Lidia

Lidia
Pacar Dadakan


__ADS_3

Mama sengaja mengajak mereka makan di kedai kopi yang berdekatan dengan pasar pagi, di sana begitu banyak menu sarapan pagi yang menggugah selera. Melli sudah tidak sabar saat papa memarkirkan mobil dia sudah heboh buru buru akan memesan makanan favoritnya.


"Lontong sayur pakai bakwan satu ya pak." Turun dari mobil langsung berjalan meninggalkan yang lain dan memesan makan untuknya sendiri kemudian mencari tempat duduk yang cukup untuk dia dan keluarganya.


"Baik kak." Menjawab sambil melirik wajah untuk menandai orang yang telah memesan makanan padanya karena disana memang tempat berkumpul berbagai pedagang sarapan dalam satu ruko.


"Lidia mau makan apa..?" Bertanya pada Lidia yang hanya diam memgikuti mereka.


"Nasi boleh ngak tante, biasa kalau pagi selalu makan nasi hee.." Memilih makan nasi karena memang di rumah nya sudah terbiasa makan nasi untuk sarapan.


"Bolehh, nasi lemak apa nasi kuning ?" Tersenyum mengosok lengan Lidia yang tadi dia gandeng.


"Kakak mie pangsit ma." Berjalan mendahului mama dan Lidia duduk di samping Melli.


"Papa juga ma." Ikut dengan selera anak sulung nya dan juga langsung berjalan menghampiri Melli yang ternyata makanan yang di pesan nya sudah datang dan dia terlihat sangat menikmatinya hingga tidak menghiraukan papa dan kakak nya datang.


"Lapar tuh dek..?" Papa duduk di samping kanan Melli dan melirik lontong sayur milik anak nya.


"Bukan tapi ini enak banget pa, cobain deh.." Menyodorkan piring milik nya ke samping kanan nya hingga papa benar benar tergoda untuk mencicipi karena Melli terlihat sangat antusias.


"Huemm..enak enakk.." Menyendok lontong beberapa kali masuk ke mulut nya.


"Pesan sendiri dunk pa, ini mah bukan nyicip kalau berkali kali gini ha ha .." Menarik paksa piring milik nya saat papa ikut bersemangat menikmati.


"Yaa.. ampunnn sudah habis satu piring dek.." Mama dan Melli datang menghampiri dalam meja bundar yang sudah ada suami dan anak anak nya, mama memilih duduk di samping suaminya dan terpaksa Lidia duduk di samping Reza.

__ADS_1


"Ya ampun, perut mu karet banget ya Mell, padahal tadi sudah terisi kue kue dan nasi lemak kan ?" Geleng geleng melihat sahabat nya yang sudah menghabiskan satu piring lontong sayur.


"Yakan sudah di pakai buat jalan dari rumah kesini combroo.. ha ha aa.." Tertawa sendiri sambil memberi alasan yang jitu.


"Apaan orang duduk diam dalam mobil juga, alasan saja dasar perut karet wkwk wkwk." Menertawakan alasan sahabat nya yang sedikit benar namun masih belum pas.


Dan semua pun ikut menertawakan Melli yang memang benar adanya. Bahkan dia memesan jus mangga yang datang tepat setelah dia selesai makan.


Slrupp...derttt.. drett.. suara pipet yang membawa naik minuman ke dalam mulutnya dan langsung habis tak bersisa hingga terdengar suara angin dalam pipet.


"Hah..seger bangettt." Mengusap samping samping mulutnya dengan telapak tangan nya.


"Pukk.." Lidia menimpuk tangan Melli dengan tisu yang di lipat lipat. "Kebiasaann ha ha ha.." Tertawa ngakak saat Melli kaget kebiasaannya tertangkap mata oleh Lidia.


"Iyaa ihhh adek jorok bangett ya." Mama ikut mengomentari.


"Haiii Rezaa..wahh lagi kumpul keluarga neh.." Berlian tiba tiba muncul dengan kedua sahabat nya.


"Humm.." Menjawab singkat karena ada mama papa nya padahal selalu saja ia cuekin jika Berlian sengaja datang menggodanya.


"Kakak..." Mama menegur putra nya karena bersikap acuh tak acuh.


"Haii kak.. ups.. lupa siapa nama nya..?" Melli ikut nimbrung dan ingin membela kakak nya karena tidak ingin wanita yang dianggap nya genit itu selalu saja menggoda kakak nya.


"Umm.. Berlian, ohh iyaa ini Melli yang ketemu di toko mama kan yaa.. makasii lohh sudah mengingat kakak." HELOOOO..males banget dehh kalau ngak ingat ada Reza di sini dasar anak bawel, apa lagi ada calon mertua hi hii. Ngomelin Melli yang pernah mematahkan hatinya saat bertemu pertama kali.

__ADS_1


"Haa..benerr bangett, kakak masih ingat ajaa, waktu itu kan Melli pernah bilang kalau kak Reza sudah punya pacar, tapiii kakak ngak percaya, ini nehh pacar kakak aku yang paling ganteng dan cocokan pacar nya juga cantikkk bangett." Berdiri menghampiri Lidia dan kakak nya yang duduk berdekatan dengan sengaja berbicara di manja manjain karena ingin membuat kapok Berlian.


"Apaa... pacar..? ha ha ngak mungkin, iya kan Reza..?" Terdengar kaget dan shock sampai memberanikan diri bertanya langsung pada Reza.


"Huuemm.." Masih saja cuek namun tangan nya bereaksi merangkul Lidia yang ada di samping nya hingga membuat papa dan mama terkejut karena jarang sekali melihat anak nya mau dekat dengan wanita apalagi sampai main rangkul dan sukses membuat Berlian emosi dan pergi begitu saja meninggalkan mereka dan sahabat sahabatnya.


"Kak Berliannn... ngak jadi sarapan nehh.." Melli teriak memanggil Berlian dengan menahan tawanya yang akhirnya pecah saat Berlian benar benar sudah tidak nampak dari pandangannya. "Ciee.. pacar dadakan niee.." Beralih menggoda Lidia yang wajah nya sudah memerah karena Reza lupa melepaskan rangkulan nya.


"Lepasin kak." Mengangkat tangan Reza dari pundak nya dan tertunduk malu pada semua yang menatap nya.


"Sorry..sorry.." Salah tingkah hingga tersedak minuman.


"Duhh yang lagi di kejar kejar cewek jadi salah tingkah niee.." Mama ikut menggoda anak bujangnya.


"Kalau papa seh terima aja tuh kak , kasian loh.." Mengunyah mie pangsit pesanannya.


"Papaa.." Melli dan mama kompakan meneriakin papa nya. " Ngak..! Melli ngak setuju, dasar wanita genit." Emosi sampai menyerobot paksa mie pangsit milik papa langsung melahap nya lagi.


"Lohh kan papa cuma usul ha haha." Tertawa hingga tubuh nya ikut bergerak.


"Apaan seh pa, ogah banget, papa aja sana kalau mau.." Reza protes dan melimpahkan balik pada papa nya.


"Eitss.. mau mama usir dari rumah tanpa sehelai benang." Melotot sadis pada wajah papa yang masih tertawa iseng.


"Lohh.. lohhh.. kok jadi papa yang kena seh, ya udah ayuk lanjut katanya mau cari perlengkapan sekolah." Tidak terima di marahin mama jadi mengalihkan pembicaraan dan mengajak lanjut belanja.

__ADS_1


"Ok.. kita belanja nya ke Mall Anda aja ya pa, disana lengkap semua kata nya." Berdiri menarik tangan papa nya dan berjalan mendahului yang lain, sementara mama membayar tagihan di temani oleh Lidia.


"Jadi bagaimana, Lidia mau ngak sama Reza..?" Berjalan sambil bergandengan tangan seperti seorang sahabat, mama berhasil membuat wajah Lidia bersemu merah seperti tomat yang sangat menggemaskan.


__ADS_2