
Melli langsung mencari kakak nya yang tadi setelah makan bersama mereka masing - masing masuk ke kamar. Sambil masih menggerutu karena ulah Lidia.
Dasar si combro memang parah, hari gini hape nya masih saja katrok, nyusahin saja seh.
"Tokk..tokk.. masuk ya kak." Saat pintu nya tidak terkunci Melli langsung mintak ijin untuk masuk kamar kakak nya.
"Pasti ada mau nya si bocah manja ini mah.. apa mau apa ?." Menyindir dan langsung menodongkan pertanyaan kemauan adek nya itu, karena memang begitulah Melli mencari kakak nya jika ada kemauan nya. Biasa hanya teriak - teriak memanggil nya.
"Umm..kak Reza makin ganteng deh, sudah punya pacar ya." Basa - basi dan memuji kakak nya.
"Udah mau apa ngga usah basa - basi begitu, kepo lagi.." Sangat mengenal sifat adek satu - satu nya meskipun dia sangat manja namun Reza sangat menyayanginya.
"He he.. itu kak, tolong antarin adek ke tempat Lidia yuk.. mau yaa.." Duduk di samping Reza yang sedang asik main ps, sambil merayu nya lembut.
"Bukannya tadi mama bilang kalian dari sana ?." Bertanya namun mata nya tetap fokus pada layar game nya.
"Iyaa, tapi ada yang ketinggalan kak.. mauu dunk kak, masa nggak mau tolongin adek nya." Mulai sebel karena kakak nya masih saja asik memainkan game nya.
"Baiklah tapi jangan lama - lama." Menjawab singkat dan langsung menghentikan permainan nya.
"Yee..makasiii kakakku yang paling ganteng." Mencium pipi kakak nya paksa dan berlalu pergi ke kamar nya mengambil tas selempang nya yang berisi dompet dan mengambil hape yang dia letakan di meja belajar nya.
Mereka berjalan bersama menuruni tangga, dan di bawah ada mama yang sedang duduk sambil nonton tv, membuat mama heran melihat kedua anak nya berjalan akur berdua.
__ADS_1
"Kakak sama adek mau kemana, pada rapi amat." Heran melihat kedua nya rapi dan meninggalkan kamar nya masing - masing di sore hari yang biasa nya pada asik berdiam dalam kamar.
"Si adek ma, mintak antar ke tempat teman nya." Menjawab singkat mama nya.
"Lidia kak, nama nya Lidia ingat itu." Menerangkan kalau mereka akan ke rumah Lidia. Tidak terima kakak nya hanya mengatakan teman karena menurutnya Lidia lebih dari sekedar teman baginya.
"Lahh kan tadi kita sudah dari sana dek, bukan nya tadi adek bilang capek ya ?." Mama merasa heran padahal tadi pagi mereka sudah dari sana itupun adek merasa capek tapi kenapa sekarang mintak di antar lagi kesana.
"Itu ma, ada yang ketinggalan, penting. bye mama." Menarik lengan kakak nya sambil melambaikan tangan nya pada mama, karena tidak ingin makin panjang pertanyaan mama nya.
Akhirnya mereka berangkat menuju rumah Lidia di jalan Reza berpesan pada adik nya.
"Ingat jangan lama - lama, atau kakak akan meninggalkanmu disana." Melirik adek nya yang hanya diam saja memainkan hape nya tanpa merespon peringatan dari nya.
"Kakak kok berenti seh, cepat dunk, lelet banget bawa mobil nya, kalah deh sama mama." Sengaja membandingkan dengan mama nya padahal sesungguh nya mama juga pelan membawa mobil hanya saja dia ingin cepat sampai karena sudah tidak sabar ingin makan combro.
"Makanya kalau orang ngomong itu di jawab, mau kenceng neh, siapa takut. awas ya triak - triak." Reza merasa tertantang oleh tipu daya adrk nya yang telah membandingkan nya dengan mamanya hingga mereka berpacu lebih cepat dan benar saja 25menit mereka sudah sampai di depan rumah Lidia.
Sementara Lidia merasa kaget di depan rumah nya berhenti sebuah mobil dia mengintip dari balik jendela. Dan saat melihat kedua nya keluar dari dalam mobil Lidia tertawa sendiri dan sambil bergumam.
Gila ya si Melli demi combro sampai datang lagi, tapi dia kan enak kemana saja ada sopir yang nganterin, pakai mobil lagi.
Lidia jadi merasa betapa beruntung nya hidup Melli, namun tiba - tiba tersadar dan menjitak kepala nya sendiri .
__ADS_1
Maaf banget ya Allah, maaf bukan maksud mau iri hati, sungguh maaf .
Lidia pun membuka pintu namun ternyata tidak bisa terbuka, karna ayah nya menguncinya dari luar. Jadi Lidia keluar lewat pintu belakang sambil membawa combro dalam kotak bekal nya. Sementara Melli teriak - teriak memanggilnya karena Lidia tak kunjung keluar menemuinya.
"Hai combrooo, keluarlah..!" Setelah memanggil nama Lidia tidak kunjung keluar akhirnya panggilan sayang nya di lontarkan oleh Melli.
"Haiistt berisik bangett , neh combro nya." Datang dari pintu belakang hingga membuat Melii dan Reza terkejut, Lidia pun langsung memberikan sekotak combro dan Melli sangat senang melihat nya.
"Bikin kaget saja, lama banget seh, mana combro nya ha ha ha.." Ngomel tapi tetep to do point menanyakan si combro favoritnya, setelah Lidia memberikan nya dia langsung membuka dan memakan nya satu . Sampai lupa jika ada kakak nya juga di sana.
Reza pun cuek menatap Lidia dari balik kaca mata hitam nya dan satu tangan nya sibuk memainkan hape miliknya. Sampai adik kesayangan nya sudah selesai dengan urusan mereka.
"Bagaimana puas, pulanglah ini sudah sore, kasian tuh pak sopir sudah nungguin." Berbicara lantang tanpa bertanya siapa yang bersama nya tapi langsung menganggap nya sopir hingga kakak beradik itu saling beradu pandang saat mendengar kata sopir.
"Combrooo, ini kakak aku yang paling ganteng kamu bilang sopir ha ha ha ha.." Terkejut sahabat nya menilai kakak nya yang keren itu hanyalah sopir nya tapi tidak bisa mengendalikan tawa nya yang menggelegar itu.
"Sopir kamu bilang, ha.. nggak bisa bedain ya orang keren sama sopir." Reza merasa kesal baru kali ini ada wanita yang tidak memandang dirinya, bahkan di kampus banyak wanita yang ingin dekat dengan dirinya,hanya saja tidak ada yang membuat hati nya bergetar. Lalu dia melepaskan kaca mata hitam nya dan mendekatkan wajah nya di depan wajah Lidia.
"Lihat..! ada tampang se ganteng ini jadi sopir." Hingga wajah mereka hanya tersisa beberapa centi saja dan justru Reza lah yang tak berkedip memandang wajah Lidia yang manis dan tirus. Hingga Melli yang menarik kakak nya dan menyadarkan apa yang telah di lakukan oleh kakak nya.
"Hemm.. sudah lah kak, kan Lidia memang nggak tahu." Membela sahabat nya agar kakak nya tidak marah.
"Maaf, saya tidak tahu, soal nya Melli pernah cerita kalau suka di antar oleh sopir kalau tante Siska tidak bisa menemani." Lidia merasa bersalah dan minta maaf.
__ADS_1
Namun Reza hanya cuek menanggapi maaf dari Lidia dan berlalu menuju mobil. Melli pun hanya tertawa melihat kedua nya karena dia tahu kakak nya tidak benar - benar marah hanya merasa malu ada wanita yang bisa salah menilai nya.