
Nan Lian Hua kembali ke Taman Bunga Kamboja Putih dengan satu tujuan utama dari niat hatinya adalah membebaskan Roh Bunga Kamboja Putih yang tak lain adalah putrinya juga yang bernama Tang Si Liu.
Tang Si Liu ini salah satu putri Tang Si Lei yang di ciptakan melalui airmata ibu dan anak yang di curi oleh Tang Si Lei untuk melepaskan dirinya dari ikatan cinta dengan Mei Hua Xing salah satu dari sekian banyak istri atau selir yang di milikinya di masa lampau nya.
Tang Si Liu di manfaatkan oleh Lauw Yi Chen yang dulu adalah sahabat terbaik Tang Si Lei bersama dengan Wu Sin Hao dengan tujuan utama dari Lauw Yi Chen adalah cinta dan obsesi untuk Lauw Yi Chen tetap berada di posisi Perdana Menteri di Istana Kekaisaran Tang Agung.
Namun Lauw Yi Chen membuat perjanjian mistis dengan Siluman Gajah Emas yang memerintahkan Iblis Burung Kalkun untuk mengambil jiwa bersih di dalam diri manusia Lauw Yi Chen agar tercipta kekuatan yang amat besar di dalam kubu Siluman Gajah Emas yang menjadi salah satu Raja Iblis di seluruh Alam Semesta yang memiliki kekuatan yang sangat meresahkan Alam Langit dan Alam Manusia.
Kini Nan Lian Hua memiliki tanggung jawab yang amat besar untuk melindungi serta membebaskan jiwa siluman di dalam roh bunga kamboja putih dengan caranya sendiri.
Ia menghampiri pohon bunga kamboja putih yang paling lebat bunganya namun paling suram sekali cahaya dari sinar warna bunga kamboja itu sendiri yang seharusnya berwarna putih terang kini jadi warna abu -abu.
"Anak ,keluar dari rumahmu dan temuilah aku Nan Lian Hua di luar rumahmu."Panggil Nan Lian Hua di dekat pohon bunga kamboja putih itu.
15 detik kemudian muncullah seorang gadis yang amat cantik jelita yang terkurung di dalam pohon bunga kamboja putih dengan sorotan mata yang agak kemerahan dan bibirnya agak kebiruan pucat serta kulitnya agak kelabu dan transparan sekali.
"Maaf ,Tuan tampan aku tak bisa keluar dari rumah ku ini karena ada sihir dari Raja Kera Sakti Sun Huai yang telah mengurung ku beberapa jam lalu di rumah ku ini."Kata Roh itu dengan suaranya amat bising sekali bak peluit terkena sinar kilat di atas langit.
"Hmm..Mundurlah sedikit dari pintu rumah mu."
Kata Nan Lian Hua dengan nada yang sangat luar biasa halus bak suara air yang begitu tenang dan dalam.
__ADS_1
Roh itu mundur sesuai perintah Nan Lian Hua dan ia memerhatikan pria tampan berrambut putih nan berkilauan menyentil sedikit cahaya perak ke arah kulit pohon bunga kamboja putih yang tertutup benang emas dari sehelai rambut Si Kera Sakti Sun Huai.
Cring..!!
Blashh!!
Blamm!!
"Sekarang kau sudah bisa keluar dan temui aku di luar rumahmu yang sudah aku bersihkan dengan percikan air suci Dewa Matahari."Kata Nan Lian Hua dengan sinar kelembutan yang sangat dan amat menyejukkan hati dan pikiran Roh itu.
Roh keluar dengan langkah ringan di sertai sorot mata yang tak merasa takut di sakiti oleh Nan Lian Hua justru roh itu merasa dirinya sangat rindu dan ingin berada di dekat pria rambut perak itu.
"K..Kau..Bolehkah aku memeluk mu semenit saja karena ada sesuatu yang menggetarkan jiwa ku yang membuatku ingin berada di dekat dirimu?"
Nan Lian Hua mengganggukkan kepalanya dan ia tersenyum penuh kedamaian yang tiada tara dan amatlah di inginkan oleh Roh itu bisa memiliki hati dan pikiran serta senyuman sedamai senyuman Nan Lian Hua.
"Silahkan ,Si Liu."Jawab Nan Lian Hua begitu tulus sekali.
Roh itu melayang dan jatuh di dalam pelukan Nan Lian Hua yang memberikan sentuhan kasih hati seorang ayah kepada putrinya yang membuat Roh itu yang awalnya berwajah pucat kebiruan dan kulit kelabu serta mata agak memerah kini telah berubah menjadi bercahaya merona dan sinar di matanya itu begitu indah bak cahaya rembulan di tengah malam hari.
"Tang Si Liu..Kau minumlah pil penenang jiwa dan pikiran dari air suci Dewi Kuan Im sehingga kamu bisa cepat masuk ke alam kebahagiaanmu sendiri yaitu alam sungai Liu."Kata Nan Lian Hua dengan sangat lembut bukan main telah menenangkan jiwa Roh Bunga Kamboja Putih yang di dera rasa hampa,penyesalan dan sakit hati karena cintanya di khianati oleh pria paling cintainya.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa tahu kalau aku ini Tang Si Liu dari Istana Kekaisaran Tang Agung?"Tanya Roh itu yang berurai air mata haru.
"Karena aku adalah Ayah kandung mu yakni Tang Si Lei dan seorang ayah tidak akan pernah bisa membiarkan putrinya menderita."Jawab Nan Lian Hua begitu menyayangi Tang Si Liu seperti Nan Yi Lin.
"Kau adalah Ayah kandungku yang bernama Tang Si Lei ?"Tanya Tang Si Liu mundur selangkah agar ia bisa melihat dirinya Tang Si Lei dengan cermat.
"Iya,Nak.Aku Ayah Tang Si Lei mu."Jawab Nan Lian Hua yang menampilkan dirinya sebagai Tang Si Lei yang sesuai dengan kenangan Tang Si Liu di kala roh itu masih seorang gadis cilik usia 4 tahun dan ia ingat dengan lukisan di seluruh Istana Tang Agung.
"Ayah...!!"Jerit Tang Si Liu memeluk erat Nan Lian Hua.
"Anak ku sayang..Tenangkanlah hati mu agar kau bisa menempuh perjalanan kehidupan mu yang baru di kehidupan yang lebih baik dari kehidupan kamu di Dinasti Tang Agung ini."Kata Nan Lian Hua memberikan ilmu cahaya kasih seorang ayah kepada Tang Si Liu.
Cahaya itu sangat lembut membungkus Tang Si Liu bak perisai yang sangat kuat luar biasa yang melindunginya.Tang Si Liu membuka kedua mata dan melihat hamparan rumput ilalang yang di apit dua sungai kecil berwarna bening kehijauan dan ia merasakan dirinya melebur menjadi satu dengan sungai yang berwarna kebiruan.
"Lahirlah engkau sebagai manusia yang baru di sebuah dunia yang lebih baik lagi dari kehidupan kamu di era Dinasti Tang Agung."Kata Nan Lian Hua memejamkan kedua matanya untuk berdoa agar proses reinkarnasi dari Tang Si Liu berjalan dengan sukses.
"Suami ku..Kapankah kau mengunjungi Tang Xin Giok di Gunung Iblis Phoenix Emas?"Tanya Yue Erl muncul di samping Nan Lian Hua.
"Sekarang juga karena akhir hidup Tang Xin Giok akan segera tiba dan aku harus memisahkannya dari Xiao Chan agar ikatan jodoh mereka berakhir dengan sempurna,maka Tang Xin Giok dapat lahir kembali ke dunia manusia dengan kehidupan yang lebih baik lagi."Jawab Nan Lian Hua memberikan ketenangan kepada Yue Erl.
"Terimakasih suamiku."Kata Yue Erl yang menaruh kepalanya di bahu kuat Nan Lian Hua.
__ADS_1
"Sama-sama istriku."Jawab Nan Lian Hua begitu lembut membelai lembut rambut perak Yue Erl.
Bersambung..!!