Lentera Keabadian Dan Sepasang Pendekar Kaisar Langit .

Lentera Keabadian Dan Sepasang Pendekar Kaisar Langit .
Sebuah Aral Kehidupan..


__ADS_3

Di lain tempat namun masih satu lingkungan di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung tampaklah barisan para gadis dari berbagai daerah yang di datangkan ke Istana Kekaisaran Tang Agung oleh pihak Ibu Suri Agung Wen Li Sa.


"Lapor Ibu Suri Agung Wen yang terhormat kami para pejabat urusan dalam Istana Kekaisaran Tang Agung di bagian urusan harem Kaisar telah menyeleksi sejumlah gadis terbaik untuk menjadi di nobatkan sebagai Nyonya Selir dan Selir serta dayang Istana Kamar Tidur Kaisar Tang Agung."


Kata Kepala Kasim tertinggi di Istana Kekaisaran Tang Agung kepada Wen Li Sa.


"Perintahkan para gadis itu untuk masuk untuk menghadap kepada ku di Istana ku."Kata Wen Li Sa di kursi singasana nya di balik tirai rumbai yang menjadi pembatas antara dirinya dan tamu nya.


"Masuk..!!"Teriak Kasim di ruangan utama Istana milik Wen Li Sa di pintu ruangan tersebut.


Lalu berbondong -bondong datanglah sekitar 25 orang gadis terbaik memasuki ruangan utama itu dengan kepala tertunduk sopan dan hormat pada Wen Li Sa.


"Angkat kepala kalian dan sebutkan Nama Kalian ,


usia kalian dan asal daerah kalian dari mana dan apa tujuan kalian masuk ke Istana Kekaisaran Tang Agung kepada Ibu Suri Agung Wen Li Sa."


Perintah Kepala Kasim kepada 25 orang gadis itu.


Satu persatu 25 orang gadis itu menyebutkan nama ,usia dan asal daerah serta tujuan mereka di hadapan Wen Li Sa yang tertarik kepada seorang gadis berusia 16 tahun ,asal Kerajaan Silla yang bertujuan sebagai penyatuan bangsa antara Tang Agung dengan Silla.


"Namamu siapa ,Nona ?"Tanya Wen Li Sa dengan nada terkesan dengan kecantikan alami yang khas negeri Ginseng itu.


"Lapor Ibu Suri Agung Wen Li Sa nama hamba Kim Na Ra."Jawab gadis itu dengan sikap anggun dan lembut.


"Kepala Kasim siapkan gadis ini untuk malam hari ini di kamar tidur Kaisar Tang Agung."Perintah Wen Li Sa dengan nada berkarismatik sekali yang sangat mengagumkan kepada Kepala Kasim itu.

__ADS_1


"Siap ,Ibu Suri Agung Wen Li Sa hamba siapkan Nona Kim Na Ra untuk malam hari ini di Kamar Tidur Kaisar Tang Agung sesuai perintah Anda."


Jawab Kepala Kasim dengan patuh kepada Wen Li Sa.


"Ibu Suri Wen Li Sa ,bagaimana dengan empat orang gadis pilihan lainnya?"Tanya Kasim ruangan utama Istana Ibu Suri Agung Kekaisaran Tang Agung kepada Wen Li Sa.


"Simpan mereka di Istana calon Harem Kaisar sampai hari yang akan aku tentukan untuk mereka bisa menyenangkan hati dan pikiran cucu aku yang tersayang."Jawab Wen Li Sa yang segera menyuruh para gadis pilihan itu keluar dari Istana pribadinya.


Di sebuah taman yang sangat indah karena ada begitu banyak bunga -bunga bermekaran yang tumbuh begitu indah dengan warna -warni dan bentuk yang menakjubkan.Ada seorang gadis yang duduk termenung seorang diri dengan raut wajahnya terlihat memikirkan sesuatu hal yang amat meresahkan hati sang gadis.


Gadis itu berkali -kali menghela napas dengan perlahan -lahan di hembuskannya dengan begitu berat sekali sampai gadis itu di kejutkan oleh pria muda tampan yang sekonyong -konyong berdiri di hadapan gadis ini.


"Yang Mulia Selir Agung Wan Ah Lin kenapa kau menarik napas seberat itu,apakah ada yang telah meresahkan hati dan pikiranmu?"Tanya Pangeran Muda Tang Yu Xin yang menyembunyikan suatu benda di belakang punggung pemuda itu yang menarik perhatian Wan Ah Lin.


"Ada barang apa yang kau sembunyikan dari ku?"


Tang Yu Xin terkekeh senang karena Tang Yu Xin berhasil mengusir keresahan di hati dan pikiran Wan Ah Lin dengan barang di belakang punggung pemuda itu yang menarik perhatian Wan Ah Lin.


"Kau ingin tahu barang atau benda apa yang ada di belakang punggung ku ini?"Tanya Tang Yu Xin tersenyum centil yang membuat Wan Ah Lin ikut merasa geli sendiri.


"Ah ,dasar pemuda centil kau ini..Aku tidak tertarik lagi untuk mengetahui benda atau barang yang ada di belakang punggung mu itu."Kata Wan Ah Lin yang membuang muka tanpa mempedulikan Tang Yu Xin lagi dengan memandang lurus ke kiri yaitu memandang kolam ikan koi di tengah taman indah itu.


"Ahmm..Ya sudah ku perlihatkan kepada mu."Kata Tang Yu Xin memperlihatkan sebuket bunga tulip kuning di hadapan Wan Ah Lin yang tercengang melihat keindahan buket bunga tulip kuning yang di perlihatkan Tang Yu Xin kepadanya.


"Kau suka ?"Tanya Tang Yu Xin tersenyum yang menggugah kalbu Wan Ah Lin.

__ADS_1


"Iya..Aku suka."Jawab Wan Ah Lin penuh harapan dapat memiliki buket bunga tulip kuning indah itu.


"Ini untuk mu..Ambillah."Kata Tang Yu Xin yang memberikan buket bunga tulip kuning kepada Wan Ah Lin yang begitu senang sekali menerima buket bunga tulip kuning itu.


"Wahh..Terimakasih ,Tang Yu Xin.Aku pasti akan menyimpan buket bunga tulip kuning mu ini dengan baik di kamar ku "Kata Wan Ah Lin yang menghirup aroma bunga tulip kuning yang berada di pelukannya.


Lalu Wan Ah Lin melihat seseorang yang sangat ia rindukan selama milyaran tahun lamanya namun ia tak boleh atau tak bisa memilikinya.Wan Ah Lin mengangkat jemarinya untuk sentuh wajah pria muda di hadapannya.


"Wan Ah Lin kenapa kau memandangku seperti aku ini makhluk asing saja?"Tanya Tang Yu Xin dengan alis bertaut kepada Wan Ah Lin.


"Tiauw Ge..Aku sangat merindukan mu."Kata Wan Ah Lin yang menyampingkan buket bunga tulip kuning di balik leher Tang Yu Xin untuk menciumi bibir dan mulut Tang Yu Xin.


Tang Yu Xin tersentak kaget dan berusaha untuk menolak ciuman lembut yang di berikan Wan Ah Lin kepadanya namun Tang Yu Xin yang memang mencintai Wan Ah Lin itu membalas ciuman itu dengan lebih lembut daripada ciuman Wan Ah Lin kepadanya.


Suara gemericik air yang di permainkan oleh ikan -ikan koi menyadarkan Tang Yu Xin yang langsung kabur dari taman itu karena Tang Yu Xin takut di hukum mati bila ketahuan ia mencium Selir Agung Kaisar Tang Agung oleh seseorang di taman itu.


Wan Ah Lin terpaku diam menyentuh bibirnya yang lembut itu dengan perasaan yang tidak bisa ia lukiskan dengan kata -kata karena dirinya amat sangat bahagia sekali saat itu.


"Ah Lin kau sedang apa di taman kesepian tanpa batas seorang diri?" Sapa Tang Yue Lei yang baru saja meninggalkan taman satwa nasional Istana Kekaisaran Tang Agung.


Tang Yue Lei tak sengaja melihat Wan Ah Lin di persimpangan jalan menuju ke Istana pribadinya sendiri maka Tang Yue Lei pun menegur dan ia dekati Wan Ah Lin di bangku taman yang di sebut taman kesepian tanpa batas oleh orang -orang di Istana Kekaisaran Tang Agung.


Karena taman ini di dirikan oleh Tang Si Lei di saat Kaisar itu merasakan kehampaan hati tanpa batas karena kepergian Sin Yue Qing dari Istana tanpa di ketahui oleh semua orang di Istana Kekaisaran Tang Agung pada masa itu.


Wan Ah Lin mengangkat wajahnya melihat Tang Yue Lei duduk sampingnya dengan wajah heran dan ingin tahu yang begitu lembut sekali bagaikan seuntai kain sutra yang membalut tubuh indah Wan Ah Lin.

__ADS_1


"Koko Lei Lei apakah di masa lampau dirimu itu adalah Kakak rajawali ku?"Tanya Wan Ah Lin yang mengejutkan sanubari Tang Yue Lei seketika itu jua.


Bersambung..!!


__ADS_2