Lentera Keabadian Dan Sepasang Pendekar Kaisar Langit .

Lentera Keabadian Dan Sepasang Pendekar Kaisar Langit .
Kembali Ke Dunia Manusia 2.


__ADS_3

Nan Yi Lin melihat adanya gumpalan darah dan daging berdenyut seukuran bijih buah persik ada di dalam kerangka unik di dalam perut mungil Xiao Yue.


"Apakah benda itu yang di namakan janin manusia yang menurut ayah?"Tanya Nan Yi Lin mengerjap -erjapkan matanya melihat benda unik itu dengan jelas.


"Iya,itu janin yang tumbuh menjadi manusia dan janin itu milik ku dan Yue Yue."Jawab Tang Yue Lei yang datang ke kamar Xiao Yue usai mendapat laporan mengenai Xiao Yue nyaris tenggelam di bak mandi saat wanita muda itu mandi pada sore tadi.


"Ada jerat setan air yang menyusup ke dalam bak mandi soso tapi jangan khawatir jerat setan air itu sudah ku musnahkan begitu aku dapat perasaan kalau soso dalam bahaya."Jawab Nan Yi Lin yang menyamar sebagai dayang istana Xiao Yue yang baru dan bernama Ah Lin.


"Hmm siapakah yang mengirim jerat setan air kepada Xiao Yue?"Tanya Tang Yue Lei mengusap lembut perut kecil Xiao Yue yang berbaring lembut di tempat tidur.


"Entahlah tapi aku cari tahu orang yang sudah kirim jerat setan air kepada soso di sekitar Istana Kekaisaran Tang Agung mu ini,Koko."Jawab Nan Yi Lin membawakan secangkir susu hangat untuk Xiao Yue.


Tang Yue Lei mengambil cangkir itu dan menyuapi Xiao Yue minum susu hangat karya Nan Yi Lin.


"Susu hangat dan manis ,hmm terimakasih Ah Lin kau hebat sekali."Kata Xiao Yue yang bersandar di dada bidang Tang Yue Lei di tepi tempat tidur.


"Sama -sama Soso ku yang manis."Kata Nan Yi Lin riang.


Nan Yi Lin keluar dari kamar Tang Yue Lei untuk melakukan tugas menyiram bunga lili dan tulip yang tumbuh di pekarangan depan kamar tidur Tang Yue Lei.


"Wah seorang nona muda yang sangat cantik bukan main telah menambah keindahan taman bunga di depan kamar tidur Yang Mulia Kaisar Tang Yue Lei."


Suara pujian yang mengalun lembut membuai Nan Yi Lin yang menoleh ke arah sosok pucat tampan dan gagah perkasa di hadapannya dan seketika itu jua Nan Yi Lin tahu pria muda di hadapannya itu adalah seorang vampir yang sudah lama sekali tinggal di pekarangan depan kamar tidur Tang Yue Lei.


"Kau Vampir kenapa berdiam di depan kamar tidur manusia?"Tanya Nan Yi Lin dalam bahasa roh .


Vampir itu kaget di ketahui sebagai vampir bukan pengawal muda yang bertugas sebagai menjaga taman di depan kamar Tang Yue Lei."Bagaimana kau bisa tahu kalau aku vampir?"Tanyanya nada sarkatis.


"Huh aku tahu karena wujud mu kaku dan dingin bagai batu es di kutub utara dalam bentuk pria manusia."Jawab Nan Yi Lin memberinya kertas mantra bertuliskan'Kembalilah ke alam mu yang sebenarnya'

__ADS_1


Crash!!


Blash!!


Vampir itu lenyap seketika itu juga dari hadapan Nan Yi Lin.


"Bunga yang cantik bolehkah aku berkenalan dan berteman dengan mu?" Sapa Tang Ti Lei datang ke Istana Kaisar Tang Yue Lei untuk membawakan buah segar untuk Xiao Yue atas perintah Ibu Suri Wen Li Sa dan melihat Nan Yi Lin sedang siram bunga di taman depan kamar tidur Tang Yue Lei lalu Tang Ti Lei terpanah asmara seketika itu jua.


"Ya boleh juga ,anda siapakah?"Sapa balik Nan Yi Lin terkesiap melihat ketampanan Tang Ti Lei.


"Aku Tang Ti Lei sepupu dari Kaisar Tang Yue Lei kalau kamu siapakah?"Tanya Tang Ti Lei dengan nada ramah bukan main yang mendayu -dayu di suaranya.


"Oh hormat hamba Ah Lin kepada Pangeran Muda Tang Ti Lei."Jawab Nan Yi Lin sopan dan hormat kepada Tang Ti Lei.


Lalu terdengarlah pintu kamar tidur terbuka dan Tang Yue Lei menyapa sepupunya dengan nada halus.


Tang Ti Lei melangkah maju dan memberikan satu keranjang buah segar di bawanya kepada Tang Yue Lei yang menerima keranjang buah segar di tangan kanan.


"Aku di perintahkan oleh nenek buyut bawakan buah segar dari kebun nya untuk Xiao Yue."Jawab Tang Ti Lei tanpa melihat Tang Yue Lei karena ia sibuk memandangi Nan Yi Lin sampai Tang Yue Lei berdeham keras dan menyadarkannya dan ia segera pamit kepada Tang Yue Lei.


"Aku pulang dulu ya?Dah..!"


Tetapi sorotan mata Tang Ti Lei terus saja terarah kepada Nan Yi Lin meskipun ia sudah tiba di arah menuju ke pintu gerbang kamar tidur Kaisar Tang Yue Lei dan nyaris menabrak tiang pintu.


Tang Yue Lei memberi kode kepada Nan Yi Lin untuk pergi ke ruangan lain dan tidak menyiram bunga lagi ,dan adiknya manyun berbelok ke arah kiri yaitu ruangan makan khusus untuk para kasim dan dayang Istana Tang Yue Lei.


"Huh sombongnya."Gerutu Nan Yi Lin yang ambil bakpao dari keranjang bakpao milik Kasim Liu Zi yang duduk di kursi depan dan cemberut bakpao miliknya di makan Nan Yi Lin sampai habis.


"Ah Lin kenapa kau tak sopan kepada ku?"Tanya Kasim Liu Zi menegur Nan Yi Lin.

__ADS_1


"Ah ,kenapa paman marah -marah kepadaku ?"


Tanya Nan Yi Lin melompat dari kursi dan pergi ke arah lorong yang mengarah ke sebuah kamar di selatan yang mengeluarkan cahaya hijau yang menarik perhatian Nan Yi Lin.


"Ah Lin kau jangan ke sana.."


Kasim Liu Zi mengejarnya tetapi sesuatu yang tak terlihat telah membuat pria tua itu terjerembab di lantai dan akan tertimpa guci keramik berat yang bergerak sendiri jika tak ada Tang Yue Lei yang sigap menahan guci keramik berat di dekat lorong itu dengan kipas lipatnya.


"Kasim Liu Zi apakah kau baik -baik saja?" Tanya Tang Yue Lei membantu Kasim Liu Zi bangun dari lantai dan sujud terimakasih kepadanya.


"Hamba baik -baik saja Paduka,terimakasih,tapi.. tapi.."


Kasim Liu Zi melirik ke arah lorong menuju ke arah kamar selatan yang menarik perhatian Tang Yue Lei yang cepat melesat ke kamar itu dan Tang Yue Lei menemukan Nan Yi Lin bertarung melawan sosok tinggi besar menjulang sampai menembus langit -langit kamar itu.


"Roh apakah kau itu?" Tanya Tang Yue Lei yang langsung menggerakkan kipas lipatannya untuk menulis kata 'Matilah kau'


Lalu sosok itu merosot sampai lenyap dan masuk ke lantai kamar yang berubah menjadi lubang api neraka yang sangat panas sekali dan membuat hangus sosok itu.


Nan Yi Lin melompat ke arah Tang Yue Lei untuk dapat perlindungan dari kakaknya yang memeluk dirinya dengan kasih sayang namun terlihat oleh Kasim Liu Zi dan Wen Li Sa serta orang tuanya yang ingin mengunjungi Xiao Yue itu tertarik untuk melihat Kasim Liu Zi yang tercenggang di kamar selatan melihat Tang Yue Lei memeluk Nan Yi Lin.


"Ahh??"


"Yang Mulia apakah gadis itu Selir anda?"


"Apaa??"


Tang Yue Lei cepat melepaskan pelukannya dari Nan Yi Lin karena prasangka dari keluarganya di dunia manusia mengenai identitas Nan Yi Lin yang di anggap sebagai dayang istana Xiao Yue.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2