
[Ditengah Hutan]
Suara kuda bergema dengan sangat kencang di hutan Jati. Tiga batalion dari kerajaan Majaren sedang menuju ke pelabuhan Ame.
Tiga batalion itu di pimpin oleh salah satu keturunan Bangsawan dari keluarga Winston Bernama David Winston.
David membawa prajurit sekitar 72.000 orang yang di bagi menjadi Tiga batalion, dan dia sendiri adalah salah satu Jendral dari kerajaan Majaren.
Di tengah perjalanan meraka, tiba-tiba jalan yang di lauinya bercabang ke arah selatan dan timur. Untuk menentukan rute tercepat, mereka harus mengirimkan regu pengintai.
"Jendral, kearah mana kita .?" Tanya ajudan David bernama Edo.
"Kirim pasukan pengintai". Kata David.
"Ha, laksanakan Jendral." Kata Edo. Tanpa pikir panjang, ia langsung mengirimkan pasukan pengintai.
Tidak berlangsung lama, pasukan pengintai pun berangkat menuju arah selatan dan timur.
Lalu, Beberapa saat kemudian, kedua tim pengintai itu pun menghadap kepada Edo dan melaporkan hasilnya. Arah selatan adalah jalur menuju pelabuhan Ame. Dan arah utara menuju bukit Cison. Namun, jalan menuju bukit Cison sangat berbahaya, karena jalanan disana sangat sempit dan rawan longsor.
"Kita rapat sekarang." Kata Jendral David.
David, membagi pasukannya menjadi dua bagian. Pasukan pertama, akan pergi kearah selatan yang di pimpin langsung oleh sang Jendral. David membawa 2 batalion dengan jumlah 55.000 prajurit yang siap perang.
Dan arah utara, di pimpin oleh perwira muda bernama Rio. Yang langsung menuju ke tempat Camp pasukan Elis. Rio membawa satu batalion berjumlah 17.000 pasukan, dan mereka hanya membawa obat-obatan dan suplay makanan.
"Rio, setelah kau sampai di Camp militer komandan Elis, segeralah ke arah pelabuhan Ame." Kata Jendral David. "Siap laksanakan". Kata Rio.
Pasukan Rio pun berangkat lebih dulu kearah Utara menuju Camp pasukan Elis. Dan berselang 1 hari, pasukan yang di pimpin David, berangkat menuju Pelabuhan Ame.
....
[Ditempat Camp Pasukan Elis]
Semua pasukan Elis sudah bergerak dari bukit Cison menuju kota Ame.
"Tidak terasa sudah 2 minggu kita membantu para penduduk yang tinggal di pelabuhan Ame, itu sangat menyenangkan." Kata Leon kepada Elis sambil menungangi kuda
"Setidaknya kita sudah bekerja keras untuk membantu para nelayan disana. Kekuatanmu sangat membantu Leon, tidak kusangka, kau juga bisa memanipulasi Alam". Kata Elis sambil melihat ke arah Leon.
"Ah, apa mereka akan baik-baik saja disana.?" Tanya Leon.
"Apa kau mengkhawatirkan Tina.?" Tanya Elis kembali.
"Dia masih kecil Elis, tapi dia sudah ditinggal kedua orang tuanya. Aku sangat sedih tidak bisa menyelamatkan nyawa ayahnya." Kata Leon yang mengingat gadis kecil berumur 8 tahun yang tinggal bersama neneknya.
"Kau tidak perlu khawatir Leon. Dan sekarang kau terlihat sedikit tampan dengan gaya rambut yang baru". Kata Elis.
"Ah benarkah.? Aku memotong rambut ini karena aku tidak nyaman dengan rambut panjang". Kata Leon sambil memegangi rambutnya.
__ADS_1
"Eem, apa kau akan ikut dengan pasukan kami Leon.? kita sedang membutuhkan prajurit yang kuat sepertimu." Kata Elis.
"Terimakasih Elis. Mungkin aku akan tinggal dikota untuk sementara, aku masih ingin belajar tentang dunia ini." Kata Leon.
"Kau bisa bertanya padaku Leon." Kata Elis.
"Ah, Ngomong-ngomong, Kau pernah bercerita padaku, di dunia ini ada kekuatan Sihir. Bisa kau jelaskan padaku ?" tanya Leon.
"Kau benar-benar tidak tau apapun Leon." Saut Elis.
Dahulu kala, sekitar 1.000 tahun yang lalu, ada seseorang yang menemukan buku kuno yang terkubur di daratan Benua Wisdom. buku itu menceritakan sejarah yang terjadi sekitar 2.000 tahun yang lalu dari saat ini.
Dan karena penemuan buku itu, banyak sekali kejaraan-kerajaan di dunia mulai berperang. Karena buku itu menceritakan sejarah yang sebenarnya.
Namun buku itu tiba-tiba hilang, dan sampai saat ini tidak ada yang tau dimana buku itu berada.
Menurut beberapa buku yang ada diperpustakaan Akademi Rousen. Buku kuno itu menceritan tragedi malam yang panjang. Penguasa seluruh dunia Sang Maharaja meninggal karena pemberontakan besar.
Dan karena menghilangnya Sang Maharaja, kekuatan Dewa yang ada pada tubuhnya menyebar ke seluruh dunia. Dan membangkitkan kekuatan Sihir pada tubuh manusia yang hidup pada jaman itu.
"Emm, jadi kekuatan Sihir berasal darinya.?" Kata Leon sambil berfikir.
"Leon, tidak semua orang bisa memiliki Kekuatan Sihir ini, yang memiliki kekuatan Sihir rata-rata adalah keluarga Bangsawan yang ada di seluruh dunia." Kata Elis.
"Hoo begitu." Kata Leon dengan serius.
"Tapi, manusia biasa yang tidak dibangkitkan masih bisa mempelajari kekuatan Sihir ini." Kata Elis.
"Benar Leon, tapi mereka hanya bisa memperlajarinya sampai Sihir tingkat 3 saja. Semua kekuatan militer di kerajaan ini adalah mereka yang sudah lulus dari Akademi Rousen. Minimal sudah menguasai sihir tingkat 2." Kata Elis menjelaskan.
"Akademi Rausen.?" Tanya Leon kebingungan.
"Itu adalah Akademi yang terkenal diseluruh benua Trolin Leon. Direktur Akademi Rousen bernama Tuan Rewin Winston. Kekuatannya sudah sampai puncak Awakening Aji. Itu benar-benar sangat menakutkan Leon." Kata Elis.
"Em. tempat untuk belajar Sihir yaa." Kata Leon.
"Kau bisa berkunjung kesana Leon, biar kau juga tau tingkatan Sihirmu seberapa kuat. Tapi Akademi Rousen tidak terikat hukum kerajaan, Mereka lebih memilih bekerja secara independen, dan membuat aturannya sendiri. Jadi kau harus mendaftar dulu." Kata Elis.
"Apa tidak boleh langsung masuk kesana Elis.? Bukankah itu Akademi yang dibangun oleh kerajaan.?" Tanya Leon.
"Hem. Pendiri dari Akademi itu adalah Sang Dewi Leon, salah satu anggota Paradicone, pembangunan Akademi itu sekitar 1.000 tahun yang lalu." Jawab Elis.
"Emm, jadi dia yang membangunnya." kata Leon.
"Aku harus memberitahumu Leon, di benua Trolin ada tempat terlarang yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun. Tempat tinggal dari sang dewi bernama Taman Surga. Bahkan selama ribuan tahun tidak ada seorang pun yang pernah masuk ke dalam gerbang Castle milik Dewi. Bahkan seorang Raja sekalipun. Kau harus berhati-hati dengan tempat itu Leon." Kata Elis.
"Haaa, tempat terlarang ya. Aku sendiri tidak tau tempat itu dimana Elis." Kata Leon.
"Lebih baik kau tidak mencari tau." Kata Elis.
__ADS_1
"Apa Dewi itu tidak pernah keluar dari sana.?" Tanya Leon penasaran.
"Tentu saja pernah. Setiap 50 tahun sekali, Dewi akan berkunjung ke istana Sang Raja, dan memilih penerus Direktur Akademi Rousen." Jawab Elis.
"Heee.? hanya itu yang dia kerjakan.? lalu sudah berapa lama dia tidak pergi ke istana.?" Tanya Leon penasaran.
"Dari cerita sang Raja, Itu sudah sekitar 40 tahun yang lalu, sang Dewi datang ke istana dan memilih Tuan Rewin untuk menjadi penerus direktur Akademi Rousen." Jawab Elis.
"Kau bisa belajar disana Leon. Meskipun kekuatan Sihirmu sangat kuat, tapi kamu tidak tau apa-apa tentang Sihir." Kata Elis.
"Aku tidak tertarik dengan belajar." Saut Leon.
Leon hanya penasaran dengan sang Dewi. "Apa kamu pernah mendengar nama dari Sang Dewi itu Elis?." Tanya Leon.
"Sayangnya, semua orang di seluruh kerajaan tidak ada yang tau nama asli dari sang Dewi. Bahkan para leluhur yang sudah lahir ribuan tahun yang lalu, tidak ada yang tau". Jawab Elis.
"Dia sangat misterius. Dunia ini benar-benar mengejutkanku." Kata Leon.
"Leon, seseorang yang pernah bertemu dengan Dewi mengatakan, kalau kecantikan dan keanggunannya tidak bisa di bandingkan dengan perempuan manapun di dunia ini. Dia adalah wanita tercantik di dunia, siapapun yang pernah melihatnya, langsung jatuh cinta padanya." Kata Elis bercerita sambil terkagum-kagum.
"Hoo." Suara Leon dengan respon yang biasa saja.
"Aku benar-benar ingin bertemu dengannya Leon, aku sendiri sangat penasaran dengan sang Dewi. hahaha." Kata Elis sambil tertawa.
"Aku tidak tertarik dengan itu, aku hanya ingin mengetahui dunia ini lebih banyak lagi." Kata Leon serius.
"Heeee, kau bisa mencari tau dari buku yang ada di perpustakaan Akademi Leon. Tapi buku-buku yang ada disana rata-rata dibuat oleh sang Dewi." Kata Elis.
"Aaaah. Dia lagi, aku jadi penasaran dengannya." Kata Leon dengan wajah datar.
"Semua orang sangat ingin bertemu denganya Leon, tapi kesempatan itu tidak akan pernah kita dapatkan. Hanya seorang Raja dan Mahaguru yang bisa bertemu dengannya." Kata Elis.
"Ah, tidak masalah jika tidak bertemu dengannya. Tapi masalahnya aku tidak bisa membaca bukunya. Haaah(mengehal nafas)." Kata Leon dengan murung..
"Hahaha, kau harus belajar membaca Leon." Kata Elis.
"Hem. itu akan sangat sulit." Kata Leon dengan murung.
"Leon, dari mana kamu berasal?. Aku tau kamu adalah keturunan Bangsawan yang hebat." Tanya Elis.
"Aku bukan dari keturunan Bangsawan. Dan kekuatan yang ada di tubuhku ini memiliki cerita yang sangat panjang" Jawab Leon.
"Kau dari kemarin terus-terusan bilang dari dunia lain. Aku tidak percaya itu." Kata Elis.
"Aku memang dari dunia lain Elis, mungkin nama benua itu kebetulan sama dengan dunia ini. Bahkan kekuatan kalian saja sama dengan kekuatanku, memang ada beberapa hal yang sama di dunia ini." Kata Leon.
"Heem. Lalu, kau berasal dari mana.?" Tanya Elis penasaran.
"Aku berasal dari dunia yang tidak diselimuti oleh kekuatan Sihir ini. Dunia ini benar-benar sangat berbeda dari tempat asalku." Jawab Leon.
__ADS_1
"Hem, sudahlah. Sebentar lagi perjalanan kita ke kota Ame akan sampai." Kata Elis.
***