
[Di Pelabuhan kikai]
Komandan Rin tiba di pelabuhan bersama pasukannya. Dan menghadap langsung kepada sang Jendral.
"Lapor Jendral. Misi pengintaian pelabuhan Ame sudah terlaksanakan. Namun, saat dalam perjalanan kembali ke markas, ada serangan Meteor dari atas langit." Kata Rin kepada Seril yang menghadap ke ruangan Seril dengan baju yang masih basah.
"Apa maksudmu, RIN laporkan dengan jelas." Kata Seril kepada Rin dengan terkejut.
"Ha. Baik Jendral. Pasukan kerajaan dan para penduduknya tidak ada di pelabuhan Ame. Tempat itu sudah kosong tidak ada orang satu pun Jendral." Kata Rin yang melaporkan kondisi pelabuhan.
"Lalu, ada apa dengan bajumu itu, dan kau sudah pergi ke sana hampir 1 hari. RIN." Kata Seril yang emosi.
"Ha, Baik Jendral. Ada serangan Meteor dari langit yang menghantam kapal kami, dan kapal kami tengelam ke dalam laut. Saya bersama pasukanku berenang ke markas." Kata Rin yang melaporkan.
"APAA.?" Teriak Seril terkejut, dia pun berfikir sangat keras.
"Meteor.? apa itu serangan dari pasukan Kerajaan, apa mereka sudah datang.? Aku mendapatkan informasi dari tim khusus, Pasukan Jendral David dari kerajaan Majaren masih dalam perjalanan kesana, mereka masih membutuhkan waktu 2 minggu. Ini aneh, sangat aneh." Kata Seril dalam hati.
Seril pun bertanya lagi kepada Rin,
"Berapa pasukanmu yang tersisa?" Tanya Seril kepada Rin.
Rin menjawab. "Hanya setengah dari pasukan batalion yang selamat Jendral".
Lalu, Rin bicara lagi. "Jendral. Saya mendengar dari pasukan pengintai, ada pasukan yang bersembunyi di balik bukit Cison. Pasukan yang dipimpin oleh satu komandan dari Kerajaan Majaren." Kata Rin melaporkan.
"Apa kau yakin serangan itu dari mereka Rin.?" Tanya Jendral serius.
"Saya sangat yakin Jendral, tidak ada alasan orang lain yang berani menyerang kapal perang, itu pasti serangan kejutan dari pasukan itu." Kata Rin kepada Seril.
"Baiklah, kita berangkat sekarang, sebelum pasukan David datang kesana. Kita habisi pasukan itu." Kata Seril.
*****
Suara gendang peperangan pun di bunyikan. Semua prajurit bergegas menuju ke pelabuhan kikai, dan berbaris dengan rapi menyambut kedatangan sang Jendral.
Seril pun datang ke tempat berkumpulnya para prajurit itu, dan memberikan sambutan kepada semua pasukannya yang berkumpul disana.
Sambutan pidato yang bergema dari sang jendral, membuat semua prajurit berteriak "Hidup Honzu - Hidup Honzu". Suara semangat para prajurit yang akan pergi ke medan perang.
__ADS_1
Dengan kekuatan penuh, Seril membawa semua Kapal perang yang ada di pelabuhan Kikai dan membawa seluruh pasukannya menuju Pelabuhan Ame.
.....
[Di Pelabuhan Ame]
Elis yang sedang mengintrogasi Leon, masih belum mendapatkan jawaban atas keluarnya Meteor semalam. Bahkan Leon sendiri jadi bingung, kenapa hanya sebutir meteor saja sudah di anggap sangat kuat.
Leon pun bilang kepada Elis. "Ah, meteor kecil ya. Aku juga bisa mengeluarkan beberapa meteor yang besar sekaligus".
Tentu Elis pun kaget dengan perkataan itu. "Jadi benar, kau yang mengeluarkan meteor itu.? Apa kamu seseorang yang memiliki kekuatan setingkat Aji bintang 7.?" Tanya Elis kepada Leon.
"Aji bintang 7.?" saut Leon kebingungan. "Apa itu Aji bintang 7.?" Tanya leon.
Elis pun kesal dengan pertanyaan itu. " Ada apa dengan orang ini. Padahal ilmu Sihir sudah di ajarkan dimana-mana. kenapa dia tidak tau itu.?" Kata Elis dalam hati.
"Kau bilang kau dari benua Lories, apa kau tidak tau apapun rentang Sihir.?" Tanya Elis kepada Leon.
"Emm.? Maaf Nona, aku tidak tau apa-apa tentang dunia ini." Tanya Leon kepada Elis.
"Kau benar-benar bodoh. Sihir adalah kekuatan dari tubuh manusia yang bisa digunakan untuk bertempur." Kata Elis.
"Jadi kau bisa mengunakan sihir.?" Tanya Elis.
"Ah, sepertinya begitu." Jawab Leon.
"Sihir itu dinamakan kekuatan orang asing. apa kau tidak tau itu.?" Tanya Elis.
"Aku baru tau Nona. Apa kau juga bisa mengunakan Sihir itu.?" Tanya Leon.
"Huh, baiklah, Aku dan semua pasukanku yang ada di luar tenda ini, semuanya bisa mengunakan Sihir." Kata Elis.
Dunia ini sungguh misterius. "Apa aku sudah dibawa kedunia lain yang penuh dengan kekuatan sihir.?" Kata Leon dalam hati dengan kebingungan
"Heem. Apa kau benar dari benua Lories.? kita sekarang dalam status peperangan dengan kerajaan Honzu. Aku mencurigaimu." Kata Elis.
"Itu benar Nona. Aku dari benua Lories yang ada didunia lain. Bahkan aku tidak pernah mendengar nama kerajaan Honzu dan Majaren." Kata Leon.
"Apa maksudmu dengan dunia lain.? aku sekarang sedang mencari informasi darimu. Tapi ternyata kau hanya orang tampan yang bodoh." Kata Elis emosi.
__ADS_1
"Aku sendiri juga binggung Nona." Kata Leon yang kebingungan.
Tiba-tiba suara gendang perang di bunyikan. Elis pun bergegas keluar dari tenda emergency, dan bawahannya langsung melapor padanya.
"Lapor Komandan, kami melihat dari kejauhan, ada beberapa kapal perang sedang menuju kemari." Kata salah satu prajurit yang melapor.
"Apaaaa.?" Kata Elis terkejut. "Jelaskan padaku dengan detail." Kata Elis yang mulai panik.
"Komandan kami melihat dari atas bukit sana, ada sekitar 51 kapal yang terlihat. Dan ada 1 kapal perang besar, sepertinya itu milik Jendral dari kerajaan Honzu, dan ada 2 kapal perang komando yang ada di belakangnya." Kata Prajurit itu, dan Elis hanya terdiam dengan sangat terkejut.
Pasukan Elis yang berjumlah sekitar 3.000 pasukan, melawan pasukan Seril dengan jumlah 76.000 prajurit.
Jumlah itu tidak seimbang. Apa lagi 3 komandan dari Kerajaan Honzu ikut dalam peperangan ini. Jika di bandingkan, 1 komandan perang saja, sudah cukup untuk melawan pasukan Elis disana.
"Pergilah dari sini." Kata Elis dengan ketakutan, namun ia masih berdiri didepan tenda.
"Ha. siap Komandan." Kata Prajurit itu sambil berjalan menjauh dari sana.
Dalam hati Elis, dia sangat ketakutan dengan laporan pasukan Honzu yang datang dengan tiba-tiba.
"Kenapa Seorang Jendral Honzu ikut berperang, apalagi dia memimpin langsung peperangan ini. Mereka pasti sedang bercanda". Kata Elis dalam hati.
Elis sangat kebingungan, informasi yang ia terima dari pasukan pengintai kemarin, hanya ada satu pasukan Batalion yang di pimpin oleh Komandan Rin saja.
"kenapa harus sekarang. Ini terlalu cepat. Apa mereka tau kalau pasukan disini hanya segelintir saja". Kata Elis dalam hati dengan sangat panik.
"Saat aku mendengar kedatangan Rin saja, Aku tidak berani menjaga pelabuhan ini. Justru aku malah menghindarinya, dan memilih untuk mengevakuasi warga, " Kata Elis dalam hati sambil berfikir sangat keras.
Dengan kekuatannya sekarang, mungkin Pasukan yang dipimpin oleh Elis bisa dikalahkan dalam sekejap saja, sebelum bantuan dari ibu kota datang.
Perasaan yang was-was dan keraguan muncul dalam hati Elis yang membuatnya sampai tidak bisa berfikir lagi.
Dengan pandangan yang kosong, Elis melihat sekelilingnya, pasukan Nizo yang sudah kelelahan dengan raut wajah yang murung. Mungkin mereka semua akan mati disana, jika pertempuran ini terjadi. Lalu, kota Ame akan di musnahkan.
Bahkan kedatangan seorang Jendral dari ibu kota masih membutuhkan waktu 2 minggu. Kepala Elis mulai berkeringat, dan ia benar-benar sangat ketakutan.
Takut akan nyawanya sendiri, takut akan nyawa pasukannya, dan nyawa penduduk sipil di kota Ame. Sampai Ia sudah berdiri di depan tenda selama 30 menit.
.....
__ADS_1