
Wu Sin Hao yang mabuk berat karena arak Nu Er Hong yang menjadi arak favorinya dan Tang Si Lei serta Lauw Yi Chen di masa lalu mereka bertiga di saat mereka merantau ke dunia Kangouw untuk misi mencari 5 buah pusaka dunia persilatan di masa muda mereka dahulu.
Wu Sin Hao tertidur pulas di kursi kerjanya karena semilir angin di sore hari itu sangatlah sejuk yang membuat Wu Sin Hao cepat terlelap dan nyaman di kursi kerja di Istana Perdana Menteri Senior di Istana Kekaisaran Tang Agung.
Mimpi inilah yang menarik jiwa Wu Sin Hao hadir di suatu dunia yang penuh kegelapan.Wu Sin Hao merasa dirinya berada di dalam air yang sangat dalam sekali.
"Di manakah aku berada ?"Tanyanya bagai orang tenggelam di dasar laut yang begitu jauh sekali tapi ia tak merasa tenggelam karena ia jatuh di atas awan bentuk bunga teratai dan ia kaget bukan main melihat Tang Si Lei menatap dirinya dengan menundukkan wajah amat tampan sekali di bingkai tirai rambut perak yang amat panjang.
"Hai ,Wu Sin Hao..Apa kabarmu?"Sapa Tang Si Lei menawarkan buah kesemek untuk Wu Sin Hao.
"Ya..Yang Mulia..Hamba berada di mana sekarang ini?Apakah hamba sudah mati seperti anda?"Wu Sin Hao terkaget -kaget sekali.
Tang Si Lei memukul dahi Wu Sin Hao dengan buah Kesemek kering dengan berdecakkan lidah kesal."Kata siapa kau sudah mati sepeertiku?Ah kau tak sopan kepadaku berkata mati kepada ku."
Wu Sin Hao nyengir malu lalu duduk sopan di atas awan bunga teratai di hadapan Tang Si Lei yang memasukkan buah kesemek kering ke mulutnya dan ia bertanya kepada Tang Si Lei dengan mulut penuh.
"Lalu di manakah hamba berada saat ini?Kenapa di atas hamba banyak air gelap sekali?"Tanya Wu Sin Hao yang tak sadar bahwa ia berpenampilan saat ia muda belia bukan penampilan dirinya saat ini yang sudah berusia 70 tahun.
"Dunia Samudera ,Sin Hao."Jawab Tang Si Lei nada santai tapi Wu Sin Hao tercengang.
"Ehhh..Apakah ini berarti aku berada di pelintasan beda dunia?"Tanya Wu Sin Hao mengangga lebar.
"Betul ,dan aku juga bingung kenapa kau bisa ada di sini bersama ku?!"Tang Si Lei menanyakan Wu Sin Hao yang menjebikan mulutnya.
__ADS_1
"Itulah yang ingin hamba tanyakan kepada anda bagaimana hamba bisa berada di dunia samudra dan kenapa hamba bisa bersama dengan anda di awan bunga teratai?!"Jawab Wu Sin Hao yang kini memandangi seluruh air yang mengeliling mereka tanpa mereka bisa rasakan basah dan sesak pada organ pernapasannya.
"Karena kau merindukan ku maka jiwa mu dapat datang kepada ku di pelintasan beda dunia,teman ku yang terbaik."Jawab Tang Si Lei tersenyum.
"Ouw,begitukah ?"Tanya Wu Sin Hao terharu.
"Iya ,kau mempunyai ikatan persahabatan yang amat kuat dengan ku yang menyebabkan jiwa mu ingin bertemu dengan ku,maka itulah kita berdua bisa saling bertemu di pelintasan berbeda dunia tapi kau tak bisa terlalu lama di sini karena jiwa mu akan menyebabkan raga mu rusak dan di incar oleh roh halus yang ingin memakai ragamu untuk menghancurkan mu."Jawab Tang Si Lei dengan nada serius sekali.
"Biarlah mereka menghancurkan ku karena aku mau membantu mu yang mungkin ada hal yang bisa ku bantu untuk mu di dunia samudera."Jawab Wu Sin Hao dengan nada sungguh hati.
"Ummm..Aku sangat terharu sekali dengan niat baik mu untuk membantu aku seperti dahulu di masa lalu kita di saat kita masih muda dan aku masih hidup di dunia manusia di Kekaisaran Tang Agung tapi aku tak bisa menyusahkan mu lagi,Sin Hao dan satu lagi aku ingin kau bantu cucuku di dunia mu."Kata Tang Si Lei dengan kasih sayang di raut wajahnya.Ia gunakan napas surgawi untuk mengembalikan jiwa Wu Sin Hao dalam tubuh Wu Sin Hao yang tertidur pulas di ruang kerja di Istana Perdana Menteri Kekaisaran Tang Agung.
Wu Sin Hao terbangun dengan kaget sekali di atas kursi kerjanya.
"Wu Sin Hao kau tertidur saat kita masih bekerja di Istana."Kata Lauw Yi Chen menggeleng kepala.
"Aku tak tidur tapi aku pergi ke dunia samudera dan aku bertemu dengan Yang Mulia Tang Si Lei di alam sana."Kata Wu Sin Hao membantah Lauw Yi Chen dengan lugas.
"Emm,ya ,ya,ya..Kau terlalu banyak tidur dan kau selalu bermimpi aneh -aneh."Kata Lauw Yi Chen mengalah untuk Wu Sin Hao tenang.
"Tapi kali ini mimpi ku tidak aneh ,Lauw Yi Chen..!!
Aku tahu Yang Mulia sedang mencari sesuatu di dunia samudera seperti dahulu beliau mencari benda -benda sesat di sejumlah Istana tua bekas Kaisar terdahulu sekali."Kata Wu Sin Hao dengan nada jengkel dengan ketidakpekaan Lauw Yi Chen tentang Tang Si Lei atau dulu mereka kenal Chen Si Lei Sang Pendekar Rajawali Emas Sakti.
__ADS_1
mereka berdebat di ruangan kerja mereka dengan ramai sampai tak pernah sadar kalau perdebatan mereka berdua telah terdengar oleh sesosok roh halus yang menyamar sebagai guci arak milik Wu Sin Hao.
"Ummm.Aku harus melapor kepada Kaisar Iblis
tentang si berengsek Nan Lian Hua berada di dunia Samudera untuk mencari dan menemukan lonceng alam semesta yang menjadi senjata Nan Si Lei untuk memusnahkan kami di pulau Iblis."
Kata roh halus yang keluar dari guci arak milik Wu Sin Hao untuk pergi dari Istana Kekaisaran Tang Agung.
Roh itu terkejut saat dirinya di pukul oleh toya sakti milik Sun Huai Sang Kera Sakti atau Buddha Perang yang mendapatkan misi melindungi para manusia di dunia manusia khususnya di Istana Kekaisaran Tang Agung oleh Nan Lian Hua.
"Roh dungu yang bermain sekali berulah di dunia manusia."Kata Sun Huai yang memusnahkan Roh itu dengan satu kali pukulan toyanya saja.
Brukk,tung,blaar..!!
Sun Huai kembali merenung di dalam kolam ikan koi di dekat Istana Tang Yue Lei memikirkan Nan Lian Hua yang melakukan misi seorang diri ke dunia samudera untuk mencari dan menemukan lonceng alam semesta milik Nan Si Lei yang telah hilang di saat Nan Si Lei reinkarnasi menjadi Tang Yue Lei di Istana Kekaisaran Tang Agung.
Tang Yue Lei sendiri mencari cara agar kekuatan mukjizat Dewa Burung Rajawali Emas Sakti bisa pulih kembali untuk menghadapi musuh -musuh di luar dunia manusia.
"Aku harus segera menemukan kembali seluruh ilmu mukjizat ku yang hilang sejak aku reikarnasi menjadi manusia biasa sebagai Tang Yue Lei agar aku dapat memusnahkan para Iblis di pulau Iblis."
Kata Tang Yue Lei di pusat pelatihan diri di dalam taman satwa Istana Kekaisaran Tang Agung.
Bersambung..!!
__ADS_1