Lidia

Lidia
Ungkapan Terimakasih


__ADS_3

Malam pun berlalu, dan pagi hari menyapa dengan awan yang begitu cerah, sinar matahari masuk lewat celah celah atap rumah Lidia yang tidak di plafon menghujani tubuh nya , panas nya matahari akhirnya membua Lidia terbangun.


*Begini neh kalau pagi ngak bangun masak, pasti jadinya kesiangan, bunda seh mau nya bekal combro sama nasi aja.


A.. sudah panas banget, matahari sudah tinggi aja, harus nyuci baju ini nanti ngak panas lagi bisa - bisa ngak kering pakean*.


Lidia berlari kebelakang dan langsung merendam pakean yang hendak di cuci, sambil menunggu rendaman pakean perut nya sudah demo mintak di isi, Lidia pun mengambil piring hendak makan terlebih dahulu.


Setelah duduk di tepian dapur sambil memegang piring yang sudah dia isi nasi combro dan sambel bawang, terdengar suara hape nya yang melengking semakin lama semakin keras.


Hiyaa..baru juga mau makan si butut sudah manggil - manggil, siapa seh ne orang ganggu aja .


Meletakan sepiring nasi nya di atas meja lalu mengambil hape butut nya yang ada di depan, saat melihat nama Melli yang menghubungi nya Lidia mencoba menjahili.


"Iyaa hallo..disini pasar ikan, mau beli ikan apa neng..?" Cekikan tetapi tidak bersuara.


"Haa..pasar ikan ? Adek salah kasih no ya, ini pasar ikan katanya." Terkejut saat di seberang telfon mengatakan bahwa disana pasar ikan dan bukan lah Lidia yang ingin di cari nya. Dan Lidia terkejut saat suara tante siska yang berbicara di seberang telfon, maksud hati ingin ngerjain Melli tapi justru tante Siska yang kena.


"Ngak mungkin salah ma, coba sini Melli yang ngomong.. Hallo combro, kamu ya keterlaluan ngerjain mama." Melli dengan suara khas nya yang ngegas ngegas memarahi Lidia dengan sebutan combro.


"Haduhh maaf princess cantik, tadi kirain kamu yang telfon abis gangguin orang baru aja mau makan, maaf ya bilang tante Siska." Meminta maaf karena salah ngerjain orang.


"Haha haha.. senjata makan tuan, kapok ..! ini mama mau ngomong." tertawa girang lalu memberikan hape nya pada mama.


"Halo Lidia, ini tante bukan Melli." Menjelaskan lagi.


"Maaf ya tante, maaf banget bukan sengaja tante, hanya iseng ngerjain Melli ternyata malah tante yang kena, he he.." Meminta maaf atas salah sasaran nya.


"Iya tante maafin hehe, begini nanti siang Melli mau kerumah, tante ada belikan beberapa bahan makanan, tolong di terima ya, maaf jika Melli selalu merepotkan Lidia dan bunda. Oh iya combro nya enak terimakasih banyak ya Lidia." Menjelaskan maksud anak nya yang akan di suruh datang kerumah nya.


"Dalam rangka apa tante kok sampai kirim bahan makanan..?" Bertanya binggung akan maksud pemberian tante Siska.

__ADS_1


"Hanya ungkapan terimakasih tante kepada bunda dan Lidia karena sudah banyak di repotkan oleh Melli, jangan anggap serius kalau Melli suka marah ya, dia hanya manja saja belum bisa mandiri ." Mengungkapkan maksud pemberian nya agar Lidia dan keluarga nya tidak merasa tersinggung.


"Tidak usah repot - repot tante, Melli baik kok tante hanya sedikit bawel he he." Menertawakan Melli yang di rasa memang bawel tapi selalu gemesin dan menjadi teman yang baik.


"Tidak repot Lidia, nanti di tunggu saja ya, jangan pergi kemana - mana." Berpesan agar menunggu kedatangan putri nya.


"Baiklah tante, Lidia ada di rumah kok, terimakasih banyak tante Siska, semoga Allah akan membalas semua kebaikan tante."


"Amin. ya sudah tante tutup ya ." Mengakhiri panggilan nya dengan Lidia.


Lidia melanjutkan makan yang sempat tertunda setalah berbincang dengan tante di telfon. Tanpa menunggu lama Lidia pun menyelesaikan pekerjaan nya mencuci pakean kemudian menjemur nya.


Huhh.. selesai juga akhirnya tugas pertama, tinggal mandi dan nyapu .


Byiurr... membuang air sisa perasan pakean sesuka nya dan tanpa terasa ada yang menjerit.


"A...kakak basah kan bunda." Mengangkat baju nya yang basah kuyup dan menunjukan pada Lidia.


"Tadi nya bunda mau ngejutin kakak, eh malah bunda yang kaget haha." Tertawa bersama lalu saling merangkul pundak masuk ke dalam rumah.


"Mandi sana nda, nti masuk angin loh.. oh iya nanti Melli mau datang nda, katanya mau kasih bahan makanan gitu." Mendorong badan bunda menuju kamar mandi.


"Kenapa bisa begitu, dalam rangka apa kak ngasih bahan makanan..?" Balik badan tidak jadi masuk kamar mandi.


"Sudah nanti saja tanya nya nda, buruan mandi nanti keburu kedinginan." Mendorong paksa bunda nya sampai benar - benar masuk ke dalam.


Setelah bunda selesai mandi Lidia pun bergegas mandi dan menyelesaikan tugas harian nya yaitu menyapu dan ngepel rumah nya. Saat baru duduk istirahat setelah lelah menyelesaikan tugas demi tugas suara berisik khas milik Melli sudah menggema di telinga nya.


"Lidiaaa.." Langsung masuk rumah karena memang pintu terbuka lebar.


"Hiss..berisikk amat non." Menyambut sahabat nya yang sudah muncul di dalam rumah.

__ADS_1


"Buruan bantuin kak Reza angkutin barang - barang tuh, aku capek tahu." Menarik tangan Lidia dan membawa nya mendekat ke mobil Reza yang sudah terparkir di halaman rumah nya.


Reza membuka bagasi mobil nya hingga menampakan kardus - kardus sembako, Lidia yang melihat betapa banyak pemberian tante Siska membuat nya berkaca - kaca .


Ya Allah, terimakasih untuk rezeki yang engkau berikan melalui tante Siska, curahkan lah kesehatan dan rezeki yang berlimpah untuk nya. Amin.


Lidia mengucap syukur dalam hati nya dan masih


berdiri di depan bagasi tetapi hanya memandangi kardus yang tersusun rapi.


"Haa...bukan di angkutin malah benggong, gini yang nama nya anak pandai, eh.. katanya." Sengaja menyenggol lengan Lidia hingga kehilangan keseimbangan.


"Histt..lihat - lihat juga kalau jalan." Kesel dan terkejut saat badan nya oleng.


"Humm." Merespon singkat lalu mengeluarkan kardus dan membawa nya masuk ke dalam rumah.


"Bunda ngak usah bantu biar saya dan Lidia saja." Melarang bunda saat hendak mengangkat satu kardus minyak goreng.


"Ya ampun, sudah ganteng, baik dan sopan, orang tuamu sangat beruntung mempunyai anak sepertimu." Membanggakan Reza karena menjadi anak yang perduli dan sopan kepada orang yang lebih tua.


"Amin, terimakasih tante." mengangguk dan merasa tersipu atas sanjungan bunda Lidia.


"Hemm.." Batuk di buat - buat saat bunda nya memuji Reza.


"Tante, ini semua ungkapan terimakasih dari mama karena sudah banyak di repotkan oleh adek kami yang sangat manja." Menyampaikan amanah dari sang mama.


"Kak Rezaa..ngak usah pakai ngatain adek manja kalii..." Merengek manja tetapi tidak terima di katakan manja oleh kakak nya.


"Sampaikan pada mama dan papa, ribuan terimakasih dari kami sekeluarga, semoga Allah akan membalas semua kebaikan nya."


Setelah beberapa sembako di turunkan dan di susun rapi dalam rumah, bunda menyampaikan pesan rasa syukur nya untuk orang tua Reza dan Melli.

__ADS_1


Kakak dan adik itu pun berpamitan pulang dan meninggalkan halaman rumah Lidia.


__ADS_2