Lentera Cinta Permata Desa

Lentera Cinta Permata Desa
Pulang


__ADS_3

Saat mereka sampai dirumah, langit sudah gelap. Suasana di desa itu sangat indah saat malam hari, terlihat rumah penduduk antara satu dengan yang lain tidak terlalu dekat. Biasanya saat mulai gelap, para penduduk akan mulai menyalakan lampu dirumah mereka dengan warna yang cukup terang dan mulai membereskan pekerjaan mereka yang tersisa dan segera masuk ke rumah untuk istirahat.



Saat, melewati salah satu rumah penduduk terlihat seorang wanita renta duduk diluar sambil bermain dengan angsanya.


"Hai Lala." Sapa wanita itu pada Lala.


"Halo juga Nenek Ana." Sapa Lala balik.


"Nenek masih bermain dengan angsa-angsa itu? Ayo segera masuk ke rumah. Karena cuacanya dingin sekali tidak baik terlalu lama diluar." Ujar lala sambil mendekati wanita renta tersebut.


Nenek Ana pun memperhatikan Lala dengan seksama dan bertanya "Apa kau sendirian keluar?"


"Tidak." Balas Lala dengan cepat.


"Nenek dapat lihat ada siapa di sebelah ku ini." Ucap Lala sambil terkekeh kecil.


Wanita renta itu segera memakai kacamata nya. "Astaga aku tak melihat ada dia di sampingmu." Jawabnya terkekeh.


"Mari Nenek segera lah masuk. Tidak baik terlalu lama diluar ditambah sudah gelap." Ucap gadis cantik itu.


"Kalian habis darimana?" Tanya Nenek Ana lagi.


"Kami habis dari pasar pusat dan membeli beberapa barang Nek." Jawab Lala sambil memperlihatkan belanjaan mereka.


"Mari Nek, kami harus segera pulang." Ucap gadis itu pada Nenek Ana.


"Ah iya-iya, sampaikan salam ku pada paman dan bibi mu ya." Balasnya dan keduanya mengangguk sembari melangkah.

__ADS_1


Ditengah kegelapan yang datang, akhirnya mereka untuk sampai ke rumah. Sebuah rumah dengan model minimalis nan terletak di tepi danau dengan lampu terang menambah kesan keindahannya pada malam hari.


Segera mereka mengetuk pintu karena udara terasa mulai dingin. Tetapi belum tangan keduanya mengetuk, pintu sudah terbuka.



"Kenapa lama sekali pulangnya?" Tanya wanita paruh baya itu dengan nada tinggi.


"Maaf Bibi, tadi kami terlalu lama di pasar jadi pulangnya sedikit terlambat." Jawab gadis itu.


"Iya Ibu, ibu jangan marah tadi kami sudah izin pada Ayah, kalau kami pergi ke pasar untuk membeli barang." Jawab Lala.


Wanita paruh baya itu memandang mereka dengan tatapan sengit dengan wajah kesal. Dia adalah Bibi Randu Ibu dari Lala.


"Apa kau hanya membiarkan mereka diluar tanpa menyuruh mereka masuk Randu?" Terdengar suara pria paruh baya yang datang dan berdiri di belakang.


"Nah, jadi apa saja tadi yang kalian beli disana?" tanya Ahmed pada kedua gadis itu.


"Kami membeli beberapa sayuran dan buah saat di pasar tadi Paman, kebetulan sayur dan buah-buahan nya sangat segar jadi aku membelinya beberapa untuk kebutuhan kita." Jawab gadis itu sambil mengeluarkan barang belanjaan.


"Dan apa Ayah tau, kami juga membeli gelang dan Kakak yang memilihnya cantik tidak?" tanya Lala pada Ayahnya sambil memperlihatkan gelang ditangannya.



"Wah, cantik sekali" Puji nya


"Kakakmu memang pandai dalam memilih perhiasan bukan begitu Sathi?" Tanya Ahmad pada keponakan nya itu.


Mendengar perkataan pamannya ia pun mengehentikan kegiatan nya menyusun barang.

__ADS_1


"Aku senang Lala menyukai nya paman"


Melihat interaksi mereka, membuat Randu memutar matanya dengan malas.


"Lain kali jangan terlalu menghamburkan uang untuk membeli barang yang tidak perlu!" Ucapnya lalu pergi begitu saja.


Mendengar hal itu seketika ruangan menjadi sunyi dan hening, Ahmed pun menghela nafas melihat kelakuan istrinya itu. Tatapannya beralih pada Sathi dan ia tersenyum. "Tidak usah kau dengarkan ucapan Bibimu itu ya, ia hanya lelah karena seharian mengurus toko."


"Benar kakak, tak usah dengarkan perkataan ibu" Balas Lala pada kakaknya. Lala pun tidak mengerti kenapa ibunya bersikeras seperti itu.


Sathi pun hanya mengangguk dan tersenyum. " Tak apa Paman, perkataan Bibi ada benarnya lain kali aku akan berhemat."


"Sekarang istirahatlah. Sudah malam pergilah ke kamar kalian segera." Perintah Ahmed pada mereka.


"Aku lapar ayah, aku mau makan dulu ya." Ujar Lala pada ayahnya.


Mendengar hal itu Ahmed pun tertawa. "Baiklah makanlah dulu setelah itu tidurlah, ayah ada sedikit pekerjaan dulu." Ahmad pun mulai beranjak tetapi ia menghentikan langkahnya dan terhenti di hadapan Sathi. "Apa kau juga ingin makan Sathi?" tanyanya.


"Tidak Paman aku tidak lapar, aku langsung tidur saja, lagi pula besok harus bangun pagi untuk berjualan kan." Jawab Sathi.


"Baiklah, Paman pergi dulu. Jangan dipikirkan dan selamat istirahat." Ucap Ahmed ambil menepuk pundak Sathi.


"Lala, kakak duluan ke kamar jangan terlalu lama tidur ok?" Ucap Sathi pada adiknya.


"Baik kak." Ucap Lala tak lama Sathi pun meninggalkan ruang makan dan melangkah menuju kamarnya.


Bersambung.........


Jangan lupa like, komen dan vote ya terima kasih sudah berkunjung ❤️

__ADS_1


__ADS_2