Lord Of Justice : Legend

Lord Of Justice : Legend
CH 11 - Hutan.


__ADS_3

[Di Dalam Hutan]


Malam dengan hujan deras.


Leon menemukan sebuah Castle yang sangat besar di dalam hutan. Dan dia membaca tulisan yang ada di papan kayu bertuliskan Taman Surga yang terpasang di atas gerbang.


"Haa.? ituu, tidak mungkin." Kata Leon dengan sangat terkejut.


Leon pun melangkah mundur dan terjatuh ketanah. Ia melihat gerbang itu dengan tercengang. Sampai-sampai dia tidak bisa berkata-kata lagi.


Taman Surga, tempat terlarang di Benua Trolin. Tempat tinggal Sang Dewi perang. Salah satu anggota Paradicone yang sudah berumur ribuan tahun.


Ekspresi Leon benar-benar tercengang, ia sudah duduk diatas tanah selama 10 menit dengan memandangi gerbang itu.


CTAAR. Suara petir yang keluar dari langit. Dan kilatan cahayanya menerangi gerbang dan seluruh Castle.


"haaa. Tulisan itu, aku bisa membacanya. Dimana aku ini.? Apa aku masih hidup. Glegg." Kata Leon dalam hati sambil menelan ludah.


Sebenarnya Leon tidak takut dengan tempat terlarang itu. Namun dia tercengang hanya karena dia bisa membaca tulisan di papan kayu itu.


"Siapa pemilik castle ini.? Seorang dewi kah.?". Tanya Leon dalam hati.


.....


Saat ia tersadar di tenda emergency, Leon beberapa kali melihat tulisan-tulisan di sekelilingnya, seperti papan tulis yang digunakan Elis untuk merencanakan strategi.


Tulisan yang ada di lambung kapal perang, tulisan yang ada di pelabuhan Ame, dan tulisan selamat datang di kota Ame.


Leon benar-benar tidak bisa membaca tulisan-tulisan itu. Tapi kali ini, ia bisa membaca tulisan Taman Surga dengan sangat jelas.


Lalu. Saking terkejutnya, ia pun berlari dari tempat terlarang itu dengan sekencang-kencangnya. Ia berlari sambil menangis dan memegangi kepalanya.


"DIMANA AKU INIIIIII" Teriak Leon sambil berlari, sampai ia pun terpeleset dan terjatuh ketanah, lalu kepalanya terbentur batu besar yang ada di bawahnya dan ia pun pingsan di atas air hujan.


....


[Istana Kerajaan Majaren]


Besoknya, pada siang hari. Di Istana Raja Majaren, tiba-tiba awan berkumpul di atas istana. Dan suara gemuruh petir terdengar cukup keras.


Sang Raja Majaren. Raja James Nicolas Ke 12 (XIl). Bergegas keluar istana dan melihat awan-awan yang berkumpul di atasnya. Angin-angin mulai berhembus dengan sangat kencang. Tanda sang Dewi perang akan datang.


"Ini terlalu mendadak." Kata Raja James dengan terkejut.


"Cepat, kalian semua keluarlah dari ruangan ini." Teriak sang Raja kepada semua orang yang ada di dalam ruangan utama istana Majaren.


Semua orang pun bergegas keluar dari ruangan itu. " Ada apa sebenarnya ini.?" Kata Perdana menteri yang ada disana dengan sangat terkejut akan datangnya sang Dewi. Padahal belum waktunya seorang Dewi berkunjung kesana.


Sang Raja yang masih ada di luar pun bergegas masuk kedalam ruangan. "Apa ada masalah yang serius, kenapa sang dewi datang kesini sekarang.?" Kata Raja dalam hati sambil berlari.

__ADS_1


Cahaya terang yang membentuk sebuah portal muncul di depan kursi singgahsana sang Raja.


Lalu, Sang Dewi pun keluar dari portal teleportasi itu. Raja James langsung bersujud dan menundukkan kepalanya. Cahaya yang sangat terang dari tubuh sang Dewi membuat sang Raja memejamkan mata.


"Aaaaah, Aura tekanan ini sangat menyakitkan." Kata Raja James dalam hati.


Tubuh Dewi melayang di depan kursi singgahsana. Namun, Sang Dewi hanya terdiam di hadapan Raja. Lalu, secara perlahan cahaya yang keluar dari tubuhnya mulai meredup.


Dengan perlahan-lahan Raja mengangkat kepalanya dan melihat wajah sang Dewi. Wanita tercantik di dunia itu sedang melayang di depannya. Memang kecantikan yang sangat luar biasa. Ini kali kedua Raja James melihat wajah cantik sang Dewi.


Tapi Dewi hanya terdiam sambil memandang keluar jendela yang ada di belakang Raja, dan tiba-tiba dia meneteskan air mata.


Raja yang melihatnya pun sangat kebinggungan. "Raja Majaren James Nicolas ke 12 , Menghadap sang Dewi." Kata Raja kepada sang dewi.


"Leon, dimana kamu.? Aku bisa merasakan kehadiranmu sekarang." Kata sang Dewi sambil meneteskan air mata.


Raja pun jadi semakin binggung. Apa maksud dari perkataan itu. "Maaf Dewi. Siapa orang itu.?" Tanya Raja James kepada Dewi.


"Mungkin dia berada disini James, di wilayah kerajaan Majaren, aku harus menemukanya." Kata Sang Dewi kepada Raja.


"Ha, kami akan mencarinya Dewi." Kata Raja James.


Awan mendung yang menyelimuti langit perlahan-lahan menghilang, dan angin kencang mulai tenang kembali.


Dalam sekedip mata saja, sang Dewi pun menghilang dari hadapan sang Raja. Lalu Raja James langsung membuka pintu utama istana, dan memanggil para Menterinya.


"Rapat darurat akan segera kita mulai". Kata Raja kepada Menterinya.


....


[Di tempat Akademi Rousen]


Direktur Rewin sedang memeriksa berkas-berkas kurikulum Sihir di ruangannya. Tiba-tiba burung elang dari jendela masuk ke ruangan Sang Direktur.


"Ah, surat dari Raja. Sepertinya ia ingin memasukkan murid lain kesini." Kata Rewin.


Rewin pun mengambil surat itu dan membukanya. Hanya beberapa detik saja ia membacanya, tatapannya langsung berubah menjadi sangat serius.


"Ada apa ini. Aku harus segera ke istana sekarang Juga". Kata Rewin dengan tergesa-gesa.


Beberapa jendral yang berada di daratan Majaren, menerima surat itu satu persatu. Dan mereka langsung menuju ke istana kerajaan saat itu juga.


....


[Di dalam hutan]


Leon yang masih pinsan hingga sore hari, di datangi oleh sesosok rubah putih berekor 3.


Rubah itu menjilat-jilat wajah Leon sampai ia tersadar dari pinsanya.

__ADS_1


"Dimana ini. Aaah, kepalaku. Sudah berapa lama aku tertidur disini.?" Kata Leon sambil memegangi kepalanya.


Ia pun memandangi daun-daun dan ranting yang bergerak di atasnya, angin sore yang berhembus sepoy-sepoy membuat Leon tidak ingin bangun dari tidurnya.


"Aku sudah tidak tahan lagi, aku akan mati jika seperti ini terus." Kata Leon dengan sedih.


Perasaan yang sangat sedih membuat Leon ingin mati. Ia hidup sendirian sekarang, sudah tidak ada orang yang bisa membantunya, dan dia tidak diterima di dalam kota. Yang paling menyedihkan lagi, ia sudah tersesat di dalam hutan selama 6 hari.


KROOOOOK. Perut Leon mulai berbunyi. Ia sangat lapar, sudah 3 hari lamanya dia tidak makan.


"Apa aku salah sudah menyembunyikan kehadiranku disini.? Aaaaah, aku ingin mati saja." Kata Leon mulai putus asa.


"Ada apa dengan hutan ini. Kenapa tidak ada hewan seekor pun disini.? Aku sangat lapar." Kata Leon dengan sedih.


Ia pun berusaha bangkit dan duduk. Tanpa di sadari, Ia melihat seekor Rubah putih yang lucu membawa sebuah apel kepadanya.


Iuuu Iuuu. Suara Rubah itu yang mendekat dan tidur di pangkuan Leon sambil mengelus-eluskan kepalanya.


"Heee.? Baru saja aku bicarakan, ada hewan tepat di gengamanku. Dia terlihat sangat enak.?" kata Leon dalam hati sambil memandangi Rubah itu.


"Aaah, Kenapa rubah ini sangat lucu sekali, aku tidak tega memakannya". Kata Leon dalam hati dengan perut yang berbunyi. Lalu ia melihat buah apel yang ada di depannya.


"Apel.? Apa kau yang membawanya"? Tanya Leon kepada rubah itu. Iuuuk iuuuk, balas rubah itu.


"Aah, kau menyelamatkanku Riuu." kata Leon dengan memberikan nama rubah itu.


Tanpa berfikir panjang, ia pun langsung memakan apel itu sampai habis.


"Aku terselamatkan. Apel itu Rasanya sangat enak." Kata Leon.


Tidak berlangsung lama. Leon mendengarkan suara kaki yang berjalan dari belakangnya. "Haaa, ada orang kesini, sebaiknya aku bersembunyi dulu." Dengan spontan, Leon pun langsung bersembunyi di balik pohon dengan membawa Riuu.


Ia pun mengintip dengan hati-hati. Terlihat seorang wanita berpakaian gaun yang indah, seperti putri dari kayangan. Rambutnya berwarna kuning emas yang cantik dan tubuhnya putih bersinar.


"Kenapa ada wanita cantik sendirian di dalam hutan. Sedang apa dia disini,?" kata Leon dalam hati.


Ranting pohon yang ada didekatnya menutupi pandangan Leon, ia tidak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas. Tiba-tiba rubah itu mengeluarkan suara. Iuuu iuuuuu sambil meloncat dari pelukan Leon dan menghampiri wanita itu.


Wanita itu pun menghampiri Riuu. "Riuu, Kamu disini ternyata, Aku tidak boleh keluar dari castle, kenapa kamu disini?". Kata wanita itu.


.....


"Riuu.? Kenapa dia memanggil nama rubah itu dengan nama yang baru saja aku berikan?." Kata Leon dalam hati.


.....


Wanita itu pun menunduk dan mengambil Riuu. Pada saat itu lah wajah cantik itu terlihat oleh mata Leon.


"Glegg. wanita ini...." Kata Leon dalam hati dengan tercengang.

__ADS_1


Leon pun terkejut saat melihat wajah wanita itu, bahkan iya sampai melotot melihatnya.


***


__ADS_2