Lidia

Lidia
Berbohong


__ADS_3

Raut wajah Lidia mulai berubah pucat saat Reza berhenti di depan rumah yang gelap gulita namun mata nya melotot ke arah Reza yang memperhatikan nya nakal.


"Yang ingusan bukan anak sd tapi anak lugu sepertimu." Mendekatkan wajah nya di depan muka Lidia dan membuat Lidia semakin memojokan tubuh nya di dekat pintu mobil.


"Huh, lalu kenapa kita berhenti kak, serem tauu..!" Memalingkan wajah nya sambil mengela napas kemudian menutup wajah nya dengan tas yang dari tadi dia peluk.


"Turunlah..! ini rumah hantu paling menyeramkan yang menjaga kota ini, karena kamu orang baru jadi kamu harus menyumbangkan sedikit darah untuk nya." Mimik wajah yang tanpa ekspresi menjelaskan dengan serius nya agar Lidia menyumbangkan darah untuk hantu.


"Tidak mauuu, aku takut kak, aku pulang saja hua..a.." Melemparkan tas yang di peluk nya sembarangan dan beralih memeluk tubuh Reza. "Ayo kak kita pulang saja, aku ngak mau di gigit hantu kak.." Menarik dan menggoyangkan tubuh Reza yang tadi dia peluk namun tidak membuat Reza bergerak.


"Ha haa..kamu beneran takut ?" Tertawa puas melihat wajah pucat wanita disamping nya.


"Aku sangat takut kak, lebih baik aku tidak jadi orang kota dari pada harus di gigit hantu hikss.." Menangis tersedu - sedu sambil memegang lengan Reza.


"Tapi aku berbohong, turunlah tidak ada hantu disini." Melepaskan tangan Lidia yang terus memeluk lengan nya.


"Aku tidak mau, kakak pasti berbohong,rumah ini pasti ada hantu nya, gelap sekali." Mengambil tas selempang yang jatuh di bawah kaki nya lalu memeluk nya erat.


"Kalau begitu tinggalah di mobil, dia akan menggigitmu dari belakang." Keluar menuruni mobil lalu berjalan masuk ke halaman rumah dan membuka depan dengan kunci yang di ambil dari kantong celana nya.


Lidia yang tinggal di dalam mobil merasa parno sendiri menoleh ke samping dan ke belakang yang akhirnya dia menyerah dan keluar berlari mengikuti Reza.


"Kak Reza tunggu." Berjalan di belakang Reza sambil menarik kaos yang di kenakan Reza.


Aku kerjain aja deh, lucu banget wajah nya saat ketakutan, imut juga ternyata dia.


"Kakek hantu ini aku membawakan darah segar untukmu." Berjalan sambil berpura - pura meraba raba jalan karena dia sengaja tidak menyalakan lampu.


"Tidakk, tidakk mau kek, jangan akuuu." Lompat di punggung Reza dan memeluk leher nya erat membuat Reza susah bernapas lalu ia mencoba mengalihkan tubuh mungil Lidia kegendongan depan dan mendekapnya erat saat merasakan tubuh yang gemetaran.

__ADS_1


"Tenanglah, heii aku hanya bercanda, ini rumah kontrakan kalian." Mencoba menenangkan Lidia dengan mengatakan jika ini adalah rumah yang akan dia tempati bersama Melli adiknya.


Saat Lidia masih tidak percaya dan mengalungkan tangan nya di leher Reza karena takut, Suara mesin mobil berhenti di depan rumah,sorot lampu pun masuk menerangi rumah, lalu Reza bergegas menurunkan paksa Lidia dan menyalakan lampu rumah.


"Combrooo.." Suara khas panggilan special buat Lidia menggema di dalam rumah dan itu membuat Lidia buru - buru berlari keluar.


"Mellii.." Menyerang teriakan Melli dengan memeluk tubuh nya erat, rasa takut yang menghantui nya sedikit sirna.


"Heii lepaskan, geli tahu." Melepaskan pelukan sahabat nya paksa. "Wajahmu kenapa pucat begitu, kak Reza ngak macam - macam kan?" Memperhatikan sisa - sisa wajah pucat Lidia yang tadi di kerjain Reza.


"Hallo Lidia, ayo masuk kita istirahat di dalam." Tante Siska berjalan dengan suami nya dan mengajak mereka masuk.


"Baik tante." Berjalan cepat mengikuti Melli yang berlarian menuju rumah.


Setelah semua masuk dan bergabung dengan Reza yang sedang menonton kartun di ruang tengah mama Siska merasa aneh dengan tingkah Lidia yang selalu saja nempel dengan Melli.


"Lidia ayo duduk sini, ngapain nempel sama Melli terus." Menepuk sofa kosong di sebelah Reza.


"Lohh, kan besok senin kalian sudah masuk sekolah." Menatap aneh akan keputusan Lidia.


"Iya besok kita harus mempersiapkan perlengkapan MOS tauuk." Memonyongkan bibir nya sambil asik main game di hape nya.


"Tapi aku ngak mau di gigit hantu, aku takut." Menarik tangan Melli yang serius memainkan hape nya.


"Di gi..gigit han..tuuu.. ha ha.." Melli tertawa terbahak - bahak seketika menghentikan main game nya dan merasa perut nya di aduk - aduk karena tak berhenti tertawa. Tidak hanya Melli semua yang ada di sana juga ikut tertawa namun tidak dengan Reza yang sengaja menahan tawa nya karena takut ketahuan.


"Hari gini mana ada hantu vampire combrooo." Masih tertawa geli melihat sahabat nya yang ketakutan.


"Tapi kata kak Reza, orang yang baru tinggal di kota harus menyumbangkan darahnya untuk hantu." Melirik Reza yang pura - pura tidak mendengar nya.

__ADS_1


"Rezaaa.." Papa dan mama bersamaan memanggil putra sulung nya, lalu mama menjewer telinga nya.


"Ha ha haa.. becanda pa ma, dia nya aja penakut." Meraih hape yang ada di samping sofa dan beranjak pergi.


"Reza, minta maaf sama Lidia." Papa meminta putra nya untuk meminta maaf kepada Lidia saat tahu. ia akan meninggalkan mereka semua.


"Yah pa, beneran cuma bercanda, tadi juga sudah bilang kalau cuma berbohong tapi masih aja takut." Membela diri karena gengsi meminta maaf kepada wanita, apa lagi dia menganggap Lidia anak ingusan.


"Reza kusumaaa..." Memanggil nama lengkap putra nya yang artinya papa sudah mulai marah karena sikap anak nya, sehingga Reza berbalik arah dan berdiri mendekat di samping sofa Lidia.


"Maaf " Mengulurkan tangan nya mengajak berjabat tangan Lidia.


"Iya kak." Membalas uluran tangan Reza dan saling berjabat tangan.


"Lidia sudah telfon bunda..?" Mama Siska mengingatkan Lidia untuk menghubungi bunda.


"Belum tante." Menggelengkan kepalanya. "Mel, ajarin dunk.." Menyerahkan hape yang ada di tangan nya.


Melli menjelaskan dan menerangkan sedetai - detail nya cara menggunakan hape lama miliknya yang ia berikan untuk Lidia setelah itu digunakan untuk menelfon bunda dan ayah.


tutt..tutt.. Nada telfon mulai tersambung dan menunggu jawaban.


"Hallo, ini siapa ?" Bunda bertanya karena no belum sempat tersimpan.


"Halloo ndaa.. ini kakak, kami sudah sampai dengan selamat nda." Memberitahu bunda jika dia dan Reza sudah sampai.


"Syukurlah..Melli dan orang tua nya sudah sampai juga kah ?" Menanyakan sahabat anak nya yang pergi bersama orang tua nya.


"Sudah nda, ayah mana nda?" Menanyakan ayahnya karena tidak terdengar suara nya.

__ADS_1


"Halo ini ayah mendengar suara kakak kok, ingat pesan ayah yah, jaga diri dan jangan lupa berterimakasih sama nak Reza yang udah baik banget mau jemput kakak dan keluarga nya." Mengingatkan anak nya untuk berterimakasih atas apa yang keluarga Melli berikan untuk nya.


Ayah ngak tau aja gimana jahil nya kak Reza, heh baik dari mana nya, aku saja hampir pingsan karena ketakutan.


__ADS_2