Lentera Cinta Permata Desa

Lentera Cinta Permata Desa
Perdebatan


__ADS_3

"Jadi Paman akan berangkat besok??" Saras memulai percakapan saat makan malam


"Hmm, Sathi. Paman akan berangkat lusa bukan besok" Sanggah pamannya


"Ah, begitu rupanya, maaf Paman aku salah ternyata"


"Tidak apa-apa"


"Ayah, akan ke kota bukan?" Tanya Lala


"Iya, ayah akan ke kota untuk mengantarkan dan mengawasi barang yang akan dibawa kesana, kenapa??"


"Kalau begitu, nanti bawakan aku oleh-oleh ya yah, aku dengar disana mereka menjual barang unik dan juga berbagai macam makanan disana" Terang Lala


"Iya, nanti akan ayah bawakan untuk kalian semuanya"


"Asyik!!!" soraknya gembira


"Saras bagaimana penjualan di toko hari ini??" Tanya Randu


"Penjualan bagus hari ini Bi, aku sudah memberikannya pada Paman" Jawabnya


"Iya Randu, Ia sudah memberikan semuanya padaku" Jelas Ahmed pada isterinya


"Ya, sudah besok kau tak perlu ke toko lagi. Bibi akan kesana seperti biasa"


"Baik bi" jawab Saras patuh


Tak lama mereka semua sudah selesai makan malam dan akan beristirahat karena langit sudah begitu gelap


Saat Saras dan Lala sudah terlelap di alam mimpinya berbeda dengan sepasang suami isteri itu yang tengah berdebat

__ADS_1


"Jangan bilang kau memberikan lebih untuknya?" Tanya Randu pada suaminya


"Memang kenapa kalau aku berikan dan memang kenapa kalau tidak????" Balas Ahmed


"Kenapa maksudmu?, tentu saja itu tidak boleh lagipula berikan saja seperti biasa kenapa kau berikan ia lebih????" Tanya Randu


"Apa maksudmu bicara begitu Randu, tentu saja aku berikan lebih padanya. Lagipula pendapatan toko juga bagus"


" Dan ia yang kau bicarakan itu adalah keponakan ku, jadi apa masalah nya????"


"Aku tau itu ia adalah keponakanmu, kita sudah banyak memberikan tempat tinggal, pendidikan dan makanannya kita menanggung semuanya. Jadi tidak perlu berikan apapun lagi"


" Aku tidak mengerti jalan pikiran mu itu, dan apa kau bilang tadi Keponakanku???


"Apa dia bukan keponakan mu juga Randu???"


"Aku tidak bermaksud begitu, tentu saja ia keponakan ku juga. Terkadang saat aku kesal aku lupa beberapa hal." Jelas Randu


"Jangan berpikir yang tidak-tidak aku tentu saja peduli padanya".


"Baiklah mari kita akhiri ini, sudahlah aku ingin istirahat" Jawab Ahmed mengalah


"Aku belum selesai" Namun saat Randu akan melanjutkan ucapannya, suaminya sudah tertidur


"Selalu saja begitu" jawabnya kesal tak lama ia pun membaringkan tubuhnya ditempat tidur.


Saat pagi hari, Saras sudah terlihat sibuk di dapur, ia memasak makanan untuk sarapan pagi semua orang.


"Selamat pagi kakak" Sapa Lala


"Selamat pagi, kau bangun cepat hari ini??" Tanyanya

__ADS_1


"Ia kak, aku bangun cepat karena aku ingin sebelum berangkat ke sekolah aku akan membantu kakak dulu". Terang Lala


"Baiklah, terserah kau saja" Balas Saras


"Aku akan memotong Buah nya saja kak, Kakak pasti ingin membuat puding mangga juga kan??" Tanyanya


"Iya, untuk makanan pencuci mulut nya" Jawab Saras


"Aku sangat suka, ayah dan Ibu juga begitu, kakak memang yang terbaik" Kata Lala


"Ayo cepat, nanti kau bisa terlambat " Kata Saras


"Siap Bos" Jawab Lala sambil meletakkan tangan nya di samping kepala seperti tanda hormat


"Hahaha, dasar kau ini manis sekali" Saras menyentuh wajah Lala dengan tangan nya namun ia tak sadar tangannya memutih karena tepung.


"Kakak!!!" seru Lala


"Hahahaha, maaf kau lucu sekali!!" Serunya


Dan kedua adik Kakak itu tertawa riang sambil memasak di pagi hari yang sejuk.


Bersambung............


Jangan Lupa Like, komen dan vote ya


Harap meninggalkan jejak ya 😊😊😊


Semoga suka ceritanya dan jika ada kritik dan saran dipersilahkan


Terimakasih ♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2