Lentera Keabadian Dan Sepasang Pendekar Kaisar Langit .

Lentera Keabadian Dan Sepasang Pendekar Kaisar Langit .
Menerima Dan Memutuskan Karma Yang Menjerat..


__ADS_3

Perjalanan Nan Lian Hua menuju ke alam dunia samudera telah memakan waktu sekitar dua jam di dunia alam semesta atau dua bulan di dunia manusia.


Awan berbentuk teratai terhenti di sebuah kastil yang berbentuk cangkang kerang yang memiliki sinar cahaya yang bercemerlang laksana sinar tata surya yang menerangi seluruh dataran di bumi.


"Lonceng Alam Semesta kau berada dimanakah?


Tunjukkan keberadaan mu kepadaku..!!"


Nada wibawa yang bening sebening air sungai yang mengalir dari suara Nan Lian Huan menyinari kegelapan yang sangat pekat sekali di ujung dasar dunia samudera.


Groookkkk...!!


Gruuuuukkkkk...!!


Suara raungan seekor naga yang terbangun dari tidur panjangnya telah terdengar jelas dan terlihat jelas pula oleh Nan Lian Hua yang memandangi naga itu dengan kelembutan kasih sayang yang amat tulus sekali bagaikan seorang ayah kandung terhadap naga itu.


"Naga penjaga lonceng alam semesta apakah aku telah mengganggu tidur mu ?"Tanya Nan Lian Hua menjulurkan tangan membelai lembut Naga itu.


Naga menggelengkan kepala,melingkarkan tubuh Nan Lia Hua dengan pelukan naga yang sangat manja sekali terhadapnya.


"Kau merindukan ku ?"Tanya Nan Lian Hua yang menggunakan bahasa naga dasar samudera tak berdasar.


"Iya ,aku merindukan mu Kakak Hua Hua."Jawab naga yang kini terlihat warnanya bercahaya emas yang berkilauan bagaikan cahaya matahari yang terpantulkan yang menyinari cermin yang terkena air bening seperti pelangi.


"Naga,aku minta maaf karena aku sudah begitu lama sekali telah membuatmu menunggu ku datang ke dunia samudera untuk mengunjungimu yang bertugas untuk menjaga lonceng alam semesta milik Nan Si Lei putraku."Kata Nan Lian Hua yang di raih jemarinya oleh naga itu yang kini berubah menjadi sosok seorang Dewi yang amat luar biasa cantik jelita sekal dan anggun.

__ADS_1


"Ya,aku mengerti Kakak Hua..,Kau tak perlu minta maaf kepadaku.Aku sudah merasa bersyukur bisa memberikan tenaga ku untuk membantu putramu Nan Si Lei."Kata Dewi Naga Alam Samudera yang memandu Nan Lian Hua menyelusuri dalam kastil bentuk cangkang kerang.


"Terimakasih ,Xian Lung..,Kau sungguh pengertian sekali terhadapku."Kata Nan Lian Hua yang dapat melihat lonceng alam semesta berada di dalam kastil itu.


"Ambillah Lonceng Alam Semesta ini dan kamu bisa memberikannya kepada putramu.Aku di sini sangat berhadap tiga alam dunia bisa selalu hidup berdampingan dengan perasaan bebas ,suci dan tenang serta bahagia."Kata Xian Lung lembut dan penuh kasih sayang terhadap Nan Lian Hua.


Nan Lian Hua mengambil lonceng alam semesta dari genggaman tangan Xian Lung namun Xian Lung menarik tangan Nan Lian Hua untuk Nan Lian Hua mendekatkan diri kepada Xian Lung.


"Ei..Xian Lung ,kau mau apakah menarik tanganku dan mendekatkan diri ku kepadamu?"Tanya Nan Lian Hua yang dengan halus menarik tangannya dengan satu kali hentakkan yang keras berhasil mengambil Lonceng Alam Semesta sekaligus Nan Lian Hua bisa membebaskan dirinya dari godaan duniawi Xian Lung.


"Kakak Hua ,kau sudah menjadi dirimu sendiri yang sebenarnya sehingga kau begitu angkuh dan tidak terjangkau oleh kaum kami di dunia cinta di Alam Semesta."Jawab Xian Lung merasa tersakiti.


"Dunia cinta yang asumsikan berbeda dengan hati dan jiwa makhluk hidup yang memiliki pasangan hidup abadi masing -masing ,Xian Lung.Dahulu aku memiliki keterikatan karma milyaran kali aku reinkarnasi dengan jutaan kehidupan sebagai manusia di kehidupan yang berbeda-beda dengan takdir jalan hidup yang berbeda karena tertuliskan sesuai perbuatan ku di masa lampau yang sangat jauh kalpa kehidupan tak terhitung jumlahnya ,tapi sekarang aku sudah kembali menjadi Nan Lian Hua yang tak mempungai perasaan duniawi lagi."


Kata Nan Lian Hua mengangkat tangan ke dahi Xian Lung dengan mengerahkan ilmu mukjizat nya yang mengandung kekuatan kasih abadi setiap mahkluk suci di dunia Alam Semesta Raya.


"Yang Mulia ,hamba Xian Lung akan kembali tidur di kastil cangkang kerang kehidupan alam dunia Samudera.."Kata Xian Lung yang kembali berubah menjadi seekor naga yang memiliki sisik persis ikan gurame.


Nan Lian Hua menghilang dari kehidupan di alam dunia samudera dan muncul di kehidupan di alam dunia Manusia yaitu kehidupan Nan Si Lei yang kini menjadi Tang Yue Lei di Istana Kekaisaran Tang Agung.


Blashh..!!


Tang Yue Lei membuka kedua matanya seketika itu juga karena Tang Yue Lei merasakan kehadiran Nan Lian Hua di hadapannya dengan senyuman khas yang begitu tentram dan bercahaya kasih yang tiada batas di raut wajahnya yang begitu amat tampan bukan main.


"Ayah..Kau datang kepadaku.."Sapa Tang Yue Lei yang langsung sujud hormat di hadapan Nan Lian Hua yang duduk di atas bunga teratai di kolam air mancur di tengah taman satwa nasional Istana Kekaisaran Tang Agung.

__ADS_1


"Iya..Si Lei..Aku datang untuk memberikan kamu lonceng alam semesta dan logam emas sisik naga dan kuda terbang yang telah berhasil aku dapatkan di dunia Samudera."Jawab Nan Lian Hua mengeluarkan kertas warna kuning dengan tulisan tinta merah emas di atas kelopak bunga persik dan membuat gambar lonceng yang mirip bunga teratai berwarna emas di kertas itu.


Lalu muncullah lonceng alam semesta di telapak tangan kanan Tang Yue Lei.


"Lonceng ini memiliki jiwa yang menyatu dengan jiwaku."Kata Tang Yue Lei merasakan jiwa yang hidup dari lonceng tersebut di genggaman tangan kanannya.


Nan Lian Hua kembali membuat gambar logam di atas kertas kuning yang mengepal sendiri di udara dan meledak.


Boom..Blaar!!


Muncullah di telapak tangan kiri Tang Yue Lei ada pedang yang berbuat dari logam emas atau sayap burung rajawali emas sakti yang bersisik ukiran mirip kuda terbang namun sebenarnya urat nadi naga dunia alam semesta yang menyatu di kedua sayap burung rajawali emas sakti.


"Ini..Sayap ku sendiri?" Tanya Tang Yue Lei dengan nada terkejut sekali kepada Nan Lian Hua.


"Bukan sayap emas mu tetapi darah emas mu sendiri yang menjadi kekuatan kehidupan abadi mu sendiri yang bisa kau gunakan sebagai senjata pelindung dan senjata perang mu juga."Jawab Nan Lian Hua menceritakan riwayat pedang kecil di genggaman tangan kiri Tang Yue Lei.


"Begitukah ,Ayah?,Lalu bagaimana cara Ananda menghadapi Nan Yi Lin adik Ananda sendiri ,Ayah yang menjadi musuh Ananda sendiri di masa akan datang di dunia luar dunia Manusia?"Tanya Tang Yue Lei yang merasa dirinya takkan pernah bisa menghabisi adik kandungnya sendiri.


"Kau tidak perlu menggunakan pedang mu untuk menghabisi Nan Yi Lin tetapi kamu harus gunakan ilmu kasih mu untuk memusnahkan kekuatan Iblis di dalam diri Nan Yi Lin yang dahulu adalah bunga lotus ungu di taman Nirvana yang terpengaruh oleh hawa mukjizat sesat Raja Iblis Naga Rusa di Pulau Iblis di Puncak Gunung Iblis di bawah alam api dan es Iblis tertinggi sesudah kau dan Hu Xiao Yue bertemu di tepi danau di hutan Alam Nirvana tingkat satu.Aku sudah memberikan darah cinta kasih orang tua untuknya yang mengikatkannya dengan ku dan Yue Erl ,namun jiwa yang paling membuatnya terkesan adalah dirimu ,Nan Si Lei sebab dirimulah makhluk hidup pertama yang ia jumpai dan memberinya perasaan jiwa bahagia yang mengikatkan kalian berdua dengan perasaan jiwa persahabatan abadi antar dua makhluk hidup berbeda alam dan spesies,yakni Burung Rajawali Emas dan Bunga Lotus Ungu."Jawab Nan Lian Hua yang menjelaskan mengubah jiwa Iblis di hati makhluk hidup dengan cinta kasih dan sayang di hati makhluk hidup itu sendiri kepada Nan Si Lei atau Tang Yue Lei.


"Baiklah ,Ayah aku sekarang sudah memahami isi hati ayah dan makna yang tersirat dari setiap kata yang di ucapkan oleh Ayah kepada Ananda di hari ini di taman satwa Nasional Istana Kekaisaran Tang Agung."Kata Tang Yue Lei membungkukan tubuhnya dan menundukkan kepalanya dengan sopan dan hormat kepada Nan Lian Hua.


Nan Lian Hua mengangkat jemarinya membelai lembut puncak rambut tebal di kepala Tang Yue Lei sebelum lenyap dari hadapan Tang Yue Lei yang merasakan ayahnya sudah pergi darinya.


"Ayah..Kau janganlah cemas karena Aku pasti bisa menyelesaikan masalah yang menjerat lingkaran karma kehidupan ku sendiri.Terimakasih atas segala bimbingan dan wejangan hidup yang ayah berikan kepada ku."Kata Nan Si Lei atau Tang Yue Lei mengangkat wajahnya dan menegakkan tubuh usai dirinya hanya seorang diri lagi di tengah -tengah hewan yang ada di taman nasional pribadi Istana Kekaisaran Tang Agung.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2