibawah" teriaknya girang sambil berlari keluar kamar
Sedangkan Ravendra dengan wajah kesalnya ia menuju kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote ya
__ADS_1