Lidia

Lidia
Combro


__ADS_3

Melli sengaja merasa cemburu hanya untuk mencari perhatian mama nya supaya selalu di manja, sesungguhnya hati nya sangat baik tidak ada rasa iri bahkan dia selalu menyemangati Lidia, namun begitulah sifat manja nya tidak bisa lepas dari dirinya.


"Bangga dunk, anak mama sudah mau berbagi dengan yang lain, itu adalah sifat yang sangat baik sayang. Mama banggaa bangett umm.." Tidak ingin princess nya ngambek kelamaan mama pun memuji diri nya atas apa yang telah dia berikan untuk teman nya yang sedang membutuhkan.


"Terimakasii mama Siska sayang,umm." seolah saling memelukk.


Mereka pun sampai di rumah sudah di sambut sama Reza di meja makan, ya Reza Kusuma anak pertama mama Siska.


"Wahh wahh kompakan banget, makan yuk ma, ngak enak makan sendirian." Masih tetep ingin di perhatikan juga oleh mama nya meskipun bukan abg lagi.


"Jadi adek ngak di ajak makan neh kak ?." Langsung mengambil posisi duduk tepat di samping sang kakak.


"Tapi katanya adek diet." Menyindir tanpa ekspresi.


"Itu kalau malam, siang adek makanlah." Menjawab sewot dengan melirik kakak nya yang sedang menikmati makan nya.


"Cuci tangan dulu sayang..." Mama meminta putri bungsu nya untuk mencuci tangan nya di wastafel di samping meja makan yang sengaja di pasang di dekat meja makan agar selalu ingat untuk cuci tangan sebelum makan.


"Iyaa.. masa anak gadis jorok, gimana mau dapat cowok haha haha." Semakin senang meledek adek nya yang manja.


"Haistt.. memang ada yang mau juga sama kakak, bukti nya sudah kuliah juga masih aja jomblo hahaha hahaha." Puas membalas kakak nya karena memang sampai sekarang tidak pernah melihat kakak nya pergi berduaan dengan wanita.


"Sudah - sudah...! makan tidak boleh berdebat nanti tersedak." Mama menghentikan perdebatan kakak adik.


***

__ADS_1


Lidia menyelesaikan menyetrika pakean setelah semua dia angkat dari jemuran, menghabiskan waktu dan memeras keringat nya. Bunda bangun tidur dan menghampiri nya.


"Kenapa tidak istirahat,jangan terlalu dipaksa kalau lagi sakit." Melihat Lidia yang kelelahan sambil berbaring di alas setrikaan yang habis digunakan nya.


"Umm.. sudah bangun bunda, ini hanya meluruskan punggung Lidia yang bengkok nda." Menjawab sqntai namun di anggap serius oleh bunda.


"Ha.. bengkok ? kenapa bisa begitu, sini bunda lihat, sakit kah ?." Panik mendengar punggung anak satu - satunya itu menjadi bengkok, padahal tadi siang masih baik - baik saja.


"Ada apa nda, kok sampai panik begitu ?." Ayah pun bangun mendengar suara bunda yang nampak khawatir dan panik.


"Ini yah punggung Lidia bengkok, tapi malah di bawa baring begini." Menjelaskan permasalahan nya sehingga bunda terdengar cemas. Sementara Lidia hanya tertawa cekikikan.


"Bunda - bundaa.. ngak hafal juga sama anak nya, jelas - jelas dia hanya berbaring karena capek , tuhh lihat abis merapikan gunung." Ayah menjelaskan kekonyolan anak nya dan menunjukan jika anak nya hanya kelelahan setelah setrika pakean.


Bunda membiarkan Lidia yang akhirnya benar - benar tertidur di ruang serbaguna, tepat nya ruang tamu yang bisa di gunakan untuk tempat apa saja. Lalu bunda membuat pisang goreng untuk snack sore hari sebelum berangkat ke kebun, kebetulan kemarin pisang di sebelah rumah sudah matang lalu ayah peram dan sekarang sudah bisa di goreng.


Ayah dan bunda pergi ke kebun dan membiarkan anak nya tetap tertidur, nampak jelas kelelahan pada Lidia sehingga belum bangun saat orang tua nya hendak pergi bekerja. Ayah mengunci pintu dengan gembok dari luar, memang begitulah keaadan pintu mereka hanya bisa di tutup rapat menggunakan gembok dari luar saja.


Hoamm... a.. hah.. aku ketiduran, ya ampun belum membuat teh panas buat ayah bunda.


Lidia berjalan menuju dapur tapi sudah tercium aroma pisang goreng dari balik tudung saji, dan ada teh hangat yang tinggal separo gelas . Lidia membuka tudung saji itu dan benar saja dia menemukan pisang goreng di sana , mencomot nya satu lalu memakan nya sambil berjalan dan berteriak memanggil bunda.


"Ndaa.. ndaaa.." mencari bunda kedalam kamar nya.


Yahh..bunda sudah pergi drh, padahal aku ingin ikut, sudah lama sekali aku tidak ikut membantu bunda dan ayah.

__ADS_1


Lidia bergumam sendiri, menyesal karena ketiduran padahal tadi dia ingin ikut orang tua nya menoreh di kebun, karena dia sudah mulai pandai menoreh setelah belajar dari ayah dan bunda. Saat dia duduk termenung di dapur sambil menikmati pisang goreng mata nya berhenti berkedip saat melihat ada ubi kayu tergeletak di tepian tembok lantai dapur nya.


Umm.. dibuat combro enak banget ini, pas banget buat lauk makan malam.


Lidia lalu mengupas ubi kayu dan mencuci nya bersih kemudian dia parut , untuk isian nya dia menggunakan tempe yang di goreng setengah mateng lalu di tumbuk pakai cabe dan bawang putih dan bumbu lalu menggoreng nya hingga kecoklatan.


Enak banget pantas saja Melli selalu ketagihan kalau aku membawakan nya, tapi jadi aku yang selalu dia panggil combro, dasar anak manja.


A.. aku pamerin saja dia, telfon Melli ahh, ngences - ngences deh lu Mell hahaha...


Lidia pikiran iseng nya muncul saat mengingat Melli sangat menyukai combro buatan bundanya yang biasa dia bawa saat ke sekolah.


"Hallo princess Melli." Lidia menyapa sahabatnya yang sangat manja itu dengan sebutan princess tidak ada rasa kesal meskipun dia hanya di panggil combro.


"Kenapa , sudah kangen sama aku." Melli menjawab ketus namun penuh pujian.


"Nggak yaa, cuma mau kasih tahu kalau aku lagi makan combro kesukaan mu ha ha haa.." Menjawab puas karena bakal ada guncangan kuat di seberang telfon nya seperti biasa saat dia tahu kalau Lidia membawakan nya combro pasti akan teriak mau.


"Haaa... mauuu combro, dasar combro tadi aku disana nggak di buatin, pokok nya aku mauuu. Caba vidio call dulu beneran apa hoax ini." Melli sangat histeris mendengar Lidia pamer combro, karena saking suka nya sama combro tapi mama nya tidak pernah membuat nya hingga dia memaksa Lidia untuk vidio call.


"Hallo apakah princess sudah mulai pingsan, sadar hapeku ini hape butut , kamera saja tidak ada bagaimana pulak mau vidio call hahh..? haha haha ngences niee.." Lidia menyadarkan sahabat nya kalau hape nya hanyalah hape butut itu saja dia beli second. Mungkin sudah tidak zaman tapi itulah kemampuan orang tua nya membelikan nya untuk info penting dari sekolah.


"Pokok nya sisain, aku nggak mau tahu, sebentar lagi aku otw kerumah mu , awas sampai habis ya..!"


Melli seperti orang yang ketagihan hingga saat mendengar combro lidah sudah membasahi bibirnya, bahkan air liur nya sudah membanjiri mulut nya seperti merasakan kelezatan perpaduan ubi dan pedasnya sambel tempe di dalam nya.

__ADS_1


__ADS_2