Lentera Keabadian Dan Sepasang Pendekar Kaisar Langit .

Lentera Keabadian Dan Sepasang Pendekar Kaisar Langit .
Arti Sebuah Ketulusan.


__ADS_3

Tang Yu Xin menepati janji nya kepada Wan Ah Lin untuk dirinya menemui Tang Yue Lei untuk Tang Yu Xin dapat menikahi Wan Ah Lin yang statusnya masih Selir Agung dari Kaisar Tang Agung.


Maka,sesuai rencana yang sudah di tetapkannya dengan tekad yang sangat matang dan kuat sekali pemuda ini benar-benar menemui Tang Yue Lei di taman bunga kamboja putih yang menjadi taman favorit bagi Tang Yue Lei di waktu luangnya.


"Yang Mulia.."Panggil Tang Yu Xin takut -takut.


"Yu Xin ,ada apa? Kemarilah.."Kata Tang Yue Lei di bangku taman bunga kamboja putih.


"Ya..Iya,Yang Mulia.."Jawab Tang Yu Xin gemetar duduk di bangku depan Kaisar Tang Agung yang sibuk bermain catur sambil minum arak Nu Er Hong.


"Kau tak perlu takut kepadaku,Yu Xin.Ungkapkan saja yang ingin kamu curahkan isi hatimu kepada aku."Kata Tang Yue Lei menatap bidak caturnya dengan tenang.


"Yang Mulia,hamba bersedia di hukum mati oleh Anda tapi sebelum hamba mati tolong izinkanlah Selir Wan Ah Lin di berikan kepada hamba yang sangat tidak tahu diri ini telah mencintai Selir Wan anda dengan tulus."Kata Tang Yu Xin mengamati tangan Tang Yue Lei mencengkeram cangkir arak dengan kencang hingga cangkir arak itu retak dan berjatuhan di meja batu.


"Hmm...Kau sungguh membuatku tak tahu harus berbuat apa kepada mu,Yu Xin."Kata Tang Yue Lei kini mengangkat kepala dan tatapannya untuk ia bisa menatap kedua mata Tang Yu Xin.


"Yang Mulia..!"


Tang Yu Xin segera bersimpuh di bawah kedua kaki Tang Yue Lei.


"Yu Xin,bangunlah."Kata Wan Ah Lin yang datang ke taman bunga kamboja putih pula dan gadis ini ikut bersimpuh di depan kakaknya yang tersentak kaget melihat keberanian Wan Ah Lin yang begitu mengagumkan hati Tang Yue Lei.


"Selir Wan ,apakah kau tahu resiko mu memohon agar aku tidak menghukum mati Tang Yu Xin yang sudah lancang mencintai mu dan memiliki niat untuk menikahmu yang berstatus Selir Agungku?"


Tanya Tang Yue Lei duduk menghadap Wan Ah Lin yang bersimpuh kepadanya di samping Tang Yu Xin.

__ADS_1


"Iya..Aku juga akan di hukum mati bersamanya tapi aku rela mati asalkan aku bisa hidup bahagia bersamanya."Jawab Wan Ah Lin menggenggam erat jemari Tang Yu Xin dengan sikap yang dapat di lihat begitu jelas sekali oleh Tang Yue Lei kalau adiknya ini benar -benar telah jatuh cinta kepada Tang Yu Xin.


"Hmm..Yi Lin ,dia manusia ,kau tak boleh sakiti dia dan memakan nya untuk mengembalikan jiwamu yang separuhnya adalah Siluman phoenix Emas karena ayah fana mu adalah Raja Iblis Phoenix Emas Xiao Zhan meskipun kau juga adalah Dewi bunga lotus ungu putri ayah kita di langit.Apakah kau sungguh tahu resiko bagi mu bila kau ingin bersama nya?"Tanya Tang Yue Lei dengan ilmu bahasa bunga lotus ungu kepada Nan Yi Lin yang di lihat secara jelas fisik aslinya oleh sepasang mata tajam dan bercahaya kebiruan Tang Yue Lei.


"Iya,aku tahu Kakak Lei..Namun aku mencintainya dan aku percaya bahwa langit dan bumi juga akan memberi ku restu bila aku sungguh mencintainya setulus hati ku."Jawab Nan Yi Lin dengan ilmu bahasa bunga lotus ungu pula kepada Tang Yue Lei.


"Baiklah ,jika kau bersikeras untuk mencintai Tang Yu Xin ,maka aku akan memberikan pil pemusnah racun siluman di dalam tubuh mu untuk kamu tak melukai apalagi membunuhnya di hari malam pertama pernikahan kalian."Kata Tang Yue Lei di hadapan Nan Yi Lin dan Tang Yu Xin yang tetap menundukkan pandangan matanya ke tanah dan tak berani menatap sepasang mata Tang Yue Lei dan ia juga tak berani mendengarkan perkataan Wan Ah Lin kepada Tang Yue Lei di awal Tang Yue Lei bertanya kepada Wan Ah Lin sebelum kedua orang itu saling bertatapan tajam satu sama lain.


"Iya..Aku bersedia minum pil pemusnah racun siluman milik mu yang kau dapatkan dari Dewa Obat Langit Tingkat 7 untuk aku tak membunuh Tang Yu Xin yang berarti aku melanggar peraturan Alam Semesta yang melarang Siluman menikahi manusia biasa."Kata Nan Yi Lin dengan serius dan sungguh hati.


Tang Yue Lei mengambil salah satu bidak catur di papan caturnya dan memberikannya kepada Wan Ah Lin yang di perintahkan oleh nya untuk Wan Ah Lin menelan bidak catur warna putih di pandangan kedua mata Tang Yu Xin yang kaget sekali.


"Yang Mulia jangan membunuhnya..!"Pinta Tang Yu Xin dengan berani menghampiri Tang Yue Lei dan berusaha keras untuk merebut bidak catur itu dari tangan Tang Yue Lei yang memaksa Wan Ah Lin untuk menelan bidak catur itu.


"Kakak Lei..Apakah kau juga ingin melukai nya dengan mengikatnya di pohon bunga kamboja di sana itu?Bukankah pohon itu ada roh nya yang suka menghirup udara napas manusia lemah dan pengecut seperti dia?"Tanya Nan Yi Lin dengan nada menegur halus kakaknya.


"Ei..Lihatlah baik -baik ,adik ku sayang.Lihatlah ada siapakah di salah satu kelopak bunganya?!"


Ucap Tang Yue Lei tersenyum senang melihat Nan Yi Lin begitu mengkhawatirkan keselamatan Tang Yu Xin


"Emmm..Ada Sun Huai Si Raja Kera Sakti yang sangat lincah dan pintar dalam melindungi jiwa manusia dari roh manapun jua bahkan Roh pohon bunga kamboja putih itu terdiam sambil senyum -senyum genit kepada Sun Huai yang memilih cara berpenampilan setampan Bai Bai yang sempat menggoda kakak ipar ku ,Yue Yue."Jawab Nan Yi Lin tersenyum melihat kakaknya manyun kesal di saat di ingatkan olehnya tentang kejahilan Bai Bai terhadap kakaknya itu.


"Yi Lin..Kau harus bersumpah untuk kau tak kan pernah melukai dan membunuh satu manusiapun setelah dirimu ku lepaskan dari status Selir Agung Wan Ah Lin dengan gelar Putri Wan Ah Lin kembali usai kau minum pil pemusnah racun siluman ku."


Kata Tang Yue Lei menoleh kepada Nan Yi Lin di sampingnya.

__ADS_1


"Ya,aku bersumpah bahwa aku selamanya tidak kan pernah membunuh satu manusiapun ,dan jika aku sampai melanggar sumpahku itu,maka aku pun rela di bunuh oleh mu dengan pedang pusaka sembilan naga emas sakti milik Ayah Nan Lian Hua kita."Jawab Nan Yi Lin tegas dan tulus sekali.


Sebuah sinar keperakan meluncur dari langit dan di sertai aroma bunga persik dari bawah tanah di taman bunga kamboja putih yang mengelilingi Nan Yi Lin yang menerima pil pemusnah racun siluman dari Tang Yue Lei.


Lalu Nan Yi Lin meminumnya dengan tulus sekali sampai Nan Yi Lin bisa merasakan dirinya kini tak lagi memiliki kekuatan mukjizat dari tiga Alam Semesta Raya.


Dan,kini Nan Yi Lin hanyalah seorang manusia biasa yang berwujud Wan Ah Lin yang begitu amat lemah gemulai dan selembut sutra yang takkan pernah sanggup melukai seekor lalat sekalipun.


"Wan Ah Lin , apakah kau tak apa -apa?"Tanya Tang Yu Xin usai di lepaskan kembali oleh Tang Yue Lei.


"Kau bawalah dia pergi dari Istana Kekaisaran Tang Agung ku,dan kau bisa menikahi dirinya di luar Istana ku agar seluruh anggota dan semua orang ku di Istana ku ini tak kan pernah mengusik kehidupan kalian berdua karena mulai saat ini kau bukan lagi berstatus Pangeran Tang Yu Xin tetapi kau adalah Adipati Tang Yu Xin yang tinggal di luar Istana ku ,sedangkan Wan Ah Lin bukan lagi Selir Agung mu melainkan Perdana Menteri ku yang baru karena Paman Lauw Yi Chen telah mangkat pada pagi hari tadi karena sakit tua."Kata Tang Yue Lei memberikan maklumat resmi peralihan status Tang Yu Xin dan Wan Ah Lin kepada Tang Yu Xin yang menggendong Wan Ah Lin untuk pergi dari Istana Kekaisaran Tang Agung.


"Ya,Paduka ,terimakasih banyak atas kemurahan hati Paduka kepada hamba dan Wan Ah Lin."Kata Tang Yu Xin begitu terharu dengan kebaikan hati Kaisar Tang Agung.


Tang Yue Lei melanjutkan permainan caturnya dengan Arwah Perdana Menteri Lauw Yi Chen yang duduk di bangku batu di hadapannya.Arwah itu menunggu kedatangan Tang Si Lei yang datang untuk menjemputnya menuju ke Alam Arwah.


"Emm ,Yang Mulia...Kapankah Ayah mu akan tiba ke tempat ini ?"Tanya Arwah Lauw Yi Chen dengan bosan menunggu selama setengah hati sejak ia meninggalkan raga nya di Istana Perdana Menteri Kekaisaran Tang Agung.


"Sabarlah,Paman Lauw..,Ayah ku mungkin masih di perjalanan dari dunia Arwah ke dunia manusia untuk menjemputmu sesuai janjinya kepadamu di mimpi terakhir hidupmu."Jawab Tang Yue Lei nada tenang sekali kepada Lauw Yi Chen.


Lalu lima detik kemudian muncullah Tang Si Lei di hadapan Arwah Lauw Yi Chen dengan senyuman yang sangat di rindukan oleh Lauw Yi Chen yang begitu lama di harapkannya.


"Tang Si Lei..Salah Chen Si Lei..Oh aku sangat merindukanmu selama 40 tahun hidupku di dunia manusia sejak kau meninggalkan kami di usiamu sangat muda sekali."Kata Lauw Yi Chen menangis kerinduan yang besar terhadap Chen Si Lei.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2