Lentera Keabadian Dan Sepasang Pendekar Kaisar Langit .

Lentera Keabadian Dan Sepasang Pendekar Kaisar Langit .
Pintu Istana Ratu Siluman Ular Ren Yang Chan.


__ADS_3

Wutttt!!!


Bress!!!


Blarrr!!


Duarr!!


Sejumlah pasukan Siluman yang menghadang jalan Nan Lian Hua untuk menyelamatkan Nan Si Lei dan Nan Yi Lin tak sanggup membendung satu kekuatan yang maha dashyat dari kekuatan yang dimiliki oleh Nan Lian Hua.


"Siapakah kau yang menerobos pintu istana dari Istana Ratu kami?" Tanya sejumlah pasukan yang terhimpit oleh kekuatan dinding gaib yang telah di ciptakan Nan Lian Hua untuk menjepit hancur para pasukan siluman tingkat satu bumi akhirat.


Bekk,brukk!!


"Aku Nan Lian Hua..!!"


Suara menghanyutkan sejumlah siluman yang ada di pintu gerbang pertama hingga terkurung di bara api neraka avici.


Brushh!!


"Akhhhh!!"


Teriakan kematian sejumlah siluman itu.


Nan Lian Hua terus melangkah maju dengan amat tenang sekali ke arah pintu gerbang kedua dan ia kini berada di halaman depan menuju ke pintu ke dua.


Wer,wer,wer,werr!!


Kepakan sayap buntung menerjang Nan Lian Hua yang dengan sangat tenang hanya mengangkat satu jari ke depan ,lalu sebuah jaring warna emas yang amat panas bara api neraka avici.


Wush,booot,brushh!!


Akibatnya kepakan sayap buntung milik pasukan siluman ayam tanpa sayap telah hangus oleh Nan Lian Hua.


"Pasukan siluman ayam tak tahu diri..!Matilah dan reinkarnasi kalian tertutup untuk selamanya..!!"


Nan Lian Hua mengurug kumpulan para pasukan siluman ayam tanpa sayap dengan sebuah tudung bambu yang mengandung energi neraka avici yang amat membara.


Wush,brushh!!

__ADS_1


"Akhhhhh!! "


"Yang Mulia Nan Lian Hua ampunilah kami yang hanya di jadikan budak oleh Ratu Siluman Ular Ren Yang Chan..!!" Teriakan minta pengampunan dari para siluman burung hutan yang sujud hormat di bawah sepasang kaki bersepatu emas langit dan bumi Nan Lian Hua.


"Jika kalian mau mendapatkan pengampuanan dariku? Cepatlah buka pintu gerbang kedua untuk ku ,maka kalian akan ku beri ampunan untuk bisa reinkarnasi menjadi makhluk hidup yang lebih baik lagi." Kata Nan Lian Hua dengan suara yang amat jernih sekali.


"Siap Yang Mulia Kaisar Langit kami patuhi segala perintah anda..!!" Sahut pasukan siluman burung hutan yang segera membukakan pintu kedua untuk Nan Lian Hua.


"Pergilah..!" Perintah Nan Lian Hua agung.


Brrrr!!!


Blashh!!


Para pasukan siluman burung hutan telah hilang untuk masuk ke sebuah proses reinkarnasi yang sesuai jalur yang benar yakni melalui rangkaian proses hukuman sebab dan akibat yang harus di mereka jalani di Akhirat.


Nan Lian Hua berada di halaman depan pintu ke tiga di mana di jaga ketat kawanan siluman yang berbentuk semut rangrang yang amat ganas dan mematikan.


Wer,wer,wer!!


Bress!!


Di halaman depan pintu keempat ,Nan Lian Hua di hadang ratusan pasukan arwah tanpa kepala dari hewan -hewan kuda terbang yang menerjangnya dengan sangat luar biasa cepat.


Wushhh!!


Wutt,bress ,duarr!!


Nan Lian Hua menatap kawanan arwah tanpa kepala kuda terbang dengan sororan mata agung nan lembut namun memiliki kekuatan yang tak bisa di pungkiri oleh para arwah sakti yang akan menuju ke tingkat siluman bumi telah di seret ke meja hijau Akhirat tanpa kekuatan lainnya oleh Dewa Akhirat yang sesungguhnya.


"Dewa Penakluk Arwah tugas anda adalah tangani para arwah bengal yang tak mau dosanya terlihat di kolam cermin kehidupan di Istana mu." Kata Nan Lian Hua lembut dan agung kepada Dewa Penakluk Arwah.


"Iya ,Baginda karena itulah saya datang untuk saya dapat meringankan beban anda yang ingin menyelamatkan Pangeran Muda Nan Si Lei dan Putri Nan Yi Lin dari jebakan Ratu Siluman Ular Ren Yang Chan." Jawab Dewa Penakluk Arwah di jalan menuju ke pintu kelima.


"Terimakasih ku ucapkan untuk bantuan mu pada ku ,Dewa Penakluk Arwah." Kata Nan Lian Hua di sisi Dewa Penakluk Arwah.


Mereka berdua di hadang para pasukan arwah yang bentuknya adalah tangan yang melayang ke arah mereka dengan gerakan mencakar yang amat mematikan sekali.


Namun Nan Lian Hua menyentil pasukan arwah tangan dengan satu sentilan telah memusnahkan pasukan arwah tangan tanpa ada kesulitan sama sekali.

__ADS_1


Cring,blaar!!


Dewa Penakluk Arwah menjaring sejumlah arwah tangan dengan jaring bentuk kepala naga dan singa ,lalu mengikat arwah itu dengan satu ikatan yang amat kencang sampai sejumlah pasukan arwah tangan mengkerut lalu hancur.


Tep,blarr!!


Mereka melanjutkan ke pintu kelima ,di sana ada kumpulan arwah kaki yang bergerak bagaikan satu gerakan menyepak ke arah kanan,kiri,depan dan belakang menjadi satu meluncur ganas ke arah mereka berdua.


Wush,wutt,blaarr!


Nan Lian Hua membuat satu gerakan jari telunjuk menendang ke arah sejumlah pasukan arwah kaki yang tiba-tiba tersungkur dan meledak hancur di tempat.


Dewa Penakluk Arwah membukakan pintu ke enam untuk Nan Lian Hua dapat bertemu dengan sejumlah siluman berpakaian aduhai berniat untuk menggoda iman Nan Lian Hua.


"Hai ,tampan..Marilah mendekat kepada kami."


Kata para siluman aduhai itu kepada Nan Lian Hua yang dengan satu kali menjentikan kelopak bunga persik telah menghancurkan para siluman aduhai itu.


Wutt,blarr!!


"Hmmm...Ular -ular genit..Majulah..!!" Terdengar suara Nan Yi Lin di ruangan pintu ketujuh.


"Iyaa...Ayo ..Hadapilah kami..!!" Suara Nan Si Lei yang amat menyejukkan hati.


"Anak -anak ku..Ayah datang..!"Seruan Nan Lian Hua muncul di tengah -tengah anak -anaknya.


Dewa Penakluk Arwah juga tiba di tempat itu dan melihat adanya sejumlah roh ular -ular aneka macam bentuk dan warna mengurung mereka dengan wajah manusia tak beraturan.


"Hmm sejumlah roh ular yang belum mencapai


200 tahun namun sudah banyak tingkah untuk membantu Ratu Siluman Ular Ren Yang Chan yang tak tahu tingginya langit dan dalamnya bumi telah lancang tangan menawan anak -anak Kaisar Nan Lian Hua..!! " Hardik Dewa Penakluk Arwah yang sudah menggunakan jaring langit dan bumi untuk menangkap sejumlah roh ular -ular itu.


Wutt,bett!!


Nan Si Lei membetot keluar roh ular terdekat di sisi kanan Nan Yi Lin yang juga memakai kertas mantra 'Musnah' telah mengirim sejumlah roh ular -ular ke jurang kehancuran.


"Yi Lin..Hati -hatilah menggunakan kertas mantra jangan sampai melukai mu." Kata Nan Si Lei nada suara yang mengejutkan hati Nan Lian Hua.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2